Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 119


__ADS_3

" Bi, besok kamu datang ke kantor cabang, ini alamatnya, aku akan memperkenalkan kamu dengan pekerjaan dan karyawan di sana, good luck bro."


" Good luck juga, orang baik sepertimu pasti akan di pertemukan dengan orang orang yang baik pula, nyatanya kamu di pertemukan dengan seorang bidadari yang baik dN cantik, kau sudah merelakan batu kali demi sebuah batu berlian, semoga keluargamu bahagia dan Istrimu lekas hamil, aku tunggu undangan syukuran kelahiran baby kalian." Kata Brian.


" Siap bro, lo juga, segera halalkan ibu dari anak lo, gue juga tunggu tanggal pernikahannya." balas Dave.


" Bagaimana kalau kita makan siang bareng, di kantin kantor ini masakannya enak lho, gue sengaja meminta koki kantor untuk menyiapkan menu rumahan untuk semua karyawan supaya akan selalu ingat rumah." kata Dave.


Mereka berjalan menuju kantin untuk menikmati menu menu yang memang mengingatkan akan rumah, dari cita rasa dan penampilannya, jadi ingat masa dulu di masakkan oleh ibu.


Brian menitikkan air matanya ketika melihat sayur opor ayam dan tumis kangkung andalah ibunya waktu dia masih SMA, bahkan rasanya yang rumahan banget, tidak hanya itu, suasananya pun sangat mendukung.


" Lo sangat totalitas pada karyawan lo bro, ini keren banget gue jadi teringat masakan ibu gue waktu masih SMA dulu, waktu beliau masih hidup dulu, bahkan rasanya sangat pas dan mirip, dari mana lo punya ide seperti ini?".


penasaran Brian.


" Waktu gue berkunjung di kampung Ira, aku sangat menikmati menu sederhana di kampung halamannya, bahkan mereka langsung memetiknya dari kebun belakang, dan gue terinspirasi dengan itu, sebagian besar karyawan gue berasal dari daerah, dan gue ingin menciptakan suasana seperti di kampung halaman mereka lewat kuliner, dan itu sangat di sambut baik oleh mereka, ini semua juga lebih sehat dari pada makanan junk food di luaran sana."


" Ini ide keren bos, gue jadi kepikiran untuk usaha Anita, dia bingung mau kerja apa, tapi tidak mau meninggalkan Fabian lama lama, dan ini usaha yang cocok untuk ibu rumah tangga." Mata Brian berbinar, dia mendapat dua berkah datang ke kantor Dave, pertama dia mendapatkan pekerjaan dengan posisi yang menjanjikan dan dia juga mendapatkan ide usaha yang cocok banget untuk Anita yang hobi masak memasak.


" Wah Bro, gue kesini tadi mendapatkan dua keuntungan, pertama gue dapat pekerjaan mapan, kedua gue dapat ide bisnis, thank bro."


" Siap." Brian pamit setelah puas ngobrol dan bernostalgia dengan opor dan kangkung.


Di mansion Ramon.

__ADS_1


Setelah makan siang Ramon dan Ira siap dengan eksperimen mereka, tak lupa direcoki 4 bocil sehingga seru, bahkan dapur dadakan mereka sudah mirip tempat bermain.


" Kek, berhasil 1 ayo kita cobain dulu enak gak?" Ira mengiris keram telornya dan mencicipi sedikit, wau rasanya amazing, resep kakek Ramon lebih mantap daripada yang ada di pedagang kaki 5 itu.


Percobaan pertama mereka makan ramai ramai meskipun hanya mendapat jatah seuprit seuprit, tapi mereka puas.


Ira dan Ramon sudah membuat 15 porsi lebih Kerak telor. Ira memasukkan beberapa porsi ke dalam Dua kotak.


" Ma, itu yang dua kotak mau di bawa kemana kerak telornya?" heran Mike.


"Kita akan bawa ke kantor polisi, kita akan menjenguk mama Bella." jawab Ira.


" Kenapa di jenguk segala, biarin saja dia di dalam sana, tidur dengan tikus tikus nakal" kata Mike.


"Iya habisnya dia nakal, ya biar bersama tikus sekalian." tambah Michael.


Ira mempraktekkan Sebagai ibu hamil yang kemana mana kesulitan berjalan, duduk sulit dan ngapa ngapain sulit, Ira mempraktekkan semuanya di depan Twins, bahkan jadi tontonan yang lain, tapi dia tidak peduli.


"Berat rasanya sayang, bahkan mama Bella membawa kalian berdua bersamaan, apalagi saat melahirkan, baik normal ataupun operasi, semua rasanya sakit." Kata Ira.


" Jadi nanti mama Ira kalau hamil dedek bayi juga seperti itu?" kepo Michael


" Iya sayang, seperti itu tuh, seperti badut." canda Nila.


" Ih budhe Nila jahat, mamaku cantik begini di bilang seperti badut." Jawab Michael dengan cemberut, pipinya menggembung seperti bakpau.

__ADS_1


" Sudah sudah Nila jangan buat ngambek anak orang." Laksmi menengahi mereka.


" Hahaha, lucu sekali kalian, bikin kakek sakit perut saja, hahaha." Ramon tertawa terpingkal pingkal, semenjak dia bertemu dan berkumpul dengan mereka, rasanya dia seperti muda lagi, tiap hari dia bisa tertawa lepas dan lepas sudah dilemanya selama ini.


" Bagaimana sayang, mau kan ikut mama Ira ke tempat Mama Bella, kedatangan kalian akan menjadi obat terbaik dalam hidupnya, Kakek, serta Twins." Ira mengeluarkan jurus andalannya dengan memasang muka sedih pada Twins, mereka pasti akan menurut.


" Baik lah Michael ikut." jawab Michael.


" Mike juga ikut." tambah Mike.


" jangan sedih ma, kami akan ikut mama menemui Tante eh mama Bella." jawab Michael.


" thak you boys, i love you all." Ira mencium pipi gembul mereka.


" Ma, nanti kalau mama hamil adik bayi kami akan jaga mama, dan dedek bayi." Keduanya mencium pipi Ira dan membalas pelukan Ira.


" ya sudah kalau begitu sekarang kita mandi, kakek juga, dan kek jangan lupa yang tadi ya." pesan Ira.


Ramon mengedipkan sebelah matanya tanda setuju dengan kemauan Ira. Seperti murid yang patuh pada gurunya ketiga laki laki beda genre itu sama sama bangkit dari tempatnya dan pergi ke kamar mandi masing masing.


" Good sayang, kamu bisa saja membuat kakek kamu nurut begitu, lihat dia seperti twins saja kelakuannya, menggoyang goyangkan bokongnya."Laksmi terkekeh melihat Ramon yang menirukan jalan si kembar.


Niat hati dia ingin berjingkrak seperti twins tapi karena usianya dan kakinya juga sudah tidak kuat lagi, jadi hasilnya cuma goyang pinggul yang terlihat.


"Hahaha, uyut lucu bunda, goyangannya seperti goyang menthok, geyal geyol, megol kanan megol kiri." Iwan Tertawa melihat kakek buyutnya yang menurutnya lucu, di tambah dengan goyangan Iwan yang menggoda.

__ADS_1


" Hihihi, benar kata orang, kalau umur semakin tua maka tingkahnya akan seperti anak kecil, tapi tidak apa apa daripada ngamuk." bisik Laksmi.


Ira juga menuju ke kamarnya untuk bersiap siap, hari ini semuanya akan Ira tuntaskan, supaya tidak ada kebencian dan dendam.


__ADS_2