Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 100


__ADS_3

Laksmi meminta MUA untuk membenahi riasan wajah Ira, karena sebentar lagi pengantin pria akan segera sampai di kediaman Nugraha, jantung Ira berdetak semakin kencang, tangannya berkeringat dingin ketika Terdengar suara bahwa calon mempelai pria sudah hadir bersama rombongan keluarga.


Demikian halnya dengan Dave, dia semakin deg degan dan gugup, meski ini yang kedua, tapi Dave begitu gugup, dulu dia hanya menikah du kantor KUA dengan proses sederhana, tapi resepsinya yang mewah.


Kali ini ada beberapa rangkaian acara, bahkan penghulunya seorang kyai, yang ternyata sahabat Budi waktu di pondok pesantren.


Penghulu serta saksi juga sudah hadir di sana.


Dave duduk di tempat yang telah di sediakan, Laksmi dan Nila menjemput calon mempelai wanita untuk di sandingkan dekat pengantin pria. Ira di tuntun Ibu dan kakak iparnya, wajahnya yang ayu, menghipnotis tamu undangan yang ada.


Terutama keluarga Dave yang belum Mengenal Ira.


" Wah Dave sangat beruntung, istrinya sangat cantik, masih muda dan kaya, kesabarannya selama ini membuahkan hasil, Allah memberikan dia ganti 1000 kali lipat lebih baik dari mantan istrinya yang dulu. Bisik bisik keluara dave.


Mata Dave sampai tidak berkedip melihat pesona calon istrinya ini.


" Dave eling, ntar kelilipan lo, berkedip Dave." bisik Rafi menggoda anaknya.


TWins menghampiri Ira dan ikut menuntunnya, memegangi ujung kebayanya.


Ira di dudukkan di samping Dave, dia tidak berani mengangkat mukanya, malu, deg degan gugup bercampur jadi satu.


" Apa sudah lengkap semuanya, kedua mempelai, wali, dan saksi?" tanya penghulu.

__ADS_1


"Sudah lengkap pak." jawab Budi.


" Oke sebelum kita mulai ijab kabulnya ada sesuatu yang harus lengkap, dokumen semua lengkap?" Tanya penghulu.


" Alhamdulillah lengkap." Jawab Dave. Penghulu membuka dokumen di depannya.


" Nama Dave aditama, umur 30 tahun, pendidikan terakhir pasca sarjana, pekerjaan wiraswasta, status Duda?" Penghulu memastikan status, nama serta umur dan pendidikan, dan pekerjaan Dave.


"Iya pak, status duda anak 2, surat suratnya sudah lengkap si sana." Jawab Dave dengan pasti. Penghulu menganggu faham, lalu membaca dokumen pribadi Ira.


" Nama Khumaira larasati, umur 19 tahun bulan depan, pendidikan terakhir SLTA, pekerjaan wiraswasta, status belum kawin?"Penghulu memastikan apa yang di bacanya sudah benar.


" Iya pak benar." Jawab Ira.


" Saya tulus dan ikhlas menikahi Khumaira, tanpa suatu paksaan pihak manapun juga." Jawab Dave tegas.


" Bagus, karena sebuah pernikahan itu untuk sekali seumur hidup, meski anda pernah mengalami kegagalan berumah tangga, sebenrnya sebuah perceraian adalah perkara yang halal tapi di benci oleh Allah, tapi jika memang sebuah rumah tangga yang sudah tidak sehat bahkan tidak sesuai dengan syariat agama, maka perceraian adalah jalan yang terbaik, Maka sekarang saya mohon saudara Dave kelak, tidak akan membandingkan Istri saat ini dengan mantan istri anda, karena setiap orang akan memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri." Penghulu bernafas sejenak lalu melanjutkan pertanyaannya.


" Apa anda mencintai Saudari Khumaira? karena sekarang ini lagi viral dan marak pernikahan kontrak? " tnya penghulu.


" Saya mencintai Khumaira luar dan dalam, baik fisik maupun hatinya insyaallah untuk dunia dan akhirat." Jawab Dave.


" Bagaimana jika suatu saat, dan tanpa kita inginkan saudari khumaira mengalami cacat fisik atau memiliki suatu penyakit anda akan tetap mencintai dia?" Tanya Penghulu.

__ADS_1


"Saya sudah berkomitmen untuk mencintainya dengan tulus, maka akan siap menerima kekurangannya, dan akan menutupinya dengan kelebihan yang saya miliki, kecuali dia cacat mentalnya, dalam arti tidak gila, tapi gila dalam tanda kutip, misal dia mengkhianati janji suci ini, misal dengan selingkuh, menuntut sesuatu yang sama sekali dia atas kemampuan saya, mengesampingkan tugas, kewajiban dia sebagai ibu dan istri." Jawab Dave.


"Saya setuju dengan pemikiran anda saudara Dave, anda tipe pria yang tegas dan berkomitmen.


"Anda adalah kepala rumah tangga, dan bekerja, bagaimana anda mengatur keuangan kalian, maaf ini bersifat sangat pribadi tapi kami harus menanyakan pda kedua mempelai?"


" Tidak apa apa pak kyai, saya senang. Dalam kehidupan rumah tangga kedua belah pihak harus transparan dan saling terbuka pak, baik mengenai keuangan, pendapatan, pengeluaran, dan bagaimana kita mengurus keuangan kami, saya akan transparan, dan menyerahkan sepenuhnya pengeluaran rumah tangga, pendidikan anak, dan lain sebagainya pada bendahara rumah, ini gaji bersih saya, akan diambil untuk ini, itu sudah terperinci dan sisanya urusan bendahara." jawab Dave tegas.


" Untuk urusan Keturunan, dan kebutuhan seksual bagaimana sikap anda sebagai seorang suami, apa akan menunda punya anak atau menginginkan banyak anak?"


" Sebagai lelaki normal dan sudah berumah tangga kebutuhan akan seksual itu penting, akan merekatkan hubungan kedua belah pihak, dan menambah keharmonisan rumah tangga, dan sebagai laki laki yang alhamdulillah sudah termasuk mapan dalam segi finansial maka saya tidak aka menunda memiliki seorang anak, dan sesuai dengan pepatah orang jawa dulu, banyak anak banyak rezeki, saya setuju semua itu, tapi saya tidak boleh egois, semua harus di bicarakan berdua, bagaimana baiknya pak. jawab Dave tanpa ragu sedikitpun.


" Ini yang terakhir bagaimana dengan pendidikan anak, dan apa anda akan mengijinkan istri anda untuk bekerja?" Tanya penghulu.


"Soal pendidikan anak, saya akan mengusahakan yang tebaik untuk anak anak saya terutama pendidikan agama, ini tentang pengalaman saya yang kurang mengerti akan agama, tapi saya akan terus berusaha menjadi imam yang baik, pendidikan dini itu sangat penting pak, apalagi peranan ibu dalam hal itu, pendidikan ibu juga penting sebagai guru yang sangat berpengaruh pada perkembangan anak, setelah ini saya mengijinkan istri saya menempuh pendidikan setinggi tingginya, tapi tidak untuk mencari kerja, tapi untuk kepentingan keluarga dan anak kami. Saya pria normal dan sehat dan segala kebutuhan finansial keluarga akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya bukan istri." Dave men jeda sebentar ucapannya.


" Dia ibaratnya berlian di dalam keluarganya, dia di sayang dan di manja, saat ini suatu kehormatan bagi saya mendapatkannya, maka saya akan menjaga dan merawat serta menyayanginya dengan baik, tidak akan membiarkan kedua tangannya melakukan pekerjaan yang kasar, cukup melayani suami dan menjaga anak anak kami, berdandan yang menyenangkan di depan suami, serta nyaman di pandang mata." jawab Dave.


"Berarti intinya anda melarang istri anda bekerja ya, bagaimana jika dia berdalil, kebutuhan make up, skin care fashion itu mahal tidak mau membebani suami begitu berat?" Goda Penghulu.


" Berarti dia istri yang kurang percaya dengan kemampuan suaminya, dan diawal saya sudah menjelaskan, saya akan transparan dan terbuka tentang keuangan saya, milik saya adalah miliknya, dia bebas menggunakan apa yang saya miliki asalkan mengunakannya dengan cara yang bijak." jawab Dave.


Semua yang hadir di sana setuju dengan apa yang menjadi pemikiran Dave.

__ADS_1


__ADS_2