
Dave menghibur istrinya yang lagi galau memikirkan bagaimana jika nanti tubuhnya melar, Ira sadar kalau akhir akhir ini nafsu makannya bertambah, dan sering lapar.
" Tidak apa apa sayang, wanita hamil itu bukan gendut tapi seksi, dia akan semakin cantik dan hebat." Jawab Dave. Dia mencolek hidung Ira yang mancung itu, malam ini kebetulan Twins menginap di rumah oma Mila, karena besok mereka ingin menghadiri Wisuda William bersama Sheren.
" Mas mas, sedari tadi kita ngomongin makanan dan gendut, kok tiba tiba aku merasa lapar ya, ingin makan nasi goreng yang biasa mangkal di taman itu ya."
Ira merasa lapar lagi dan menginginkan nasi goreng abang abang di taman, padahal satu jam yang lalu dia baru saja makan batagor.
" Ini sudah jam berapa sayang, mana ada jam segini orang jualan di taman, apalagi nasi gorengnya mang Subri itu laris, pasti sudah habis." Jawab Dave, dia sudah capek dan mengantuk.
" Hik hik, papa jahat, padahal janjinya ( aku akan dengan senang hati nurutin ngidam kamu sayang) tapi hik hik, semua laki laki tidak bisa di pegang omongannya, cuma pisangnya saja yang bisa di pegang." Ira memiringkan tubuhnya kesamping dan membelakangi Dave sambil terisak lirih.
" Masyaallah bukan begitu sayang, mas siap mencarikannya, cuma ini sudah tengah malam apa masih buka begitu saja kok." jawab Dave.
" Belum di lihat sudah nyerah." Ira bahkan menutup seluruh tubuhnya dengan Selimut.
Dave mengusap mukanya, dia benar benar harus extra sabar menghadapi kehamilan Ira yang benar benar menguras emosinya.
" Iya mas belikan ya, dek papa lihat ke taman dulu sudah pulang apa belum bang Sobri nya."Kata Dave sambil beranjak dari tempatnya.
" Tunggu." Ira membuka selimut tersebut dan memanggil Dave.
" Ada apa lagi mama?"
" Ikut." Ucap manja Ira.
__ADS_1
" Ayo!" Dave mengulurkan tangannya dan mengajak Ira untuk berangkat ke taman.
" Tapi gendong belakang pa."
Dave menggendong istrinya di belakang sesuai permintaan bumil tersebut, membuat mata Ira berbinar, matanya membulat lucu, dan senyumnya makin menggemaskan.
Ira mencubit kedua Pipi Dave dengan gemes lalu menciumnya supaya sang calon papa itu semangat gendongnya.
" Go papa." Ucap Ira .
" siap ibu ratu."
Mereka segera pergi ke taman mencari keberadaan gerobak mang Sobri, dan untung saja penjual nasi goreng itu belum pulang, nasinya masih sedikit karena hari ini pengunjung taman lagi sepi sehingga berdampak pada dagangannya.
" Masih tuan, hari ini sepi sekali jadi jam segini juga masih ada." jawab Mang Sobri.
" Saya pesen satu ya bang untuk istri saya." Dave memesan satu porsi nasi goreng itu, tapi di cegah oleh Ira.
" Tunggu bang, biarkan Suami saya yang menggorengnya, mang Sobri yang ajarin, ini permintaan anak kami mang please." Mohon Ira dengan tatapan menghiba.
Sobri menoleh ke arah Dave. " Istri saya tadi ngidam nasi gorang mang Sobri tapi sekarang minta saya yang menggoreng, maaf ya bang." Dave merasa tidak enak dengan si penjual nasi goreng tersebut karena permintaan aneh istrinya.
" Tidak apa apa tuan, saya mengerti, dulu sewaktu istri saya hamil juga begitu permintaannya aneh aneh, saya sampai malu dengan tetangga." jawab Sobri
sambil membantu Dave menyiapkan bahan bahan.
__ADS_1
" memangnya ngidam apa mang?" penasaran Dave.
" Dia tidak mau makan makanan yang ada di rumah baik masakan sendiri atau saya yang masak, dia malah mau meminta hasil masakan dari tetangga, dan itu selama 5 bulan, tiap hari saya harus mengantarkan dia meminta makan di rumah rumah warga, untung mereka pada ngerti, dan karena merasa tidak enak hati saya ganti makanan yang istri saya makan dengan makanan tang kamu olah di rumah, dia akan muntah kalau makan hasil masakannya sendiri. " Sobri menceritakan pengalaman dia sewaktu istrinya hamil dulu.
Hal itu membuat Dave lebih bersyukur karena Ngidam Ira tidak sampai seperti itu.
" Alhamdulillah, ngidamnya Ira tidak sampai begitu, bisa gawat ini." Batin Dave, dan sekarang dengan semangat dia membuatkan nasi goreng bang Sobri ala Dave. Dave mengikuti semua arahan dari bang Sobri supaya bisa menghasilkan nasi goreng yang enak, harum dan Gurih.
" Mas, tanpa ayam dan telur ya, aku mau nasi saja." Pesan Ira.
" Siap Nyonya." jawab Dave, Ira terkekeh mendengar jawaban Dave dan akhirnya pengen melihat langsung bagaimana teknik Dave membuatkan nasi goreng ala pedagang kaki lima itu.
Ira bertepuk tangan Riang melihat nasi goreng panas yang menggugah selera dituang ke dalam piring. Dave membawanya ke meja kayu, lalu menyuapi Ira seperti menyuapi Twins.
" Waah, enak banget buatan suamiku." Ira sangat menyukai nasi goreng tersebut, membuat dia juga penasaran dengan hasil pekerjaannya. Dave menyuap sesendok nasi goreng tersebut ke dalam mulutnya, Dave buru buru mengeluarkan nasi goreng tersebut dan mengambil air putih, lalu meminumnya hingga tandas.
" Sayang ini asin sekali, tadi aku lupa berapa sendok garamnya." Kata Dave.
" Siapa bilang, ini enak sekali, besok di rumah buatkan lagi ya." Ira menghabiskan nasi goreng itu tanpa sisa sebutir pun. Dave hanya menggelengkan kepalanya dan merasa bergidik mengingat betapa asinnya nasi goreng buatannya.
Dave memberi 3 lembar uang seratusan pada mang Sobri dan menyarankan dia untuk segera tutup saja, karena sudah tengah malam.
" Mang sebaiknya mang Sobri tutup saja, ini sudah tengah malam, jaga kesehatan juga mang. lagian ini juga sudah tengah malam, bahaya." Pesan Dave.
"Terima kasih tuan, semoga anak dan Istri serta keluarga tuan selalu di beri limpahan rahmat oleh Allah. " Mang Sobri Mendoakan keduanya dengan tulus dan dia akan segera pulang, karena memang sudah malam sekali.
__ADS_1