Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 137


__ADS_3

William membawa Sheren ke tengah panggung diikuti dua bocil menggemaskan, banyak mahasiswi yang malah fokus pada si kembar ganteng itu dan penasaran, siapakah gerangan mereka.


Mike mendekati William dan menyerahkan kotak merah titipan dari Rena tadi.


William menerimanya lalu dia berjongkok di depan Sheren, membuka kotak berisi Diamond blue yang sangat cantik.


" Sherena di depan semua yang ada di gedung ini, aku ingin mengatakan isi hatiku, aku tidak mau lama lama berpacaran denganmu, tapi aku serius mencintai kamu segenap jiwa dan ragaku, di sini aku ingin mengatakan maukah kamu menikah denganku, memulai hidup baru dalam bahtera rumah tangga, membentuk keluarga kecil yang bahagia ada aku, kamu dan anak anak kita, aku ingin kamu membangunkan ku setiap pagi, mengomeli aku jika aku berbuat salah, bersikap manja hanya kepadaku, serta mewarnai hidupku."


" Huuuuu, suit suit." Sorak para penonton yang menyaksikan acara live streaming tersebut.


Sheren menangis haru, dan menitikkan air matanya,


"Aaaku terima lamaran kamu kak, aku mau menjadi ibu dari anak anak kamu, membangun sebuah keluarga kecil bersamamu." Jawab Sheren.


William meletakkan mikrofonnya di bawah dia memakaikan cincin berlian tersebut di jari manis Sheren. Mike maju beberapa langkah mengambil Mikrofon itu serta membuat ulah.


" Tes tes, eh masih menyala woi." ucap Mike di sana. Sontak para penonton tertawa geli mendengar kata kata bocah itu.


" Lihat mereka yang tidak mempedulikan diriku, rasanya aku ini akan menjadi dewasa sebelum waktunya iyakan bang." Mike mulai deh.


" Hahaha betul."


" Tahu tidak siapa aku dan saudara kembarku ini siapa?" narsis Mike.


" Ndaaak " jawab mereka.

__ADS_1


" kok ndak sih, kasihan deh aku, oke tidak apa apa, tapi lihat saj kelak wajahku akan terpampang di beberapa media dan kalian pasti sudah tua hehehe."


" Ah garing, ayo kita turun ketahuan papa si jewer lo." Michael mengingatkan adiknya.


William dan Sheren sadar ketika Mike mulai dengan aksi kocak dia.


" Eh tunggu, Saya cuma mau mengingatkan untuk para Anabel di depan sana tadi, sebelum menghina Anabel yang lain sebaiknya mengaca dulu ya, kalau tidak punya kaca minta saja ke papaku, pasti di beri, oke itu saja ya kakak salam kenal aku Mike dan ini abangku Michael." Mike mengakhiri Bicaranya dan memberikan mikrofon itu kepada pembawa acara yang sejak tadi melihat di pojok panggung saja.


William menggendong Mike yang memang paling jahil itu, sementara Sheren menuntun Michael, mereka turun ke panggung untuk bergabung dengan kedua orang tua William.


Sampai di sana giliran Michael di angkat dan di gendong oleh Papa William.


"Ma, kalau kita punya cucu seperti mereka rumah kita pasti akan ramai dan menyenangkan." kata Sebastian.


" Terima kasih nak Sheren sudah menerima bocah nakal ini, papa dan mama akan selalu mendukung kalian." Ucap Rena, dia memeluk Sheren dan welcome dengan calon menantunya yang cantik, lucu dan kaya raya.


"Kapan nih Will, kita datang ke rumah orang tua Nak Sheren, papa sudah tidak sabar nih mau berbesan dengan mr Rafi." Kelakar Sebastian.


" Ikut kata Sheren saja pa, ma, kita juga harus menyesuaikan dengan jadwal keluarga Sheren." jawab William.


" Iya om, nanti Sheren akan bicarakan ke papa dan mama kapan mereka siap." jawab Sheren.


Setelah acara selesai, akhirnya merek foto bersama, Twins mendapat keluarga baru, kakek dan nenek baru yang sangat menyukai mereka, bahkan mendapat kenalan baru.


Kedua bocah itu seperti aktor dadakan saja yang langsung terkenal di kalangan anak anak kampus.

__ADS_1


" Lihat deh keponakan kamu itu, dalam waktu singkat mereka terkenal di sini." Bisik William


"Hehe, dulu tidak seperti itu, mereka sulit sekali berinteraksi dengan orang luar, tapi sekarang sudah berubah 180 derajat, itu semu berkat seseorang,tidak cuma mereka tapi semua keluargaku, bahkan keluarga Aditama yang terkenal dingin kini jadi hangat dan mengasyikkan." jawab Sheren.


Tiba tiba saja terdengar teriakan Twins di antara para mahasiswa tersebut.


"Paapaaaa, mamaaaa toloooong." teriak keduanya. William dan Sheren segera menghampiri si kembar dan melihat apa yang terjadi.


" kenapa sayang?" tanya Sheren dengan panik.


" Tolong kak, bisa bisa pipi kami hilang dan hidung kami jadi seperti pinokio karena ulah kakak semua ini." Adu Michael sambil cemberut.


" Iya pulang saja yuk, laper nih belikan kami makan yang enak." ajak Kedua bocah itu.


" Oke mau makan dimana?" tanya William.


" Nanti dulu kami sebutkan takutnya fans baru kami kami ngikut om." bisik Mike dengan narsis.


" Oke oke, tuan muda lets go kita borong makanan sesuai keinginan Mike dan Michael." jawab William.


Mereka segera pergi dari kampus William dan Sheren, sementara kedua orang tua William sudah pulang dari tadi, setelah foto bersama mereka segera pulang, untuk mempersiapkan acara syukuran atas keberhasilan putra mereka nanti malam.


William membawa Twins ke restoran ikan, mereka bisa mancing dan menikmati hasil pancingan mereka, bahkan langsung mengolahnya sendiri, untuk bumbu tetap dari Resto.


Twins sangat gembira, karena William tahu saja tempat tempat yang bisa mengembalikan Mood mereka, yang sejak tadi masih dongkol dengan ulah teman teman William

__ADS_1


__ADS_2