Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 83


__ADS_3

Laksmi sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah, Ramon juga sudah meminta Andi untuk menyiapkan pesawat mereka menuju ke Jakarta, Ramon sudah tidak sabar lagi, untuk membawa putri dan cucunya pulang ke rumah.


Semua persiapan sudah Ira dan Nila siapkan sejak pagi tadi tinggal menunggu Laksmi pulang saja.


Sore itu setelah berpamitan dengan para tetangga dan oak Rt , laksmi dan seluruh keluarga kecilnya berangkat ke Jakarta, tanah kelahiran Laksmi, serta rumah masa kecil nya.


Berat rasanya meninggalkan tempat yang membesarkan dia serta menjadi lahan hidup mereka selam ini. Andi sudah mendatangkan beberapa mobil Alphard, membawa keluarga itu, Laksmi Budi Ramon serta Andi berada dalam satu mobil, Ahmad, nila, Ira dan anak anak juga semobil, tapi mobil mereka ternyata mobil hiace yang di modifikasi, disana full musik, tv dan vidio, kursi di belakang. berubah menjadi kasur yang empuk, jadi nyaman untuk bermain d


serta nonton.


"Mas ini mobil apa tempat hiburan ya, wah kasurnya juga empuk, tv nya juga gede ya."Ucap Nila dengan kekagumannya.


" Iya mbak, benar, anak anak supaya nyaman kan perjalanan kita lama ke surabaya, jadi lihat mereka tidak bosan kan." tunjuk Ira pada keempat anak yang asyik bernyanyi.


" Nanti setelah ini, kita akan naik jet pribadi milik kakek mbak, jadi tidak perlu antri beli tiket fan nunggu jadwal penerbangan."


"Maksud kamu, pesawat pribadi Ir, kakek punya pesawat sendiri maksud kamu?" Heran Ahmad.


" Iya mas, ternyata Kita ini keturunan orang kaya lho mas, tidak pernah menyangka ya sebelumnya." Jawab Ira.


" Trus nanti kita akan ngapain saja di sana ya?"beran Ahmad, apa yang di lakukan orang kaya dalam kesehariannya.


"Kehidupan mereka lebih rumit kak dari apa yang kita bayangkan, kita orang desa paling lihatnya, orang kaya itu seperti di Tv tv, rumah bagus, mobil mewah, bekerja dengan memakai jas mahal, ada yang membawakan tasnya seperti kakek, bahkan pergi kemanapun dengan membawa pengawalan yang ketat."ucap ira.

__ADS_1


" Iya memang begitu kan, trus mau bagaimana lagi?" heran Nila.


" Tanggung jawab mereka besar kak, nanti mas Ahmad pasti akan mengalami hal Itu, kakek akan menyiapkan mas Ahmad sebagai Pemimpin Pt Angkasa, dan Tanggung jawab akan semua karyawan ada di tangan Mas Ahmad nantinya." Jawab Ira.


" Sebagai pemimpin perusahaan, kita harus menjamin kehidupan seluruh karyawan, bahkan ratusan hingga ribuan." Jawab Ira.


"Lha terus bagaimana, lha masmu cuma tamatan SMA apa bisa mengemban tugas berat itu." Takut Nila.


" Kakek pasti punya persiapan yang matang soal itu, dan Kita harus yakin kalau mas Ahmad pasti bisa mbak." Ira menenangkan hati Kakaknya supaya tetap optimis.


Ira mengalihkan perhatian Nila dan Ahmad dengan membuka game untuk anak anak, dan ikut bernyanyi dengan mereka supaya suasana menjadi hidup dan tidak tegang.


3 jam Mereka menempuh perjalanan hingga akhirnya sampai di bandara internasional Juanda.


"Kek, ini Pesawat apa hotel, ada kamar tidur, ruang makan, dan semuanya ada di sini, sudah seperti sebuah rumah saja, bahkan bisa terbang." Kata Ahmad penuh dengan kekaguman terhadap apa yang di miliki kakeknya itu.


Apa lagi Alvian dan Iwan, mereka berlari kesana kemari memeriksa semua yang ada di dalam pesawat itu.


" Kalian ini, persis mbak Ira, waktu pertama datang ke rumah, semua di buat kagum, santai aja mas, kan ini punya kakek kita, jadi kita bebas bermain disini, ayo aku tunjukkan yang seru seru mas." Michael mengajak Alvian dan Iwan ke sebuah mini bioskop, mereka bermain disana, tanpa mempedulikan apa yang para orang tua lakukan.


Pesawat terbang menuju ke Jakarta, selama 2 jam. Dan mendarat di Halim perdana kusuma, Ramon memilih mendarat di sana supaya tidan terlalu Ramai dan cepat sampai di kediaman Ramon.


Iring iringan Mobil mewah, menyambut kedatangan mereka, kira kira ada 10 mobil Mercedes yang menjemput Laksmi beserta keluarga, dan langsung menuju ke kediaman Ramon, Twins tidak ikut, karena kakek dan neneknya sudah menjemput mereka, jadi kali ini, Twins harus berpisah sementara waktu sebelum Papa mereka menikahi Ira.

__ADS_1


" Mbak Ira, besok kami boleh main kan ke rumah kakek?" tanya Michael.


" Tentu saja sayang, kalian boleh kapanpun bermain di sini." Ucap Ira menghibur kedua bocil tersebut.


" Ir, oma pulang dulu ya, nenek sungguh tidak menyangka, kalau kamu adalah cucu tuan Ramon yang sesungguhnya, bukan perempuan sombong tersebut, selamat ya nak, ibu dan keluargamu bisa berkumpul lagi bersama kakek." ucap Tulus Mila sambil membelai rambut Ira.


Mila pergi membawa Twins, sedang Ira ikut kakek Ramon, karena mulai dari sekarang Ira tidak bekerja lagi sebagai pengasuh Twins.


Mobil mewah yang membawa mereka akhirnya sampai di sebuah mansion mewah, Laksmi menitikkan air matanya, karena mansion itu masih terlihat sama seperti 40 tahun yang lalu, baik dari cat, susunan dan semua posisinya masih sama.


" Pa, rumah ini?" heran Laksmi.


" Semua masih sama seperti dulu, papa sengaja tidak mengubah sedikitpun yang ada di rumah ini, masih seperti dulu, ayo masuk." Ramon menuntun Laksmi masuk ke dalam mansion yang luas dan mirip seperti sebuah istana pada zaman dulu.


Budi yang syok melihat begitu kaya orang tua Laksmi, badannya lemas sampai ingin pingsan, untung ada Ahmad di sampingnya yang segera memegangi ayahnya supaya tidak ambruk.


" Ayah kenapa?" tanya Ahmad.


" Apa ayah sedang bermimpi nak, tempat apa ini, istana siapa ini?"Tanya Budi.


" Ahmad juga seperti mimpi yah, bahkan kita seperti berada di dunia dongeng saja."Jawab Ahmad.


" Panji, atur semua kamar putriku serta suaminya, dan juga kamar cucu cucuku!" Perintah Ramon pada kepala rumah tersebut.

__ADS_1


"Siap tuan besar, semua kamar untuk nyonya Laksmi dan tuan Budi, serta kamar tuan muda beserta istri, kamar nona Ira serta kamar tuan muda vian dan Iwan sudah siap tuan besar." Jawab Panji dengan tegas.


__ADS_2