
Dave menutup sambungan telponnya dengan nafas lega.
"Bagaiman Dave?" Tanya Mila.
" mereka ada di penjual bakso bakar itu ma, dan Twins malah asyik bakar bakar di sana." jawab Dave sambil menunjuk gerobak bakso yang tidak jauh dari mereka berdiri.
Iwan dan Alfian mendengar kata bakar bakar langsung menyusul Twins dan bergabung dengan Mereka. Abang bakso membiarkan saja aksi anak anak orang kaya itu, karena sudah merek borong semua baksonya.
" lucu anak anak ini, baru kali ini gue lihat anak anak orang kaya mau berkotor kotor seperti ini sri." Ucap P San pada istrinya.
" Biarkan saja pak, mungkin di kira mainan seru, hihihi." Kiki Sri istri San.
Semua keluarga yang kecapean membagikan seribu sembako itu langsung menyerbu bakso bakar pak San, bahkan membeli tikar dulu untuk duduk mereka sambil menunggu bakso siap.
"Astaga, Mike, Michael, iwan, fian. Lihat muka kalian seperti kucing garong saja." ledek Dave.
Keempat bocil itu malah tertawa dan bernyanyi dangdut ciptaan Alfian
" Kelakuan si kucing garong, bikin bakso di
bakar bakar." Sambil bergoyang dan terus membakar pentol pentol itu dan membelahnya.
" Hahaha, lihat Dave anak kita, kenap jadi seperti itu." Ahmad yang baru sampai menertawakan keempat bocil kurang kerjaan itu dan menjadi bahan tertawaan Mereka.
" Sudah pa tidak usah meledek duduk dan manis lalu rasakan masakan empat koki ganteng ini." Nawab Fian.
" Ganteng darimana, seperti hantu begitu." ledek Ahmad.
__ADS_1
Fian menoleh ke arah Iwan, lalu ke Mike dan Michael, dia jadi tertawa ngakak melihat muka mereka yang terkena abu pembakaran Tersebut dan hitam hitam.
" hahaha, kenapa wajah kalian sudah seperti pantat kuali." ngakak Fian yang tidak melihat mukanya sendiri lebih parah.
" sialan lo bang, lihat sendiri muka lo, woi seperti monyet beranak begitu." jawab Iwan yang tidak terima, dan akhirnya mereka ngakak bersama sama.
Mike punya ide jahil, dia berbisik pada Iwan dan Michael, dan Iwan berbisik pada Fian, mereka akan mengerjai papa mereka.
Sementara Willian dan Sheren sudah pulang duluan tadi.
" Ya sudah sana cuci muka, dan bergabung makan!" perintah Ahmad.
Keempat bocil itu meletakkan alat alat mereka dan menyerahkan ke pak San lagi, untuk cuci muka, tapi bukannya cuci muka yang mereka lakukan, saat Dave dan Ahmad lengah, mereka menuju ke arah papa mereka dan mendusel ke arah mereka, Twins menciumi Dave yang baru saja duduk di samping Ira, al hasil Muka Dave sudah mirip seperti Twins.
" Hahaha, muka papa lucu sekali, makin ganteng deh." Kata Ira yang mengacau.
" Dave kenapa muka lo ikut ikutan Seperti twins, wek." Ledek Rafi.
" Hi rasain, emang enak." Dengus Dave.
" Ampun pa, ma tolong Mike, hahaha."
" tolong Michael juga, hahaha, geli pa."
" Sudah lah pa, sana gih ketiganya cuci muka, atau begitu saja, supaya makin ganteng iya kan ma, pa, kek." kata Ira.
Ramon sedari tadi cuma tertawa ngakak dan mengambil gambar lucu tersebut, sementara Ahmad masih mengejar kedua anaknya yang sudah keburu kabur.
__ADS_1
" Pa kita foto dulu yuk sambil kenang kenangan, mike mengedipkan sebelah matanya mengkode Dave sambil melirik ke arah Ira.
Dave yang faham langsung mengiyakan dan meminta kakek Ramon untuk memotret mereka.
" Ayo ibu ratu kita foto bersama!" Ajak Mike.
Dengan polos dan tidak menaruh curiga sama sekali ,Ira bergabung dengan Dave dan Twins serta ikut berpose, tapi apa yang terjadi, ketiga pria. berwajah loreng itu mengerjainya, hingga tercipta Foto yang unik dan lucu lucu.
"Dasar keluarga aneh, mimpi apa kakek dulu bisa punya cucu dan cicit aneh seperti kalian, hahaha, dan Twins jungle itu sebaiknya di ganti nama family jungle, kalian sudah mirip tarzan, nanti kakek kirim ke hutan." Perut Ramon sedari tadi sudah sakit akibat tertawa terlalu lama.
Ahmad yang mengejar kedua anaknya tadi juga sudah menyerah, tenaganya masih kalah dengan anak anak.
Penjual bakso bakar tersebut mendapatkan rezeki nomplok, tidak cuma bakso mereka di borong habis, mereka juga mendapatkan bantuan sembako dan sedikit modal supaya pak San bisa membuka kedai bakso, mereka janji yang akan meramaikannya untuk pertama kalinya.
" Ini ada rezeki dari saya dan istri pak, tolong gunakan uang ini dengan baik, untuk memajukan usaha bapak, bapak sewa ruko atau apa begitu supaya lebih maju dan higienis pak." Kata Dave.
" Terima kasih tuan, bantuan tuan sangat berarti bagi kami, semoga berkah dan manfaat ya tuan, semoga rezeki keluarga tuan makin lancar, keluarga bahagia, kandungan istrinya juga sehat, melahirkan dengan selamat dan anak anaknya menjadi anak anak yang sholeh dan sholehah." Pak San mendoakan keluarga Dave dengan yang baik baik.
" Aaamiin, Terima kasih." jawab Dave dan Ira.
" Baru pertama kali ini selama kami berjualan do sini melihat keluarga konglomerat yang tidak canggung makan di pedagang kaki lima seperti kalian, bahkan anak anak malah dengan asyiknya membantu saya." Jawab San.
" Bukan membantu tapi merecoki lebih tepatnya pak." jawab Ira.
Mereka pamit dan kembali ke rumah masing masing dengan perasaan puas, walaupun capek tapi tidak terasa sama sekali.
Malam itu, Dave mendekap Istri cantiknya dengan lembut dengan penuh cinta, dia memainkan rambut Ira yang sesekali menutupi matanya karena gerakan tak sadar bumil tersebut, Dave juga memainkan wajah ayu dan polos tersebut, yang belum ternoda make up make up yang aneh aneh.
__ADS_1
Ira bilang kalau memakai make up tebal rasanya kaku seperti memakai topeng, dia mau bermake up hanya untuk acara acara khusus, dengan tipis tipis saja.
" Aku tidak menyesal walau terlambat menemukanmu sayang, biarlah terlambat daripada tidak sama sekali, kau cantik luar dan dalam, i love you." Dave mengecup kening Ira lalu ikut larut dalam mimpi.