
Dave juga menyadari hal tersebut. Kenapa seorang Isabella rela memohon pada orang yang paling di bencinya, kalau tidak ada maksud tersembunyi.
" Dave lihatlah kelakuannya, dia sangat tidak sopan dengan orang yang statusnya lebih tinggi dari dia, kelas pembantu saja mau menceramahi majikan, inikah yang kau pilih untuk menjadi istrimu dan ibu dari anak anakku, bisa bisa mereka jadi kampungan seperti dia Dave." Bella merajuk dan mengadu pada Dave dengan nada yang sangat manja.
" Benar apa yang di katakan Ira, apa maksud kamu sebenarnya?" Kata Dave.
"Pak Dave sebaiknya twins di ajak jalan jalan dulu saja, supaya mereka tidak mendengar terus perseteruan papa dan mamanya." Bisik Ira.
Lalu Dave memanggil Darius, supaya mengajak Twins berkeliling dulu,sementara kedua orang tuanya menyelesaikan persoalan mereka.
" Darius, kamu ajak Twins jalan jalan dulu, kami masih ada urusan penting sebentar, dan bawa twins kemari saat makan siang!" Dave memerintahkan Darius untuk membawa twins dulu.
"Silahkan duduk nyonya, dan katakan apa sebenarnya yang anda inginkan?" Kata Ira, dia juga membuatkan teh untuk ketiganya.
Bella duduk di sofa, sambil membenahi pakaiannya, dia juga menurunkan Bagian atas bajunya, sehingga dadanya menyembul ke atas,supaya Dave melihat dan tergoda nantinya.
" Tidak ada maksud apa apa Dave, aku cuma ingin memperbaiki semuanya, ternyata memang kamulah pria terbaik untukku, dulu aku memang buta, tidak melihat dirimu yang lain, kau juga menyembunyikan ketampananmu du balik kacamata itu, dan kamu bisa sesukses ini dengan usahamu sendiri, beda dengan brian perusahaan itu ternyata milik keluarga. Aku juga butuh twins untuk mendapatkan warisan kakek, dia tidak mau menandatangani pembagian warisannya, hanya kepada buyutnya kakek mau menyerahkannya." Akhirnya Bella may jujur mengenai warisan itu.
" Ternyata kau memanfaatkan anakku hanya untuk mendapatkan harta kakekmu, dan otakmu itu sudah di penuhi dengan uang uang dan yang Bel." Jawab Dave.
" Uang, harta itu sangat penting Dave, lo tahu sendirikan gaya hidup gue, dan itu tidak bisa di rubah, asal lo tahu saja, kenapa gue tidak mau mengakui mereka. Sekarang gue akan jelaskan semua pada lo, memiliki anak itu sangat merepotkan, apalagi waktu hamil, melahirkan, itu menyiksa banget, laki laki sih enak, tinggal nungging saja tidak hamil. lalu harus menyusu, itu akan membuat tubuh gue melar, lo tahu tidak uang kompensasi yang lo berikan itu tidak cukup untuk melakukan operasi." Kesal Bella.
" Dan sekarang gue mau meminta timbal baliknya, kalau kakek memanggil twins dan menandatangani pembagian warisan itu, gue yang harus jadi walinya, jadi gue yang akan mengelola semuanya sebelum mereka Dewasa, itu saja kemauan gue, dan setelah itu, gue tidak akan mengganggu kalian lagi." kata Bella.
__ADS_1
" Aku dan anak anak tidak membutuhkan uang atau warisan dari keluarga kamu, dan gue akan menuruti semua yang kamu katakan tadi, tapi kamu juga harus berjanji padaku tidak akan mengganggu kami lagi dan tidak menemui dan merayu twins lagi, mereka akan menganggap ibu kandung mereka telah mati.
"Jawab Dave dengan tegas dan jelas, karena tanpa warisan apapun dari keluarga Bella, hidup Twins tidak kekurangan suatu apapun.
" Oke Deal, gue setuju nanti gue hubungi waktunya dan apa saja yang harus lo dan twins harus lakukan nantinya." jawab Bella.
" Hem." jawab Dave singkat.
Bella kemudian pergi begitu saja tanpa pamit ataupun berterima kasih pada Dave.
" Jadi dia dari tadi drama, pakai menyesal kek ini kek, hanya karena harta kakeknya akan di berikan pada Twins." Heran Dave. Lalu dia menyandarkan tubuhnya di sofa ruangannya.
" Uang bisa membuat manusia kalap, apalagi sejak kecil dia sudah bergelimang harta." Imbuh Ira.
Dave baru sadar, sebenarnya apa tujuan Ira dan twins datang ke kantor tadi, dan Dave melihat Rantang di meja yang berada di depan mereka.
" Iya pak." jawab Ira.
" Tadi kalian datang kemari pasti ada sesuatu hal, apa itu hem? dan apa isi rantang itu?" Tanya Dave dengan lembut.
Dave merapatkan dirinya di samping Ira dan meniup rambut yang terdekat dengannya.
Bulu kuduk Ira langsung meremang akibat ulah Dave.
__ADS_1
"i itu ,biar twins yang menjelaskannya." jawab Ira gugup.
"Sayang." Dave meraih tangan Ira.
" hem." jawab Ira, dia menetralkan jantungnya. rasanya berbeda sekali kalau dia dekat dengan Dave, daripada dengan Deni atau pacar pertamanya dulu di kampung. Pesona duda keren dua anak ini sungguh dominan.
" Setelah ulang tahun twins, aku akan melamar kamu langsung kepada kedua orang tuamu, sudah tidak sabar abang ingin segera menghalalkan adik cantik ini." Kata Dave dengan serius, Dave memegang pundak Ira dan mengarahkan ke hadapannya sehingga muka mereka saling bertemu.
Muka Ira memerah menahan malu.
" Ya khumaira, pipi yang kemerah merahan, maukah kamu menikah dengan ku, menyempurnakan ibadahku, menjadi istri dan ibu anak anak ku, menemaniku dalam keadaan suka maupun duka, menerima segala kekuranganku." Ucap Dave dengan lembut.
Dave memegang dagu Ira, yang tadinya masih selalu menunduk malu.
" Pak, apakah aku bermimpi, kalau iya bangunkan aku dari mimpi indah ini, seperti waktu di labirin itu, a aku bermimpi di gendong seorang pangeran, eh ternyata pangeran yang dingin dan cuek." Jawab Ira.
" Ir, jangan bercanda." Ucap Dave
Ira menggigit bibir bawahnya dan terlihat begitu seksi di hadapan Ira, Dave mendekatkan wajahnya ke arah Ira, dia sangat gemes dengan bibir yang terlihat menggodanya.
Hembusan nafas Dave semakin terasa. Ira mulai memejamkan matanya. Tapi eng ing eng. Duo bocil itu sudah kembali saja ke ruangan Dave
" Pa, tadi..." Mike menghentikan kata katanya, demikian juga Dave dan Ira, mereka cepat menjauh dan merapikan diri.
__ADS_1
" I iya sayang , sini nak!" ucap Dave.
" Papa dan mbak Ira pacaran ya "Ucap keduanya dengan keras.