
Setelah memberi Jeruk peras, Ira mengajak mereka pulang saja, tapi bocah bocah itu masih belum mau pulang.
" Mbak siapa cowok jelek dekat mbak Ira tadi?" tanya Mike.
" Oh, mereka teman lama mbak Ira, kenapa sayang?" Heran Ira.
" Aneh saja, tadi orang itu disana sma pacarnya tapi tiba tiba kok sama mbak Ira, kita kerjain aja yuk." kata Mike.
" Memangnya apa yang harus kita lakukan pada dia, namanya Deni itu." Jawab Alvian.
Mike membisikkan sesuatu pada Alvian dan yang lainnya.
" Kita kerjain saja perempuan yang sembunyi di balik pohon itu, dengan memberinya ulat bulu, atau ular ijo, kata mbak Ira di kampungnya banyak ular ijo di sawah, terus cowok itu juga, bagaimana kalau kita buay seolah olah ngompol." Usul Mike untuk mengerjai Deni dan Vania biar kapok.
" Boleh, aku akan mencari ulat bulunya, Iwan dan Mike tangkap ularnya, lalu Michael ambil Air dan selangnya." Alvian membagi tugas pada semuanya.
"Lalu tugas mbak Ira apa nih?" Goda Ira yang membiarkan saja mereka mengerjai Deni.
"Tugas mbak Ira bikin baper saja tu mantan."Kata Mike.
"Oke deh, kalau sudah siap kode mbak Ira ya."Ira jadi ikut ikutan menjalankan tugasnya, mau melihat ekspresi mereka masing masing.
Alvian begitu mudah mencari Ular bulu, di sekitar lapangan ada pohon alpukat yang kebetulan banyak ulatnya , Iwan dan Mike juga menangkap Ular ijo yang nyasar di pinggir pematang sawah dekat Lapangan, kedua bocil itu tanpa takut menangkap ular yang di kenal tidak memiliki bisa itu, lalu memasukkannya ke dalam jantung, Michael juga sudah siapa dengan perlengkapannya.
Ira kembali ke Tempat duduknya semula, masih ada Deni dan Winarti yang masih mengobrol.
__ADS_1
" Itu tadi anak majikan kamu Ir, wah ganteng banget, bapaknya pasti ganteng juga nih." Ucap Winarti yang belum tahu berita heboh tempo hari itu.
"Mau tahu, tapi dia sudah ada yang punya." Ucap Ira Lirih.
" Hehe, aku bukan pelakor juga kali, cuma pengen tahu doang, kamu ada foto atau apa gitu, secara kamu kerja sama dia." Kepo Winarti.
Ira mengambil hpnya dan membuka galeri, mencari gambar Dave yang sedang bersantai.
"Nih, namanya Dave."Ira menunjukkan Foto Dave pada Winarti eh si Deni malah ikutan nimbrung melihat juga.
" Wih, ini sih opa opa korea Ir, benar itu orangnya, kalau itu sih jadi istri kedua atau ketiga juga mau aku." Winarti malah ngoceh ndak jelas, si Deni juga panas melihat Wajah Dave, karena Deni juga mendengar kalau Dave itu calon suami Ira.
"Jadi itu cowok baru kamu, duda 2 anak, alah paling paling dia cuma memanfaatkan kamu, untuk mengasuh anaknya, tanpa menggaji, pinter juga dia." Sewot Deni.
"Apa ,jadi dia duda, calon suami kamu ah yang bener Ir, nemu harta karun kamu, jangankan 2 anak 5-10 anak aku mau, dari pada tu si Deni, jadi pembokat Vania, di pecat dari kerjaannya gara gara mencuri mau bersaing dengan Dave yang udah ganteng, kaya, aku setuju Ir, daripada si pengangguran yang sok ini."Jawab Winarti dengan ketus.
Vania keluar dari persembunyiannya, tapi kakinya ada ular.
" Aaaarghh."Vania berteriak teriak berlari ke arah Deni, tapi malah bahunya yang tidak tertutup baju kejatuhan Ulat bulu, entah dari mana asalnya.
" Deni, Den tolong, ada ular, gatal, ih tubuhku gatal." Vania berteriak memanggil nama Deni.
Deni segera berdiri tapi celananya basar, bahkan mengeluarkan Air. Para pemuda yang melihatnya langsung menertawakan Deni.
"Haha, lihat dia duduk dekat 2 cewek cantik saja sudah ngompol, dan lha lihat, calon istrinya yang bahenol pasti cemburu, kasiah deh lo."Ejek beberapa pemuda yang tidak tahu klau Deni di kerjain.
__ADS_1
" Haha, malu tu malu banget dong." ejek yang lain.
Deni yang sudah malu banget, tidak cuma celananya basah tepat di area itu, dia juga di ejek teman teman sebaya yang kebetulan banyak banget berkumpul di sana demi menerbangkan layang layang. Deni segera pergi dari lapangan, tanpa mempedulikan Vania yang kegatelan dan ketakutan melihat Ular.
" Deni, brengsek kamu main tinggal saja, ah gatel banget lagi."
"Eh neng Vania yang seksi, di tinggal ya sama abangnya, mau di antar tidak?" Goda salah satu pemuda di sekitar sana.
" Huh."Sewot Vania sambil terus menggaruk Lengan dan badannya.
Vania langsung berlari sambil terus menggaruk badannya yang gatal. pengen segera mandi.
Ira juga mengajak Twins dan kedua keponakannya pulang kerumah.
" Mbak Nila, besok kira kira ibu pulang jam berapa ya?" Tanya Ira pada kakak iparnya.
"Kata masmu, kemungkinan sore, ada kakek, ayah dan masmu yang akan mengurus kepulangan Ibu, kita diminta menunggu di rumah saja, dan menyiapkan barang barang yang harus kita bawa ke rumah kakek di Jakarta.
" Kalau soal itu, kita tidak usah bawa barang, bawa beberapa pakaian ganti saja, nanti kita bei di sana mbak, Asisten kakek pasti sudah menyiapkan semuanya, mbak Nila tahu tidak kalau kakek itu pemilik perusahaan real easted terbesar di negara kita, jadi kita bisa dong memanfaatkan sedikit saja uangnya untuk belanja pakaian." Bisik Ira lirih.
" Dasar matre."Sindir Nila.
" Tidak apa apa mbak sama kakek sendiri, hhahaha." Nila melempar Ira dengan lap meja yang di pegangnya.
"Makan tu, lap kotor haha." ejek Nila.
__ADS_1
Ira membantu Nila menyiapkan makan malam untuk mereka dan sebagian akan di kirim ke rumah sakit.