
Dave terharu dengan usaha kedua putranya, selama ini dia larut dalam penyesalan, tapi ternyata Dave memiliki dua malaikat yang di kirim tuhan untuk membahagiakan dan mewarnai Hidupnya.
" Papa jadi penasaran, bagaimana bentuk kue buatan my boys ini." Jawab Dave semangat.
" Papa tidak marah kan?" tanya Mike.
" Marah, buat apa, justru papa sangat bangga dan sudah sabar menikmati kue buatan putra papa yang ganteng ganteng ini." jawab Dave sambil mencubit pipi kedua bocah ini.
" Tapi mbak Ira yang paling banyak membuatnya pa, dia hebat banget lho, pinter masak, cantik, pinter sayang sama anak anak." Kata Michael sambil mengedipkan matanya pada Mike.
"Dan dia istri idaman banget pa." imbuh Mike.
Dave dan juga Ira kaget mendengarkan pernyataan Mike.
"Mike, siapa yang mengajarimu." ucap Dave sambil menoleh ke arah Ira. Ira segera menggelengkan kepalanya.
" Enggak pak, saya tidak pernah mengajari hal hal seperti itu, sungguh." Ucap Ira, dia membela dirinya yang memang tidak pernah mengajari hal hal yang berbau dewasa.
"Jangan menyalahkan mbak Ira pa, ini sua oma yang bilang." Jawab Mike.
Dave memutar bola matanya jengah, heran apa saja yang mama ajarkan pada mereka.
Sementara di lobi Ruly mengurus Resepsionis songong tadi. Nita masih meringis kesakitan karena pantatnya terjatuh dengan keras
" siapa nama kamu?" tanya Ruly dengan suara berat dia.
" Nita pak, eh kenapa tuan Dave malah menolong kurir makanan tadi, dia itu yang salah pak, kurir saja mau merayu tuan Dave." Jawab Nita dengan kesal.
" Saya tadi tanya apa?" Geral Rully
__ADS_1
" Nama pak, tapi..."
"Tidak ada tapi tapian mulai hari ini angkat kaki dari perusahaan ini, dan kamu Diana sebagai senior seharusnya kamu ajarkan tata krama terhadap tamu."Marah Ruly.
"Iya pak, maaf Nita bilang mereka berteman, jadi saya fikir mereka teman akrab." Jawab Diana membela diri, dia tidak mau terseret dalam masalah Nita.
" Eh pak, anda ini cuma Asisten, apa hak anda memecat saya."Jawab Nita dengan wajah sombongnya.
" Saya memang seorang asisten tapi keputusan saya di akui oleh seluruh karyawan di sini." Jawab Ruly.
" Tapi pamanku juga manager disini, kita lihat saja siapa kamu asisten berani beraninya, membuat keputusan tanpa sepengetahuan manager personalia, atau HRD. " Jawab Nita.
" Oh ya panggil Bayu kemari!" perintah Ruly dengan keras.
Diana yang berada di dekat sana langsung menghubungi Bayu, manager personalia, yang tidak lain adalah paman Nita. Nita begitu sombong di karenakan dia punya orang berpengaruh di sana.
" Bayu yang ada di ruangannya langsung ke bawah menemui Ruly.
" Apa perempuan ini orang anda?" tanya Ruly sambil menuding ke arah Nita.
" I iya tuan, dia keponakan saya, maaf tuan dia belum berpengalaman, dan saya akan mengajari dia supaya lebih baik, apa dia membuat masalah dengan anda.?" penasaran Bayu.
" Saya baru saja memecat dia, tapi katanya saya tidak berhak memecatnya sebelum mendapat persetujuan dari anda."Jawab Ruly
" Apa yang dia lakukan hingga anda sendiri yang turun tangan tuan?" tanya Bayimu dengan perasaan cemas.
"Tidak ada masalah dengan saya, tapi dengan nona Khumaira, dan Tuan muda twins M. perempuan bahkan mendorong nona lra." jawab Ruly.
" Bawa keponakan anda pergi atau saya sendiri yang akan menyeretnya keluar dari perusahaan ini." Ruly menegaskan sekali lagi.
__ADS_1
" Tapi pak, saya cuma mendorong Kurir makanan tadi, kenapa anda begitu marah dan memecat saya." Nita masih tidak terima kalau dirinya di pecat.
"Mau tahu, karena nona Khumaira itu pengasuh sekaligus calon istri tuan Dave, masih untung saya cuma memecat anda, tapi kalau tuan Dave yang memutuskan, beliau tidak cuma memecat anda, tapi juga mem blacklist nama anda." Kata Ruly dengan tegas. Dia cuma asal bicara saja, kalau Ira itu calon istri bosnya, habisnya dia geram sekali dengan perempuan songong tadi.
" Bayu urus sisanya!" Perintah Ruly pada bayu dan dia segera pergi dari lobi.
Sementara Nita masih berdiri mematung di tempatnya, ternyata Ira adalah calon istri bosnya, pantesan orang itu sangat marah.
Bayu segera meminta Nita untuk membereskan barang barangnya dan pulang.
Kembali ke Dave dan keluarga.
Lift terbuka di lantai 18 di mana ruangan Dave berada. Darius meletakkan Kotak kue dan rantang makanan itu di ruangan Bosnya dan dia segera kembali ke tempatnya.
Dave keluar dari lift dengan menggandeng kedua putranya sementara Ira, berjalan tertatih keluar dari lift, Ira merambat ke dinding dan berjalan melompat dengan satu kaki.
Mike dan Michael menoleh ke arahnya dan menepuk jidat mereka.
" Pa, bantu mbak Ira, pasti kakinya sakit banget itu!" Pinta Michael.
Dave yang tidak telaten melihat cara jalan Ira, kembali mengangkat tubuh itu berjalan ke ruangannya.
Ira mengalungkan kedua tangannya ke leher duren itu, di tatapnya wajah tampan tanpa cela itu, dengan seksama.
" jangan dilihat sampai segitunya, aku memang tampan." Jawab Dave tanpa menoleh ke arah Ira sedikitpun.
"Ya Allah, kalau boleh,saya ingin sembunyi jauh jauh dari sini.rasanya malu banget "Batin Ira.
" Tidak perlu mengumpat juga, aku tahu kok kalau kamu terpesona kan?" Bisik Dave kemudian.
__ADS_1
"Pak, jangan narsis ya." Jawab Ira salting