Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 126


__ADS_3

Bella segera bergegas menuju ke toilet, membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat, selama ini Bella selalu menjaga kulit dan tubuhnya dengan baik.


Sekarang, jangankan merawatnya dengan baik, malah di suruh bekerja seperti seorang pembantu dan orang kelas menengah ke bawah.


Sesampainya Di kamar mandi, Bella segera mencuci tangan dan hendak mandi, tapi telapak tangannya perih serta luka luka.


" Auh perih, rasanya juga kaku, bagaimana mau mandi kalau perih begini, tapi kalau tidak mandi, rasanya tidak nyaman dan lengket." gumam Bella.


Bella nekad untuk mandi meski perih melanda, apalagi di lututnya, Bella segera ke selnya untuk memeriksa mengganti perban dia. Bella membuka perban yang menutupi lututnya , ternyata ada 2 jahitan yang terbuka. disana. Bella tidak berani melapor, dia mengobati sendiri lukanya supaya kering lalu menutup kembali kakinya.


Malam itu, Bella merasakan badannya sakit semua, apalagi tangan dan kakinya, dia merasa kedinginan, tubuhnya juga menggigil, sementara tangannya ngilu dan kaku, tapi Bella masih terus menulis bukunya, dia tidak mau menunda nunda lagi pekerjaannya, karena jam 9.30 adalah sidang perdananya.


Bella terus menulis dan menulis, tanpa mempedulikan apa yang di rasakannya saat ini.


Jam 4 pagi, Bella menyelesaikan kisahnya dan akhirnya di pingsan. Belum ada yang mengetahui kalau Bella pingsan sementara petugas akan berkeliling jam 5 pagi untuk membangunkan semua napi dan membuka kunci sel mereka untuk melakukan aktivitas pagi.


Tepat jam 5 pagi, petugas membuka pintu sel Bella dia melihat Bella masih meringkuk di tempatnya, tidak biasanya Bella belum bangun di jam segini.


" Bel, Bella bangun." Panggil petugas, bahkan sampai tiga kali panggilan Bella tetap pada posisinya. Petugas tersebut menjadi khawatir dan mendekati Bella, dia memegang bahu Bella dan mengguncangnya perlahan, masih tidak ada respon. Akhirnya petugas tersebut memeriksa kondisi tubuh Bella, padannya sangat panas, dan pucat. Petugas tadu juga memeriksa denyut nadi Bella, dan hasilnya masih berdetak.


" Badannya panas sekali, dan dia pingsan ternyata." Batin Petugas. Petugas tersebut segera berlari keluar meminta bantuan. temannya serta menghubungi tim medis.


Petugas dan seorang yang lain kembali ke sel Bella, memberikan pertolongan pertama pada Bella, mencoba menyadarkannya.


" Bu bagaimana ini kanapa belum sadar juga dia?"


" Kita Usaha terus sebelum dokter dan ambulan datang, dan beri dia kehangatan."

__ADS_1


Dua Petugas tadi membaluri semua tubuh Bella dengan minyak, memakaikan selimut padanya lalu menggosok gosok telapak tangannya, bahkan menepuk nepuk pipi Bella, tapi Bella tidak mau bangun juga, dia seperti sebuah mayat saja.


Tak berselang lama, Dokter beserta Ambulan datang, mereka memasang infus dan alat pernafasan pada Bella lalu membawanya ke rumah sakit polri.


Polisi jaga segera menghubungi atasan mereka serta pengadilan melaporkan kondisi terbaru Bella. Mereka juga menghubungi nomer Dave dan memberitahukan kondisi Bella.


Pagi itu Dave dan Ira baru saja menyelesaikan ibadah mereka berjamaah, Dave sudah mau menjadi imam sholat Ira. Saat akan belajar membaca jus ama, ponsel Dave terus berdering.


" Siapasih pagi pagi sudah mengganggu saja." Gerutu Dave.


" Di angkat dulu mas, siapa tahu penting." Pinta Ira. Dave melihat siapa yang menghubunginya, tertera no lapas dimana Bella di penjara.


" Dari Lapas." Kata Dave.


Ira mengangguk dan meminta Dave untuk segera mengangkatnya.


" Halo, tuan Dave."


" Sidang Bella di tunda tuan, saat ini Bella di bawa ke rumah sakit polri keadaannya kritis."


"Apa Kritis, baiklah kami akan ke rumah sakir sekarang, terima kasih informasinya bu." Jawab Dave


"Ada apa mas, dan siapa yang kritis?" tanya Ira dengan panik.


" Bella, bella di bawa ke rumah sakit polri, keadaan dia kritis." Jawab Dave.


" Astaqfirullahaladzim, cobaan apalagi ini ya Allah." Dave memeluk istrinya dan menenangkan dia.

__ADS_1


" Kamu siap siap dulu sayang, dan mas hubungi kakek dulu." ucap Dave.


Ira menuruti kata kata Dave dan bersiap, sementara Dave menghubungi Ahmad, dia tidak mau mengagetkan kakek Ramon pagi pagi begini.


" Ada apa dave?"📲


" Sidang Bella di tunda kak, karena saat ini Bella kritis dan di bawa ke rumah sakit polri,tolong sampaikan ke kakek, aku tidak mau mengagetkan beliau pagi pagi seperti ini. Aku dan Ira sedang bersiap dan berangkat ke sana sekarang." Kata Dave.


" Iya aku akan memberitahu kakek dan menyusul kalian."📲


Dave memutuskan sambungan telponnya dan bersiap siap. Mereka minta ijin ke Mila, karena dan sekaligus nitip twins pada mereka


" Ma, kami nitip twins ya, kami akan ke rumah sakit Bella kritis." pamit Dave.


" Ya Allah, iya sayang kalian berangkat dulu, nanti kami nyusul, kamu chat ya perkembangan dia." Kata Mila.


" Baik ma, terima kasih ya ma." ucap Ira


" Iya sayang, ini juga tugas mama, kalian hati hati di jalan, dan Dave jangan ngebut." Mila mengingatkan anak dan menantunya untuk berhati hati .


Dave dan Ira segera ke rumah sakit tersebut, Bella Masih di tangani polisi, di luar terdapat dua polwan yang menunggu.


"Bu bagaimana keadaan kakak saya?" tanya Ira.


" Masib di dalam, dia kritis, suhu tubuhnya tinggi tapi badannya dingin, kami menemukan dia sudah pingsan dan tidak bisa di bangunkan. Jawab polwan.


Tubuh Ira, lemas dan segera di topang oleh Dave. Dave membantunya untuk duduk.

__ADS_1


" Padahal beberapa hari yang lalu dia bisa tersenyum dan tertawa, karena orang orang yang di sayanginya datang menemui dan memaafkan dia mas." isak Ira.


" Sabar dulu sayang, kita doakan supaya dia baik baik saja, dan bisa segera berkumpul lagi dengan kita." Kata Dave. Dia terus menenangkan Ira, hingga kakek serta kedua orang tua dan Ahmad tiba.


__ADS_2