Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 106


__ADS_3

Akhirnya tuan putri yang di tunggu sudah datang, Sheren begitu fresh dan nampak lebih muda dengan pakaian pilihan Mike.


" Nah tu, tuan putri sudah turun dari kahyangan, eh bukan dari genteng, hehe." kata Michael mengalihkan perhatian semuanya, terutama William.


Pemuda ganteng itu terpana melihat Sheren yang nampak cantik alami dengan penampilannya, bahkan senada dengan apa yang di kenakan nya.


Sheren juga memperhatikan William yang santai dan makin ganteng saja.


" cie cie yang couplelan." ledek Mike dan Michael bersamaan, menggoda Sheren dan William, sementara kedua bocah itu cekikikan sendiri. Sedang Mila hanya tersenyum melihat Sheren dan will malu malu sambil curi curi pandang. Akhirnya Mila mengambil jalan tengah supaya keadaan tidak terus tegang.


" Ayo sana berangkat, mumpung masih pagi, nanti antri lho." kata Mila mencairkan suasana.


" Ayo om, kak." ajak Mike dan Michael. William segera pamit dengan Mila dan mereka berangkat bersama, William menggandeng Michael sementara Sheren menggandeng tangan Mike.


" Sengaja lo ya?" tanya Sheren sambil berbisik.


" Iya, tapi keren kok, serasi seperti papa dan mama Ira." jawab Mike.


Sheren mencebikkan bibirnya ke Mike, sebenarnya dalam hatinya yang paling dalam dia sangat berterima kasih pada bocah ajaib itu. Twins memilih duduk di bangku belakang dan meminta Sheren duduk di bangku penumpang di samping William.


Jantung Sheren berpacu dalam melodi, sampai dia lupa memakai Sabuk pengamannya, tiba tiba William mendekatkan tubuhnya pada Sheren semakin dekat dan dekat, rasanya jantung Sheren seperti mau loncat dari tempatnya, dia sangat gugup, akan tetapi, ternyata William meraih sabuk pengaman di sisi kirinya dan memakaikan nya dengan benar.


"Nah ini baru benar." Ucap William.


Semua tak luput dari pandangan Twins, mereka seakan dewasa belum waktunya, Twins yang usil langsung menggoda Sheren.


" Salting nih ya" ejek Mike.


" Ya iyalah masak enggak." jawab Michael.

__ADS_1


" Mike, Michael, awas kalian ya." Teriak Sheren dengan kesal.


"Sudah sudah ayo kita berangkat." Akhirnya William menjadi wasit tante dan keponakan itu sambil tersenyum lebar, dia iri dengan kehidupan Sheren yang manja dan penuh warna, sepertinya interaksi keluarga Aditama sangat bagus, beda dengan dirinya yang anak tunggal, semua sendirian dan sepi.


" Sher!" Panggil Wil.


" iya kak." jawab Sheren.


" Ternyata keluargamu sangat hangat dan ramai ya, aku jadi iri melihatnya." kata William.


" Iri sama bocah bocah nakal itu, ih amit amit, yang ada mereka itu bikin darting." jawab Sheren.


" Enak aja, bikin darting, elo itu wle." kata Mike tidak terima.


" Mereka lucu sher, pasti ramai dan penuh warna, beda denganku yang cuma sendirian, sepi dan terasa hampa, kau akan merasa sangat kehilangan kalau nanti mereka tidak ada di sekitar kita, rasanya akan beda dan hampa." Jawab William.


" Iya kak benar, apalagi nanti kalau mereka ikut pindah ke rumah orang tua mereka, pasti sepi, apalagi mama dia pasti akan merasa sangat kehilangan." Jawab Sheren.


"Thank you boys, walau kadang kalian menyebalkan, tapi Kak Sheren sayang ponakan ponakan kakak." jawab Sheren dengan haru.


"Oke oke, jangan bersedih, kita kan mau bersenang senang, ayo mulai nyanyi saja, atau bermain." William kembali menjadi penengah mereka.


William mengemudikan mobilnya dengan santai sambil menikmati pagi yang indah itu, ternyata dugaannya benar, kalau gadis manja ini sangat baik dan lucu, mungkin gayanya saja yang centil tapi dia sangat dewasa.


Mobil William memasuki halaman Dufan, mencari parkir yang aman dan nyaman.


Sheren Membantu Wil membawakan keperluan Twins, lalu mengantri tiket masuk.


Meraka sudah mirip sebuah keluarga bahagia saja. Sampai sampai ada beberapa ibu ibu menghampiri mereka karena meras Iri dengan Interaksi keempatnya.

__ADS_1


" Wah neng, menikah muda ya? tapi ibu iri melihat kebahagiaan kalian, sudah jarang lho sekarang, seorang suami meluangkan waktunya untuk keluarganya, pertahankan ya neng." ucap Ibu Itu dan Sheren hanya mengiyakan saja kata kata ibu, tanpa mengelak atau membantah kata kata ibu tadi dia tak mau membuat ibu tadi kecewa karena, tebakannya salah.


" iya bu, terima kasih banyak ya, semoga dia selalu seperti ini terus, perhatian terhadap istri dan anak anaknya." jawab Sheren. William hanya tersenyum saja sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Setelah ibu tadi pergi, barulah keduanya tertawa cekikikan sambil menunggu Twins naik kuda kudaan.


" Apakah kita sudah mirip seperti keluarga bahagia ma?" goda William. Sheren mencubit pinggang Wil dengan gemas.


" auh, geli ma, haha." Ucap William, dia sangat suka menggoda Sheren, sesuatu yang menyenangkan baginya melihat gadis satu ini cemberut.


Tapi keceriaan mereka, terhenti karena kehadiran seorang wanita cantik dan seksi bersama pacarnya, wanita itu adalah mantan pacar William, yang setingkat dengan William, gadis itu primadona kampus, dan banyak yang antri ingin menjadi pacarnya, termasuk William juga dulu.


"Hai Wil, apa kabar?" Sapa Sandra.


" Baik." jawab William singkat.


" kok ketus begitu, belum move on ya dari gue, sori ya gue putusin, oh ya kenalkan dia steven atasan gue di tempat magang, dia direktur utama di Perusahaan Xx." ucap Sandra.


" Oh selamat ya dan kenalkan dia Sheren, kekasihku." jawab william.


" What, tidak salah lihat wil, selera lo turun drastis begini, diakan adik kelas kita di kampus, oh ya gadis manja itu kan." Sindir Sandra.


" Siapa bilang dia manja, dia gadis yang paling tulus, dan baik yang selama ini gue kenal, dan yang penting kami saling mencintai." Jawab William.


" Hahaha, ya sudah lah, apa peduli gue, daa mantan dan gadis manja, selamat bersenang senang." Akhirnya Sandra meninggalkan keduanya.


" Kak, itukan Sandra primadona kampus kita?" Tanya Sheren.


" hem, tapi kelakuannya sangat minus, aku pernah pacaran dengan dia tapi, ternyata itu tadi kelakuannya minus, maaf ya tadi aku bilang pada dia kamu pacarku, tapi sebenarnya kalau diijinkan , aku mau kok jadi pacar kamu." Bisik William.

__ADS_1


Auto Sheren salah tingkah, dan mukanya langsung memerah seperti tomat.


__ADS_2