
Setelah semua siap, mereka berangkat bersama, kali ini mereka kompak menggunakan kostum biru, ketiga pria tampan itu memakai kemeja biru langit serta jas navi dan yang memukau sementara Ira memakai gamis navy dan jilbab biru langit senada dengan pakaian ketiga pria yang paling dia sayang.
" Wah mama cantik banget, Mike kalau aku sudah dewasa nanti aku juga mau punya istri seperti mama." Kata Michael.
" Iya jadi ndak Rela aku kalau dia jadi istri papa." Timpal Mike.
Dave mengejar mereka dan menggelitik bocah bocah jahil itu. Sementara yang di bicarakan hanya tertawa geli melihat mereka.
" Sudah, awas berantakan bajunya." Ira menghentikan ketiganya karena bisa rusak penampilan ketiganya.
" siap bunda ratu." Jawab ketiganya bersama sama, lalu berlari kearah ratu mereka.
Ira kembali merapikan pakaian dan rambut Twins, eh si papa juga ikutan, dia diam saja menunggu Istrinya merapikan penampilan anak anaknya.
" lho kok papa belum juga di rapikan pakaiannya." kesal Ira, dia gemes dengan Paksu satu itu.
" Kan masih nunggu mama, papakan masih antri menunggu giliran." Nawab Dave dengan santai.
" Masyaallah, sudah seperti Twins saja ini." gemes Ira, tapi dia nurut saja dan merapikan penampilan Dave. Kedua anaknya menepuk jidat dan menggelengkan kepala mereka.
" Ih dasar papa manja." Sindir Mike dan Michael.
__ADS_1
"Biarin, iri kan sama papa." Ledek Dave.
" Gak tuh, tapi pokoknya nanti malam kita mau tidur sama papa dan mama serta dedek bayi." kesal Michael.
" Tidak bisa, kalian kan sudah besar, terus bagaimana nanti kalau kaki kalian nendang adiknya, kan kasihan mama dan dedek." Dave mencari alasan supaya kedua bocil itu tidak jadi ikut tidur bersama mereka.
" Enggak kami kalau tidur anteng pa, Mike dan Michael cuma ingin memeluk adik dan mama pa, please." mohon Michael. Sebelum Dave yang menjawab dan menimbulkan pertengkaran lagi, Ira segera mengiyakan permintaan anak anak mereka.
" Iya sayang nanti malam kita tidur berlima ya, papa, mama, twins dan dedek bayi oke, sekarang kita berangkat yuk nanti telat lho." Ira segera mengajak mereka berangkat sebelum berantakan lagi penampilan mereka.
Dave mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, hingga sampai di sana tepat waktu, jam 15 kurang 5 menit mereka tiba di lokasi.
Pihak penerbit menyambut Dave dan keluarga dengan baik, komisaris polisi dan jajarannya juga sudah hadir di sana. Tepat jam 15.00 acara potong pita di mulai.
"Hadirin semuanya, pasti sudah tidak sabar kan ingin membaca buku ini, sebuah buku yang bisa kita ambil hikmahnya, serta menjadi pelajaran dalam hidup kita, di dalamnya terdapat banyak sekali petuah yang bisa kita telaah, dan tolong janganlah di bully sosok penulis di sini, karena kita adalah manusia biasa yang tidak luput dari sebuah kesalahan dan dosa. ini Dua pangeran kecil kita ini adalah sosok anak yang di gambarkan di sana, mereka adalah putra kandung penulis, mereka yang akan meresmikan peluncuran buku ini, serta menyerahkan secara simbolis royalti buku ini kepada pihak kepolisian sesuai wasiat dari penulis."
Twins di panggil ke depan, untuk melakukan gunting pita, didampingi Ira dan Dave yang tampak serasi sekali.
Gunting pita sudah dilaksanakan, sekarang giliran penyerahan royalti buku pada pak Kompol yang mewakili pihak kepolisian. Banyak wartawan yang hadir di sana, 20 pembeli pertama akan mendapatkan tanda tangan asli dari Twins, ya meskipun modelnya lucu ala ala anak anak, tapi readers sangat puas.
Setelah itu Ira mengajak ketiga pria itu untuk berkunjung ke makam Bella, mendoakan serta menyampaikan kalau amanahnya sudah mereka laksanakan.
__ADS_1
Dave memimpin doa dan tahlil untuk almarhum supaya tenang dan selamat di alam kubur.
Twins meletakkan sebuah buku tulisan Bella di depan batu nisan Bella.
" Mbak tahu tidak, hari ini buku mbak Bella di terbitkan, dan peminatnya sangat banyak, mereka penasaran tentang kisah hidup mbak, semoga buku buku itu menjadi ladang kebaikan untuk mbak Bella dan mbak Bella tenang di alam sana, damai serta bebas dari siksa kubur, Aamiin."
Semua mengamini doa Ira lalu mereka segera pulang ke rumah, karena rumah adalah tempat ternyaman bagi mereka.
skip perjalanan
Sesampainya di rumah, mereka di kejutkan dengan adanya beberapa mobil yang sudah berjajar rapi di sana, baik mobil dari keluarga Ramon maupun keluarga Aditama, dan sati lagi mobil dari William.
" Pa, ada apa ini, kok banyak mobil disini, itu mobil kakek, mas Ahmad, papa Rafi dan satu lagi itu mobil William kan, ada apa mereka semua adan di sini, atau jangan jangan papa ya yang mengundang mereka semua.?" penasaran Ira.
" Enggak ma, papa tidak tahu sama sekali, dari tadi papa di kantor dan langsung pulang menemani kalian." Jawab Dave jujur.
" ayo kita lihat saja, siapa tahu dark kita berempat ada yang ulang tahun." jawab Twins.
" Papa sudah, kalian sudah, mama masih beberapa bulan lagi apa dong?" Ira masih merasa heran dengan itu.
" Ya sudah ayo kita masuk, daripada menerka-nerka terus lebih baik kita cek saja di dalam." Ajak Ira. Dave menggandeng kedua putranya dan mereka memasuki istana kecil mereka, memastikan apa sebenarnya yang sudah di rencanakan keluarga besar itu.
__ADS_1