
Bella kembali ke kelas Twins, kali ini langsung nyelonong masuk ke kelas tanpa meminta ijin guru yang mengajar disana. Bella melihat sekelilingnya disana anak anak pejabat dan konglomerat, belajar dengan serius tapi tiba saja Bella membuyarkan konsentrasi mereka.
" Apa apaan ini." ucap bu lisa sebagai guru kelas saat itu.
"Saya ibu si kembar, mau mengajak anak saya pulang, karena ada kepentingan keluarga." jawab Bella sinis.
"Nyonya, ini adalah sekolah, bahkan taman kanak kanak, tolong tunjukkan attitude anda sebagai seorang ibu."Jawab bu Lisa.
" Anda tidak tahu siapa saya, kenalkan saya ini isabella, istri dari pengusaha kingdom dan Pt Angkasa." jawab Bella.
" Maaf nyonya, bahkan ibu presiden pun harus bisa memberi contoh yang baik untuk anak kecil, anda pasti orang dengan pendidikan Tinggi jdi harusnya tahu itu."Nawab Lisa lagi.
" Sudah diam, mana si kembar anak saya, biarkan saya menjemputnya sekarang, ini lebih penting dari sekolah." Ucap Bella.
" Si kembar yang mana di kelas ini ada 3 pasang anak kembar, siapa nama mereka?" Tanya Lisa. Sementara Ira masih mengintip dari luar. Twins semakin muak dengan ibunya yang sangat kasar dan sombong, jauh dari bayangannya selama ini.
"Saya belum pernah bertemu dengan mereka, karena sibuk di luar negeri, mereka anak dari Dave aditama."Jawab Bella.
Bu Lisa dan bu winda menggelengkan kepalanya, tidak menyangka kalau anak yang lucu, tampan dan ceria memiliki ibu seperti ini.
"Michael, Mike sini nak!" Panggil Bu Lisa.
Mike dan Michael berdiri dari tempatnya mendekat ke bu Lisa.
"Ini ada mama kalian ingin menjemput kalian." Ucap Bu Lisa dengan lembut.
" Tidak mau, dia bukan mama kita." jawab Mike.
" Ini mama sayang, mama sudah pulang, mama selama ini kangen banget dengan kalian, tapi Papa selalu menyembunyikan kalian." Ucap Bella pura pura memelas.
"Nyonya ayo kita bicara di luar saja, tidak baik di lihat anak anak yang lain." jawab Bu Lisa dan menuntun Twins keluar kelas dan diikuti Bella.
__ADS_1
" Gue harus pura pura baik pada mereka." batin Bella.
" Mbak Ira, tolong kemari sebentar!" Bu Lisa meminta Ira mendekat.
" Mbak, ini ada mama Twins ingin menjemput Twins M bagaimana?" tanya lisa.
" Maaf bu, bukannya saya melarang Twins untuk menemui ibunya, tapi nanti saya yang akan disalahkan papa dan Oma mereka, lebih baik Bu Bella bicara dulu dengan Oma Mila, karena pak Dave kebetulan sedang di luar kota." Jawab Ira.
"Eh udik, saya ini mau bertemu anak kandung saya, kenapa harus di halang halangi, beginilah bu Lisa nasib saya, semua membenci saya dan menyembunyikan mereka dari saya, selama ini hidup saya sudah menderita karena tidak ada mereka, hik hik. Ternyata anakku tumbuh menjadi ank anak yang tampan. Tapi tidak mengenal ibunya."Bella pura pura bersedih karena tidak bisa bertemu Twins.
" Tapi Mbak Ira benar nyonya dia hanya mengemban tugas dari majikannya dan kalau terjadi apa apa, maka mbak Ira yang akan di salahkan tuan Dave."Jawab lisa.
Twins langsung berlindung di belakang Ira, mereka tidak mau ikut dengan Bella.
Tiba tiba Mike punya ide, dia membisikkan sesuatu di telinga Michael.
" kak, bagaimana kalau kita kerjain dia di hari ulang tahun kita, sambil melihat apa dia benar benar sayang kita kak." bisik Mike.
Ira berjongkok di tengah tengah Twins dan bicara dengan mereka.
" Kak, dik. Ini mama kalian bu Bella, hari ini Bu Bella ingin mengajak Kakak dan adik ke...!"Belum selesai Ira bicara, Bella sudah menyela.
" Kita ke Mall yuk, kita belanja semua yang kalian mau, apapun itu." Jawab Bella penuh percaya diri.
" Aku dan Mike akan berunding dulu tante." Jawab Michael.
"Panggil Mama dong, bukan tante." jawab Bella.
" Iya, kami akan memanggil anda Mama kalau tante lulus ujian dari kami." jawab Mike.
" Seperti sekolah saja dik, pakai ada ujian segala." ucap Ira.
__ADS_1
"Iya mbak, dia harus lulus ujian dulu."Jawab Mike.
"Oke mama pasti lulus dengan baik ujian dari kalian." Jawab Bella.
Twins sedikit menjauh dan merencanakan sesuatu.
"Bagaimana dia mengajak kita ke mall, harus di apakan?"
"Kita porotin saja uangnya dengan minta yang aneh aneh serta mahal, kuat berapa hari dia." ucap Michael.
" oke deal, dan yang di Villa juga tetep lho ya." Mike mengingatkan. Michael mengangkat kedua jari jempolnya tanda setuju. Lalu keduanya saling merangkul mendekati Ira dan Bella.
" Oke tante, Bella kita mau ikut tante, asalkan mbak Ira juga ikut, kalau mbak Ira tidak ikut nanti papa bisa marah besar."Jawab Mike.
" Oke sayang sayangnya mama, sini peluk mama." Bella melambaikan tangannya supaya Twins mendekat dan memeluk dirinya, tapi tidak mau merentangkan tangannya dan menaruh tas Kulit buaya untuk sementara, tapi Bella masih menentengnya dan berharap, Twins yang mendekat dan memeluknya.
Twins hanya diam saja tidak merespon lambaian tangan Bella, tapi mendekati bu Lusi untuk pamit.
" Bu, kami pulang, ikut tante itu, tapi mbak Ira juga ikut kok, jadi bu Guru tidak usah khawatir."Kata Michael.
"Iya sayang, hati hati ya, dan jangan jauh jauh dari mbak Ira." Kata bu Lusi
"Memang saya penjahat, sehingga mereka tidak boleh jauh dari ba bu itu."Sinis Bella. Lalu dia berjalan duluan menuju ke parkiran.Ira menggandeng tangan Twins.
"Mbak Ira nanti jangan protes apapun juga ya, kami mau mengerjai tante sombong itu, seberapa kayanya dia, mau menantang Adik dan kakak belanja."Kata Mike lirih.
" Oke deh, mbak Ira ikut saja apa kata kalian." Jawab Ira pasrah, dia juga sudah sebel banget, dengan tingkah sombong dan arogannya perempuan ini. Seperti dia sudah yang paling di atas saja.
Di tengah jalan, Bella menabrak, ibu ibu pengambil sampah, dan hampir jatuh.
"Eh gembel, buta lo ya, jalan itu pakai mata, jangan meleng saja... bla bla bla." Dan masih banyak kata kata kasar yang dikeluarkannya.
__ADS_1
Ira segera menutup telinga twins, supaya tidak mendengar semuanya, tapi mau bagaimana lagi, tangan Ira cuma dua jadi tidak bisa sepenuhnya menutupi telinga mereka.