Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 116


__ADS_3

Bella tersenyum mengingat Sifat Ramon yang meninggikan egonya, dia tidak mau menunjukkan perasaan nya.


" Orang tua itu masih sama seperti dulu, dia tidak akan pernah mengatakan perasaannya, dia gengsi, cuma diam diam dia akan melakukan hal hal yang orang lain tidak mungkin melakukannya." Jawab Bella.


Bella mengingat masa masa kecilnya, Ramon orangnya garang tapi lembut di dalam.


" Orang itu garang, keras tapi sebenarnya dia lembut dan rapuh, dulu sewaktu aku masih kecil dan sering main di mansion dia, sebelum dia memutuskan untuk menetap di Singapura, dia sering menghukum ku, tapi diam diam dia memberiku lolipop di titipkan oleh pengawalnya, aku juga sering melihatnya menangis di sebuah kamar di pojokan Mansion tersebut, ruangan itu sangat terlarang, tidak ada siapapun yang diijinkan masuk di sana, tapi diam diam dia menangis memegangi sebuah pigura duduk di bawah jendela, mungkin itu foto istri dan anaknya yang hilang itu." Bella menceritakan kisah kecilnya.


" Kalau dia marah, cukup kamu berdiri di pojokan dan mengangkat sebelah kakimu k atas, dia pasti akan memberikanmu lolipop, semua berubah setelah dia menetap di Singapura, orang tuaku memanjakan diriku, menuruti semua kemauanku, bahkan mereka rela melakukan apapun meski harus menyakiti orang lain demi mewujudkan semua kemauanku." Bella menerawang ke angkasa mengingat masa lalunya.


" Aku cuma berpesan padamu Ir, janganlah kau memanjakan Twins maupun anak kalian kelak, kalau tidak mau menyesal nantinya." Bella benar benar sudah sadar, tidak ada kebohongan di setiap kata katanya.


Setelah suasana mencair, Dave masuk ke dalam menyerahkan sebuah gunting pada Ira.


Seorang polwan berdiri di sana untuk berjaga jaga.


Ira mengambil gunting tersebut dan memulai memotong rambut Bella dengan telaten.


" Aku akan memotongnya pendek mbak, diatas bahu sedikit, supaya mbak Bella lebih mudah untuk menyisirnya." Bella pasrah saja mau diapakan rambutnya oleh Ira.

__ADS_1


Ira juga membawakan sarapan untuk Bella sebuah menu sederhana has masakan rumahan. Ira menyuapi Bella dengan telaten layaknya Adik kepada kakaknya.


" Makan yang banyak mbak, ini khusus Ira buatkan untuk mbak Bella, dari adik untuk kakaknya." Kata Ira di sela sela kegiatan menyuapi Bella.


"Terima kasih adikku, aku sangat bahagia dan senang sekali bisa mendapatkan


Hatinya merasa damai dan adem, satu persoalan sudah selesai, dia bahkan tidak perlu repot repot mencari Ira dan Dave untuk meminta maaf, tapi mereka datang sendiri ke sana, dan orang yang pertama kalinya menjenguknya di dalam rutan ini.


Setelah selesai, Ira juga memakaikan Bedak serta make up tipis di muka Bella, supaya fresh dan cantik.


Bella juga minta maaf pada Dave dari hatinya yang paling dalam.


"Dave, aku minta maaf padamu, akulah sumber dari penderitaanmu selama ini, aku juga selalu memanfaatkan kebaikan kamu demi keegoisanku." Bell mulai meminta maaf pada Dave.


" Aku nitip Twins ya Dave, buatlah dia menjadi orang sepertimu, aku hanya bisa melihatnya dari sini, dan mendoakan mereka dari sini " Jawab Bella.


"Kamu jangan khawatir, kami akan menjaganya dengan segenap jiwa dan raga kami, dan kau jaga diri baik baik disini, semoga tempat ini menjadikan kamu lebih baik lagi." jawab Dave.


" Terima kasih Dave, semoga kalian bahagia selalu." Bella juga mendoakan Dave dengan tulus.

__ADS_1


Waktu kebersamaan mereka terasa sangat singkat, Bella harus kembali lagi ke dalam selnya.


" Mas, kasihan sekali mbak Bella, bagaimana kalau kita cabut saja tuntutannya." Kata Ira yang merasa tidak tega dengan keadaan Bella yang lemah seperti itu.


" Jangan sayang, biarlah dia belajar di sini, kita anggap saja kalau sedang memasukkan ya ke dalam asrama, dan membuatnya menjadi lebih baik, kita doakan saja dia baik baik saja." jawab Dave, dia merangkul Istrinya lengan lembut dan mengajaknya keluar dari rutan tersebut, 2 hari lagi adalah sidang pertama Bella, Ira berjanji dalam hati akan mempertemukan Twins dan kakek Ramon sebelum sidang tersebut.


" Sayang sekarang kamu mau kemana, pulang atau?" tanya Dave.


"Antar aku ke tempat kakek, dan mas bisa kembali ke kantor, sudah seminggu kan tidak kerja." Ira meminta untuk di antar ke mansion Ramon, dia kangen ibu dan semuanya di sana, Ira juga akan membujuk Ramon supaya mau di ajak membesuk Bella di tahanan.


" Oke tuan putri, oh ya sayang, bagaimana kalau kamu belajar nyetir mobil, nanti biar Dono yang mengajarinya." Dave berinisiatif supaya Ira belajar nyetir, supaya lebih praktis, kalau nanti mau kuliah dan pas tidak sopir atau dirinya masih sibuk, dia bisa sendiri.


" Tidak takut nih?" Goda Ira.


" Takut sih, tapi Mas percaya pada istri kecil mas ini, oh ya nanti pulang dari kantor aku jemput ya, kita lihat rumah baru kita." usul Dave.


" oke papa, dan Nanti Twins aku saja yang jemput dan langsung ke tempat kakek mas."


Dave mengangkat jarinya membentuk huruf O tanda dia setuju dengan usul istrinya, jadi hari ini dia akan tenang bekerja.

__ADS_1


Mobil Dave sampai di halaman mansion Ramon dia hanya mengantar Ira sampai di sana, dan langsung meluncur ke kantornya." Sayang salam untuk kakek dan semuanya, maaf tidak bisa mampir, ini asisten mas sudah menelpon."


"Iya, hati hati di jalan, tidak usah ngebut!" Pesan Ira. Ira menyalami suaminya dan Dave mengecup kening Ira dengan lembut, baru Ira keluar dari mobil Dave, masuk ke dalam Mansion mewah Ramon.


__ADS_2