
Obrolan nenek dan cucunya terhenti saat Ira sudah keluar dari kamarnya.
" itu calon mamanya Twins cantik banget kan, sukses ya." Bisik Oma.
" Siap oma." Jawab keduanya serempak.
" Ih seru sekali ngobrolnya." Kata Ira.
" Iya dong" jawab keduanya.
" Wah, kak dik, ini siapa yang dandanin, ganteng banget, papa saja kalah nih dengan CEO cilik kita, iya kan oma."
"Betul, betul, betul." Jawab oma menirukan kartun kembar botak yang ada di tv.
" Haha, oma seperti ipin saja." kata Michael.
" Ayo sana berangkat keburu papa keluar nanti." Mila meminta mereka berangkat, tidak lupa dengan hadiah , kue dan makan siangnya.
Dono dengan setia mengemudikan mobil tesebut dengan kecepatan sedang menuju ke perusahaan Aditama . Di perusahaan ini Dave menghandle perusahaan dia yang lain, jadi tidak begitu banyak orang tahu tentang Twins Grup milik Dave yang tersembunyi.
Dalam waktu 20 menit, Dono sudah sampai kantor. Dia segera memarkirkan mobilnya di parkiran khusus untuk petinggi perusahaan.
" Ayo mbak Ir!" Ajak si kembar yang sudah udak sabar lagi menemui Dave, sementara Ira harus menenteng kue dan rantang makan, sehingga tertinggal oleh Twins.
Ira bingung harus berjalan kemana, dia memutuskan untuk bertanya pada seorang resepsionis.
" Selamat siang mbak, boleh minta bantuannya menunjukkan ruangan pak Dave." Ucap Ira.
Kedua resepsionis itu menoleh ke arah Ira, yang tidak lain adalah teman SMA Ira dulu di kampung.
__ADS_1
" Wau siapa ini, wau wau, Ira khumaira larasati, sang bunga desa, ada angin apa hingga berada di sini." jawab Nita.
" Nita ya, wah hebat, kamu bekerja di sini ya?" Tanya Ira dengan Ramah.
" Iya dong, tahu tidak gue ada paman yang jadi manager di sini, jadi gampang dong masuk kerja di sini meski cuma jadi resepsionis." kata Nita dengan sombong.
Nita berdiri dari tempatnya dan memperhatikan penampilan Ira dengan seksama, semua yang menempel pada diri Ira bukan sembarangan , semua barang branded.
" wau, lihat pakaian lo semua barang barang mewah, kabarnya lo baru sebulan di Jakarta ini, atau jangan jangan jadi sugar baby om om lo ya." Sindir Nita.
" Maaf Nit, aku harus mengantarkan semua ini ke ruangan pak Dave, beliau sudah menunggu." jawab Ira yang mencoba untuk menghindari keributan.
" Widih songong banget, oh jadi kurir to rupanya. Sini biar gue yang mengantarnya ke tempat tuan Dave, dan lo sebaiknya pergi dari sini, tidak pantes untuk wanita kampung seperti Lo." Nita kembali mengejek Ira.
" Sesama orang kampung jangan saling menghina Nita, nasib orang tidan ada yang tahu." jawab Ira.
" Nit, please tunjukkan ruang Pak Dave, ini aku sudah tertinggal Twins." jawab Ira
Sementara di depan Lift, Twins mencari keberadaan Ira.
" Dik,mbak Ira mana?" heran Michael.
" Iya kita melupakan mbak Ira, nanti nyasar lagi, ayo kita ke lobi lagi kak, minta tolong pak satpam." Jawab Mike.
Kedua bocah kembar itu akhirnya kembali ke lobi untuk mencari Ira.
Sementara Nita masih saja menyulitkan Ira.
" bhahaha, siapa lagi itu Twins, jangan sok penting deh, pergi dari sini, orang miskin seperti lo tidak pantas berada di tempat ini."ketus Nita.
__ADS_1
" Lalu siapa yang pantas kamu? Jadi resepsionis saja sudah sombong sekali apalagi kalau sudah jadi staf, mungkin orang sekampung tidak ada yang kamu kenali." Jawab Ira, dia sudah kesal dengan tingkah Nita yang sok banget.
Ira segera melangkah pergi tapi Nita yang tidak terima dengan perkataan Ira langsung mendorong Ira dari belakang, kebetulan sekali Dave dan Ruly baru saja masuk ke kantor, dan Dave dengan sigap menangkap tubuh Ira sehingga tidak jatuh. Dia baru saja kembali dari meeting.
Twins juga melihatnya, kedua balita itu langsung mendorong tubuh Nita hingga jatuh terjerembab di lantai.
" mbak Ira."
" Augh." keluh Nita, lututnya jadi lecet.
"Ada apa lni?.Ruly siapa dia?"Tunjuk Dave pada Nita. Tapi sebelum Ruly bicara, Dina Rekan Resepsionis Nita segera angkat bicara.
"Maaf tuan Dave dia resepsionis baru, dan katanya teman nona itu." Jawab Dina dengan Gugup
Ira tidak jadi terjatuh tapi mukanya menabrak dada bidang Dave. Mata mereka saling bertemu beberapa saat, tapi Ira segera tersadar dan mencoba berdiri dengan sempurna, tapi malah kakinya yang terlilir.
"Argh."Ira Meringis kesakitan ,dia meletakkan kotak kuenya dan memijat kaki dia. Tapi Dave segera mengangkat tubuh Ira ke dalam gendongannya."
Darius, bawa barang barang Ira ke ruangan Saya, dan kamu Ruly, urus perempuan itu.
Dave segera pergi dari sana dan diikuti Twins serta Darius, mereka masuk ke dalam Lift menuju lantai 18,ruangan Dave berada.
" Pak Turunkan saya, saya bisa sendiri." Ucap Ira ya g sudah malu banget, karena kejadian tadi di lihat oleh banyak karyawan Dave.
Dave menurunkan tubuh Ira dengan perlahan. " Michael, Mike, ada apa ini, kenapa kalian ke kantor papa hem?" Tanya Dave pada kedua anaknya, dia merendahkan badannya supaya sejajar dengan twins ,sementara Ira sibuk memijat kakinya yang keseleo tadi.
" Maaf pa, kami cuma mau memberi kejutan untuk papa, hari ini kan hari ulang tahun papa, selama ini papa tidak pernah merayakannya, jadi kami di bantu mbak Ira membuat kue dan makanan itu untuk papa." Jawab Michael.
Dave segera merangkul kedua balita tersebut dan memeluk mereka dengan Erat.
__ADS_1