
Akhirnya Bella menyetujui ide Brian yang sangat cemerlang. Dia akan segera menjalankan misinya dan bersandiwara dengan baik.
" Oke sayang, aku setuju semua ide kamu itu dan bersandiwara dengan sebaik baiknya." jawab Bella.
" Sayang, kamu merasa heran tidak dengan papa dan pamanmu yang lain itu.?" tanya Brian.
" Heran kenapa?" Bella malah ganti bertanya.
" Kenapa papa dan paman menerima begitu saja semua keputusan kakek, terutama papa, tadi di kantor, kamu bilang papa diam saja dan dia bahkan tidak bersuara sama sekali, dan tidak membela kamu?" Tanya Brian dengan heran, biasanya kan orang tua itu pasti protes dengan sebuah keputusan yang menurutnya tidak adil untuk anaknya.
"Tahu tu, bahkan papa juga ikut menikmati uang uang itu." Jawab Bella.
Kebetulan Donald, papa Bella datang ke sana. dan mendengar semua percakapan barusan.
"Kalian mau tahu yang sebenarnya!" Kata Donald.
Bella dan Brian segera mengangguk cepat.
" Papa dan paman vincent bukan anak Ramon, tapi anak dari adik tiri Ramon. Ibu papa tidak mendapatkan sepeserpun harta peninggalan dari ayahnya Ramon. Karena tidak ada darah yang mengalir dari tubuh Ramon. Lalu nenek ku, alias ibu tiri Ramon tidak terima, dia ingin Ramon menderita seumur hidupnya. Dia memisahkan Ramon dengan istri dan anaknya, serta menghabisinya. Membuat Ramon depresi. tapi ibuku wanita yang baik dia merawat Ramon dengan baik, padahal nenek sudah melarangnya, dan untuk membalas kebaikan Ibu, Ramon ganti merawat papa dan kak Vincent, Serta menjadikan kami anaknya, setelah ibu meninggal."
Bella dan Brian saling memandang satu sama lain, terutama Bella, dia cukup syok mendengar kalau ternyata sebuah fakta mengejutkan baru dia ketahui.
__ADS_1
" Apa, jadi kita bukan pewaris sah kekayaan kakek yang melimpah itu pa, lalu dimana sekarang anak dan istri kakek berada, bisa gawat dong kalau tiba tiba mereka pulang." jawab Bella.
" Itu tidak mungkin, karena nenek papa sangat lihai dan tidak pernah meninggalkan jejak sedikitpun, kalau mereka masih hidup sudah pasti pulang, ini sudah lebih dari 40 tahun lalu, bahkan anak dari ramon itu masih berumur 10 tahun."Jawab Donald.
"Kalau begitu segera laksanakan rencana kita tadi sayang, mumpung kakek masih disini, kalau tidak Dave dan anaknya yang sangat diuntungkan kalau begitu."Ucap Brian mengingatkan Bella.
" Iya, aku akan segera menemui pria itu dan anak anaknya, kalau bukan karena karena warisan kakek, ogah aku berurusan dengan pria culun brengsek, meski berubah jadi pangeran pun." celoteh Bella.
"Sudah dengar saja apa kata Brian, bisa bisa dia besar kepala nanti, dan asal kalian tahu, pertambangan nikel dan batu bara milik keluarga aditama berkembang pesat, bahkan sudah teken kontrak dengan pemerintah, apalagi di tambah pt Angkasa." Jawab Donald.
" apa nikel, bukannya mereka hanya memiliki tambang batu bara doang?"Heran Bella.
" Makanya,baca berita, jangan shoping melulu, tuh di majalah time, Dave dan ayahnya bahkan di undang ke arab untuk kerjasama minyak dan gas, kabarnya Dave juga punya perusahaan lain selain itu." Jawab Donald.
"Papa benar Bel, Dave memang sudah sukses sekarang, perusahaan Aditama Grup menjadi perusahaan tambang terbaik Di Indonesia." Imbuh Brian.
Bella masih belum percaya dengan yang dia dengar barusan. Dia duduk lemas mendengarnya.
" Tidak, ini tidak boleh di biarkan, berarti kalau gue mendekati dia lagi, alih alih mendekati Si kembar, kekayaan Dave di tambah nanti harta si kembar dari kakek, maka Dave akan jdi yang teratas, gue tidak boleh menyia nyiakan lagi kesempatan ini, Brian juga bisa di atur." Batin Bella. Dasar wanita muka tembok, memang gampang apa, menakhlukkan Dave, apalagi dengan semua perlakuan kamu selama ini bahkan menganggapnya Jijik.
" Bel, bella sayang, kamu baik baik saja kan?" Tanya Brian keheranan, muka Bella nampak sedikit pucat.
__ADS_1
"Baik, baik kok Bi, baik banget malahan, aku akan laksanakan dengan segera rencana kita
semua pasti beres di tangan Bella." jawab Bella.
Di kediaman Ramon, Lelaki tua tersebut mendapat laporan tentang Ira si pengasuh Twins.
" Tuan besar, saya sudah mendapatkan informasi tentang nona Ira, pengasuh anak tuan Dave." Andi memberi laporan .
"Bacakan padaku!" perintah Ramon, dia menikmati udara sore Jakarta di taman samping kediaman yang sudah lama tidak dia tempati itu.
" Nama lengkapnya adalah Khumaira larasati, dia lahir di sebuah desa kecil di sebuah kabupaten kecil di jawa timur. putri kedua dari pasangan Budi setiawan dan laksmi nugraha. Kakaknya bernama Rahman setiono. baru saja kembali dari malaysia, karena tebusan dari nona Ira." jawab Andi.
"Tunggu, siapa nama ibunya tadi?" Penasaran Ramon, karena sebuah nama yang sangat familiar, Andi sebutkan.
"Laksmi nugraha." Andi mengulang nama tersebut.
"Siapa nama ibu dari Laksmi nugraha tadi?" Ramon kembali bertanya dengan serius.
"Maaf tuan besar, kami belum menyelidiki sampai di sana." Jawab Andi, sambil menunduk .
" Kamu cari tahu secara detail, mulai garis keturunan Ira dan Laksmi siapa kakek serta neneknya, apa mereka asli dari sana atau pendatang baru, pekerjaan, kondisi rumah bahkan penghasilan mereka, jangan lupa foto foto mereka, perintahkan orang orang kita, untuk langsung kesana melihat secara langsung, apakah Laksmi Nugraha ini putriku atau bukan."Perintah Ramon dengan Serius.
__ADS_1
"Saya tidak mau ada kesalahan sedikitpun juga." Ramon kembali mengingatkan Andi untuk tidak melakukan kesalahan.