
Bella menggebrak mejanya dengan kasar.
" Dasar orang orang bodoh, diajak kaya tidak mau, ya begini nih, generasi muda bobrok, pemalas." Teriak Bella dari ruangannya dan dia keluar mengamati karyawannya yang beberes dan satu persatu turun ke bawah.
" Pergi semua dan aku tidak akan membayar sisa gaji kalian." Kata Bella berikutnya.
" Ambil saja bu sebagai sedekah dari kami, kalau anda memang mau memakan keringat orang lain, sekarang kerjakan sendiri atau ciptakan robot yang mau menuruti semua keinginan anda." Jawab Salah satu sari mereka.
Resepsionis cantik dan satpam yang ada di lantai bawah merasa heran kenapa rekan rekan mereka pada keluar membawa dokumen pribadi mereka.
" Pak Bayu, pak Agung, apa terjadi, kenapa kalian turun semua apa sudah jam pulang kerja?" Tanya resepsionis.
" Kami resign dari sini, baik baik ya disini." Jawab Bayu.
" Lho kenapa pak?"
" Bu Bella terlalu hebat menjadi pimpinan di sini, dan kami tidak kuat lagi." Imbuh agung. Mereka keluar dari kantor tersebut dan berkumpul di warteg dekat ruko, membicarakan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, sementara proyek pembangunan perumahan belum kelar.
" Bay, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Tanya Agung.
" Kita hubungi kantor cabang solo, dan melaporkan semuanya, semoga ada solusi untuk kita, dan melaporkan semua tindakan bu Bella pada mereka." Jawab Bayu.
Dia menghubungi kantor cabang dan di minta untuk datang ke sana besok untuk mendiskusikan nasib mereka serta proyek yang sedang berjalan.
__ADS_1
Bella melempar semua barang barang di ruangannya.
" Ini tidak bisa di biarkan, gue harus kembali ke Jakarta dan bicara pada pak tua itu ah, bisa hancur hidup gue, sumber keuangan gue hilang satu persatu, Brian, kakek, dan Dave juga sulit sekali untuk di rayu." Bella meremas rambutnya dengan kasar.
Bella memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan menemui Ramon, apapun yang terjadi nantinya dia harua berhasil membujuk Ramon.
💗💗💗
Hari ini Dave bersama kedua anak dan orang tuanya datang ke mansion kediaman Ramon, mereka melamar Ira secara resmi, dan bicarakan tanggal pernikahan mereka.
" Tuan Ramon, tuan Budi, maksud kami keluarga datang kemari, pertama untuk bersilaturahmi, dan yang kedua saya mewakili putra saya ini, untuk melamar nak Khumaira untuk menjadi Istri Dave, serta menjadi ibu dari anak anak Dave." Ucap Rafi.
" Saya selaku kakek Khumaira, sangat senang dan menghargai niat dan maksud baik nak Dave, saya juga tahu bagaimana sepak terjang Nak Dave dalam kehidupan sehari hari, dulu dia juga menjadi cucu menantu saya, dan saya sebagai kakek secara pribadi minta maaf atas semua kelakuan cucu saya Bella pada nak Dave dan keluarga. Dan sekarang Kalian datang untuk kedua kalinya melamar cucu saya yang lain. saya tidak bisa memutuskan sendiri paka Rafi semua keputusan ada di tangan khumaira." Jawab Ramon panjang lebar.
" Ira, ayah dan kakek menyerahkan semua keputusan padamu, ambillah sebuah keputusan yang tepat nak." Ucap Budi.
" Saya, saya terima yah, Ira mau menjadi istri pak Dave dunia akhirat."Jawab Ira.
" Alhamdulillah." semua yang ada di ruangan tersebut mengucapkan syukur atas keputusan Ira."
Dari Arah pintu luar muncul seorang wanita cantik, seksi ke dalam mansion.
" Ada apa ini ramai ramai di sini, dan kamu Dave, anak anak, apa kalian mencari mama
__ADS_1
" Bella mendekati kedua putranya tapi mereka segera berlari mendekati Ira dan memeluk Ira.
" Sayang, ini mama, kenapa malah kalian kesitu, dan lo pembantu, ngapain ikut kesini, kek, siapa mereka?" Heran Bella.
" Oh iya, kakek lupa untuk memberi tahumu karena terlalu larut dalam kebahagiaan, kenalkan ini adalah Laksmi, putri kandung kakek dan Ira yang kau anggap sebagi pembantu itu adalah putri dari Laksmi anak kakek, jadi Ira ini adalah cucu kandung kakek." Jawab Ramon.
"Dua hari lagi kakek akan mengadakan jumpa pers mengumumkan status mereka yang sesungguhnya." Jawab Ramon dengan tegas dan jelas.
"Tidak, semua ini tidak benar, bukannya anak dan istri kakek sudah mati, tidak tidak boleh terjadi, alu adalah cucu kakek yang sebenarnya satu satunya cucu kakek dan yang akan mewarisi semua kekayaan kakek." teriak Bella dan tidak terima.
" Kau sudah terlalu lama berkuasa di sini, bahkan menyalahgunakan semua kepercayaan dan kasih sayangku padamu, mulai sekarang, cucu cucu kandungku yang berhak atas semua yang ku punya. kalau kau baik dan serta mengikuti aturan yang kakek terapkan seperti Romi dan putranya, mungkin aku masih mempertimbangkan semuanya, dan kau masih bisa menduduki jabatan kamu, tapi apa yang telah kau lakukan, aku tidak bisa toleransi lagi."Jawab Ramon.
" Tidak, mereka ini cuma orang orang kampung, dan tidak pantas berada di sini, hei nenek tua, ngapain kau kembali, bukannya nenekku sudah mengirim kalian ke neraka, kek mereka ini pasti palsu, usir dan masukkan saja ke penjara, mereka sudah memalsukan identitas mereka." Bella masih saja belum terima dan Terus berbicara.
" Diaam, dan sekarang keluar dari rumahku, lebih baik susul saja ayahmu Donald, jika masih ingin hidup tenang, atau aku bisa saj menjebloskan kamu ke penjara, asal kau tahu alu sudah melakukan tes DNA pda Laksmi, semua cocok, pengawal Usir perempuan tidak tahu malu itu dari sini jangan pernah biarkan dia menginjak rumah ini lagi!" Ramon memerintah dua orang pengawal untuk membawa Bella pergi.
" Tidak, aku tidak mau, ini rumahku mansion lu, tidak ada yang boleh kesini kecuali atas ijinku, Kakek kakeek." Bella terus berteriak memanggil nama kakek kakek dan kakek. Ramon tidak mempedulikan ratapan Bella.
Ira dan keluarganya merasa takut dan tidak enak pada Bella. Dia dan ibunya saling meremas tangan masing masing.
" Tuan Rafi maafkan saya, harus ada sebuah pertunjukan sandiwara tadi." Ramon minta maaf atas apa yang terjadi barusan.
"Tidak apa apa tuan, kami juga sudah faham bahaimana karakter dia, lebih baik kita semua lebih berhati hati saja, Bella ini tipe wanita nekad." Jawab Rafi.
__ADS_1