Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 77


__ADS_3

Mela dan keluarganya merasa geram, karena uang yang sudah di depan mata Hilang begitu saja serta menyalahkan Luna, karena tindakan cerobohnya tersebut.


" Kenapa sih ibu, paman, tante ,ayah juga malah menyalahkan Luna, memang berapasih uang nya heboh banget pada berebut." dengus Luna dengan kesal.


" Saya akan alokasikan uang sebesar 50 milyar untuk menambah dan mengembangkan kampung ini, dan tolong di manfaatkan dengan baik, gunakan uang ini dengan cermat, para perangkat juga segera di himbau, apa saja yang desa ini perlukan, tapi satu yang tidak saya suka dan tidak akan pernah saya ampuni, yaitu adanya kecurangan dan penghianatan, korupsi serta nepotisme, orang orangku akan memantau dengan cermat, dan tidak akan luput dari pantauanku, kalau sampai ada yang melakukan kecurangan sekecil apapun maka, semua proses akan terhenti dan dana akan saya tarik tanpa sisa." Kata Ramon dengan tegas, auranya sebagai pemimpin terasa kental walaulun usianya sudah tidak muda lagi.


Keluarga Candra begitu syok mendengar berapa nominal yang lolos dari genggaman mereka yaitu 50 milyar, kalau di pakai pribadi bisa untuk mencukupi kebutuhan mereka bahkan seumur hidup, Naura, adik Candra bahkan memukul mukul Luna yang syok juga mendengarkan nominal uang yang banyan banget tersebut.


Belum selesai dia di pukuli bibi dan keponakannya, Luna mendapat telpon langszng dari pak Camat kalau hari itu juga dia di di pecat dari pekerjaannya.


" Nona Luna damayanti, saya selaku camat di sini mengatakan bahwa mulai hari ini anda di berhentikan dari pekerjaan anda, alias di pecat"📲


" Apa pak, di pecat? memang apa kesalahan saya, saya ini adalah pegawai yang rajin pak bahkan saya ini idola di kecamatan, mana mungkin saya di pecat." Kaget Luna.

__ADS_1


"Maaf, ini sudah keputusan langsung dari atasan, dan gelar pegawai negeri anda juga sudah di cabut, sekarang amda sudah pegawai negeri lagi, dan nama anda juga di coret dari semua jajaran instansi pemerintahan, atau lebih kerennya di blacklist nona, besok anda bisa ambil dokumen dokumen anda di kantor sekian terima kasih." pak camat langsung menutup telponya setelah selesai mengatakan semua itu tanpa menunggu tanggapan dari Luna.


"Pak pak, apa apaan ini, jangan tutup telponya, beri penjelasan pada saya pak." Kata Luna pada telpon yang sudah tidak tersambung lagi. Dia membanting telponnya dengan kesal, pekerjaan yang dia bangga banggakan sudah hilang, bahkan gelar pegawai negeri nya juga.


"Tidaaak, buk pak, bagaimana ini, bagaimana Luna bisa di pecat, huhuuu." Tangis Luna mulai pecah.


"Sudah lihat karma yang telah anda tuai nona, dan itu adalah instan alias langsung, maka lain kali janganlah bermain main dengan orang yang tidak seharusnya anda singgung." Sindir Andi, dia juga merasa puas dengan kerja Dono sopir pribadi Dave tersebut.


" Jadi ini ulah kalian ha. Apasih mai kalian, sudah mempermalukanku, mengambil hak yang seharusnya milik keluargaku, sekarang membuatku kehilangan pekerjaan." Marah Luna dan menuding Andi serta lainnya.


Muka Luna langsung memerah karena marah, dia langsung berlari pergi diikuti Mela ibunya.


Tito juga segera membubarkan kerumunan warga di area rumahnya, karena masalah yang Luna timbulkan sudah di bereskan, bahkan dengan kedatangan orang orang kota itu, kampungnya ketiban rezeki nomplok.

__ADS_1


Kini tinggal keluarga pak Rt dan Keluarga Ira yang masih berada di rumah pak Rt, sekarang bu Rt dan anak anaknya sibuk menyiapkan minuman serta cemilan, ada beberapa warga juga datang mengantar beberapa makanan dari rumah mereka.


Susi dan beberapa tetangga juga membersihkan Rumah Laksmi dan menggelar karpet yang di bawa dari rumah Susi dan tetangga, supaya Ramon dan yanf lainnya nyaman di rumah yang sangat sederhana sekali itu.


Twins juga sudah puas melihat lihat kampung Ira yangasih hijau dan banyak sawah yang menarik perhatian Twins, apalagi mereka melihat anak anak yang asyik menerbangkan layangan.


Pak Rt mengantar mereka menuju ke Rumah Laksmi, dan di tengah jalan bertemu dengan Twins yang habis jalan jalan.


" Mbak Ira kangen." Kedua bocah tampan itu berlarian menuju ke arah Ira. Sementara Ira membungkuk dengan melebarkan kedua tangannya menyambut mereka dengan senyum lebar merekah.


Pemandangan indah itu juga di lihat langsung Tito serta beberapa tetangga mereka.


" wah ternyata memang Ira di sayangi oleh keluarga kaya itu, bahkan ternyata dia juga cucu orang kaya." Batin bu Rt yang sudah malu banget dengan tindakannya selama ini.

__ADS_1


Ira menggandeng tangan Twins berjalan munuju ke rumah dia. Mereka memilih jalan laki dan mengambil jalan pintas menuju rumah Ira.


__ADS_2