
mobil Dave sampai di halaman rutan tempat Bella di tahan, mereka segera melapor.
" Pak kami ingin membesuk saudari Isabella." Dave melapor ke petugas dulu, setelah mengisi buku tamu dan pemeriksaan bawaan yang mereka bawa akhirnya mereka di bawa ke sebuah ruangan untuk menunggu Bella di panggil oleh petugas, sejak saat itu Bella menjadi pendiam, dia sibuk dengan tulisannya, dia sangat menikmati kesunyian di dalam selnya, tidak ada yang mengganggu, nanti akan ada petugas yang datang untuk mengantarkan makanan, kalau dia mau ke kamar kecil, cukup dengan merangkak saja, Bella tidak mau merepotkan orang lain, dia belajar mandiri dan mengandalkan dirinya sendiri.
Saat ini pun dia masih sibuk dengan tulisannya ketika seorang penjaga menghampiri selnya.
" Bella ada yang membesuk kamu." kata petugas dia juga membawakan sebuah kursi roda untuknya, membantu dia untuk naik dan menemui Ira serta Dave.
"Siapa, apa pengacara itu, bilang saja aku tidak butuh pembelaannya, biarlah aku menjalani akhir hidupku di sini, aku suka di sini sunyi dan sepi." Jawab Bella.
" Bukan, mereka adalah saudara kamu, akhirnya ada saudara kamu yang datang Bella." kata petugas.
" Siapa ya bu, apa orang tua saya?" tanya Bella dengan penasaran.
" Bukan, mereka masih muda." jawab Petugas sambil terus mendorong kursi roda Bella.
" Masih muda, siapa ya." batin Bella diliputi rasa penasaran.
Begitu sampai di ruangan tersebut mata Bella membulat sempurna, Orang yang ada di sana orang yang paling Bella ingin singkirkan selama ini.
" Bu ayo kita kembali ke dalam saja." Ajak Bella, dia malu bertemu dengan Ira dan Dave, malu pada kelakuannya dan malu pada keadaannya yang sekarang.
__ADS_1
" Kenapa, mereka saudara kamu kan?" heran petugas.
" kita kembali saja." pinta Bella.
Saat petugas tsrsebut akan mengantarkan Bella kembali ke selnya, Ira pas menoleh.
" Bu Bella." Panggil Ira. Dia mendekati Bella yang masih duduk di kursi rodanya.
" Biar saya saja yang mendorong kursi roda ini bu, anda bisa tinggalkan kami." Ira mengambil alih tugas petugas tadi dan membawa Bella masuk ke dalam. Di sana sudah Dave yang masih duduk tenang di tempatnya.
" bu Bella apa kabar?" tanya Ira tulus.
" Kalian ke sini mau mengejek atau mau menghina saya, kalian bisa lihat sendiri bagaimana keadaan saya." jawab Bella sambil menunduk dalam, dia tidak berani memandang kedua pasangan di depannya tersebut.
" Kami kesini untuk memberi dukungan pada bu Bella, kami tidak ada niat untuk menghina atau memojokkan bu Bella." Ira berbicara sambil memulai tugasnya, mulai menyisir rambut panjang Bella.
" Rambut bu Bella rontok, bagaimana kalau di pangkas sedikit supaya lebih Fresh." Kata Ira.
" kenapa kau lakukan ini, aku sudah jahat padamu bahkan ingin menghabisi nyawamu?" tanya Bella.
" Itu sudah berlalu dan aku sudah lupa." Ira meminta Dave untuk meminjam gunting pada petugas rutan sementara dia masih sibuk menyisir rambut kusut itu.
__ADS_1
" semua manusia pernah melakukan kesalahan dan khilaf, Allah saja maha pengampun, masa kita yang hanya makhluk ciptaannya merasa dendam, marah. Rasa itu memang sempat ada bu tapi tidak boleh di pendam terlalu lama, Allah akan menutup pintu surganya untuk orang orang yang saling bermusuhan." ucap Ira.
" Kenapa kamu baik sekali?" tanya Bella dia menitikkan air matanya, Ira langsung menghapusnya dengan kedua tangannya.
" Kita adalah saudara bu, tidak baik saling bermusuhan, bu Bella juga ibu dari twins, kamu sudah sangat berjasa memberikan kami buah hati yang lucu dan baik, besok aku akan ajak mereka kemari, jadi bu Bella harus tampil cantik, dan bersih, supaya Mike dan Michael senang serta tidak takut pada bu Bella." jawab Ira.
Ira berjanji akan mengajak Mike dan Michael menemuinya, supaya mereka bisa berinteraksi dan saling memaafkan.
" Jangan, aku malu bertemu mereka, aku adalah ibu terburuk di dunia ini, dan jangan panggil saya bu, panggil saja Bella, aku nitip anak anak padamu, di bawah asuhanmu aku yakin mereka akan tumbuh dengan baik dan menjadi orang hebat." Jawab Bella
" Siapa bilang mbak Bella orang yang buruk, cuma masih khilaf, kalau mbak Bella ibu yang buruk, mbak akan menggugurkan mereka selagi dalam kandungan, tapi mbak tidak melakukan itu, mbak mau melahirkan mereka, bahkan dengan mempertaruhkan nyawa mbak sendiri." ucap Ira.
Bella malah menangis sesenggukan, air matanya tidak dapat di bendung lagi, dia sangat menyesali semua yang dulu telah dia lakukan.
" hik hik hiks, aku ini cuma benalu, parasit dan sampah masyarakat, aku tidak pantas di kasihani, aku pantas mendapatkan semua ini, bahkan yang lebih buruk pun aku pantas menerimanya." jawab Bella.
Ira memeluk Bell dengan erat mengelus punggung Bella dengan lembut, membiarkan Bella menumpahkan segalanya, Ira memberikan bahunya sebagai sandaran Bella. Dave yang ingin masuk ke dalam sana bersama salah satu petugas menghentikan langkahnya, mereka tidak mau mengganggu moment mengharukan itu.
Baru kali ini Dave menyaksikan seorang Isabella menangis bahkan sampai sesenggukan seperti itu.
" Aku malu Ir, malu pada diriku sendiri dan malu pada semuanya, aku sudah sangat banyak menyakiti orang lain, dari kakek Ramon yang sudah mau membesarkan dan menerima ku sebagai cucunya, memberikan kasih sayang dan hartanya, aku lupa kalau itu bukanlah hak ku, aku malah iri kepadamu, aku juga sudah menyakiti hari Dave dan anak anakku, hik hik. Aku tidak pantas di maafkan." ucap Bella.
__ADS_1
" Tidak mbak, kami semua sudah memaafkan mbak, aku yakin kakek juga sayang pada mbak, kalau tidak bagaimana mungkin kakek merasa sangat khawatir saat mbak Bella kecelakaan, dan meminta dokter untuk melakukan yang terbaik untuk keselamatan mbak Bella." kata Ira.
Semua yang di katakan nya benar tidak hanya untuk menghibur Bella semata.