Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 89


__ADS_3

Dave mengacak Rambut Bian yang masih berada di gendongan Brian.


" Oh ya Bian, nama kamu hampir sama dengan nama papa, om jadi sedikit bingung, kenalkan nama om Dave, om juga punya anak kecil seperti kamu lho, ada 2 , kapan kapan Bian ajak papa dan mama main ke rumah om, kita bisa main bersama sama, pasti seru banyak teman." Ucap Dave mengalihkan pembicaraan.


"Oke om, pasti anak anak om ganteng seperti om Dave, seperti Bian seganteng papa."Jawab Narsis Bian mengundang tawa semuanya, mereka ngobrol bersama di kafe tersebut sejenak lalu Dave undur diri, karena Rully sudah menghubunginya.


" Iya, kamu wakili saya meeting dengan mr Antoni, dan minta Darius menghandle rapat bulanan dengan manajemen perencanaan dan pemasaran, aku langsung pulang ke rumah." Ucap Dave melalui telpon.


" Oke siap tuan, anda memang harus istirahat cukup, karena baru saja perjalanan jauh, dan serahkan semuanya pada kami."Jawab Rully dengan lantang.


Dave langsung ke tempat parkir Bandara, Dono sudah sampai di sana dan menunggu sesaat.


"Don, ada berita terbaru, mengenai pergerakan Bella, dan kabar Ira?" Tanya Dave Pda Dono.


"Nona khumaira aman, beliau bersama keluarganya, tadi pagi beliau juga yang mengantar tuan muda ke sekolah sambil mendaftarkan kedua keponakannya ke sekolah baru, sementara Nona Bella belum tahu kalau Nona Ira adalah Cucu dari tuan Ramon, dia sekarang berada di Solo, tuan Ramon memutasi dia kesana untuk belajar mengenai hidup." Dona Melaporkan pemantauannya terhadap dua wanita ini.

__ADS_1


" Oke terima kasih awasi terus si Bella saya todak mu kecolongan dan perempuan itu melakukan hal hal yang membahayakan Nyawa Ira." ucap Dave.


"Siap tuan, saya sudah mengirim orang untuk terus mengamati nona Bella." Jawab Dono.


" Oke good job Don, kita langsung pulang saja, capek banget." Dave meminta Dono membawanya pulang kerumah, sementara Dave menyempatkan diri untuk tidur di mobil karena kalau sudah sampai rumah dan bertemu twins, pasti angan angan mau tidurnya akan berantakan.


Dono mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang, supaya Dave bisa tidur dengan nyaman.


Di mansion Ramon, Nila dan Ira mendapat bimbingan kepribadian, mereka diajari bagaimana cara makan, jalan, bicara dan semuanya, jadi mereka tidak akan kaget dan bisa segera menyesuaikan diri, sementara Ahmad dan Budi tetap pada bimbingan bisnis.


Hari ini Bella kembali ke ruko yang menjadi kantornya, ruangannya sudah di sulap jadi nyama, Bayu pindah di meja depan Ruangan Bell, hari ini Bella sangat keterlaluan, dia meminta mereka membuat banyak proposal dan sketsa sebuah Mall dan harus jadi hari ini, semua di buat sibuk bahkan tidak ada kata Istirahat, semua salah di mata ,Bella selain itu bayu harus mendapatkan Klien dalam waktu sehari, agung harus mendapatkan lahan seluas 10 hektar, batas waktunya adalah jam 4 sore.


"Saya butuh uang 1 trilliun untuk pembangunan Mall baru di sini, karena ini adalah prospek paling bagus, kita akan mengajari orang orang kampung itu hidup modern." Ucap Bella lewat telpon dengan direktur keuangan Di pusat .


" Maaf bu Bella, kami tidak bisa mengeluarkan uang sebesar itu, tanpa adanya bukti nyata, proposal, dan paling tidak ada investor lain yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita, membangun mall, tidak semudah membangun perumahan, laporan anda harus jelas dan terperinci, saya tunggu sampai jam 4 sore sebelum kami laporkan pada Ceo dan tuan Ramon."Direktur keuangan pengganti Bella menjelaskan prosedur yang harus Bella lakukan, tidak seperti Bella dulu, dia akan mudah mengeluarkan uang, asalkan bisa menguntungkan dirinya.

__ADS_1


" Sial, awas kau Daniel." Umpat Bella. Karena alasan itu dia menuntut semua bawahannya, untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam sehari, padahal dalam perencanaan pembangunan Mall, biasanya waktu wajar dalam persiapan membutuhkan waktu 2-3 bulan.


Sore Itu jam 3 sore, bayu dan lainnya sudah merasa tidak kuat lagi.


" Aku tidak kuat kalau kinerja bu Bella seperti ini, kita ini manusia bukan robot atau Sapi, hari ini juga aku mau resign saja." Ucap Bayu sambil menyiapkan surat pengunduran dirinya.


" Aku juga, aku juga." yang lain pada menyusul tindakan Bayu, cuma satpam dan resepsionis saja yang tidak mengundurkan diri karena mereka tidak ikut mengerjakan Proyek Mall Bella. Totalnya ada 10 pegawai mendatangi Bella di ruangannya, nampak Bella bermain handphone dengan kaki di atas meja sambil tertawa sendiri.


" mana laporan kalian, ini sudah jam 3, pusat menginginkan laporan itu du kirim sebelum jam 4." Sinis Bella masih dengan duduk sombongnya.


" Dasar manusia serakah, tidak berperasaan, bagaimana mungkin laporan yang biasanya di kerjakan dalam waktu 2-3 bulan, harus di kerjakan dalam waktu sehari, maaf saya tidak sanggup, dan saya mengundurkan diri." Bayu meletakkan surat pengunduran dirinya di atas meja Bella diikuti yang lainnya.


"Eh apa apaan ini kalian di bayar untuk bekerja, mengerjakan proposal seperti ini saja. sudah menyerah."Jawab Bella, dia menurunkan kakinya lalu berdiri.


"Eh tunggu, aku akan memberikan kalian bonus yang sangat besar nantinya." Bella merayu.

__ADS_1


" Maaf bu, saya tidak bisa, lebih baik bekwrja sewajarnya saja, sesuai jam kerja dan umr."Jawab Bayu, Dia terus melangkah keluar dari ruangan kecil tersebut, mengambil semua dokumen pribadi mereka.


__ADS_2