
Ira menoleh ke arah Twins dia mulai merayu keduanya.
" Sayang, kenapa sembunyi, katanya mau bertemu mama, lihat itu mama Bella sudah ada di sini, dia sangat merindukan kalian, apa kalian tidak ingin di peluk dan di panggil putraku oleh mama Bella?" Tanya Ira lembut, dan di elusnya kepala Twins .
" Takut ma." Kata Mike.
" Putra mama anak yang hebat, pemberani, penyayang dan tidak pendendam, memberi maaf orang yang membuat kesalahan pada kita, pahalanya sangat besar lo, dan di catat dengan tinta hitam besar oleh malaikat, apa tidak mau tuh, twins mendapat sertifikat dan stempel khusus dari malaikat dan nantinya akan di setorkan ke Allah." ira bahkan menjelaskan tentang pahala juga, kalau mereka mau memaafkan ibu kandung mereka.
Si kembar mengangguk dengan ragu.
" Mama tidak akan marah marah lagi, dia sudah bertaubat, jangan sampai kalian menyesal nanti kalau tidak sekarang meminta maaf pada mama, twins ingatkan apa pengorbanan mama pada twins dulu." Ira masih menjelaskan pada kedua anak tirinya, sementara Bella menangis, dia salut pada Ira, di usianya yang masih sangat muda, dia begitu dewasa, serta menyesal telah menyia nyiakan mereka.
" Memang lebih baik Anakku hidup bersama Dave dan Ira, semua yang terbaik dia dapatkan dari mereka." batin Bella.
" Tidak apa apa Ir, aku sangat memakluminya, aku memang tidak pantas untuk di maafkan, melihat mereka dari dekat saja, sudah menjadi kebahagiaan tersendiri untukku." Jawab Bella pasrah.
Tapu ternyata si kembar pelan pelan datang mendekati Bella, menyentuh tangan Bella dengan kedua tangan mungil mereka.
" Ma mama." panggil mereka.
" Hik hik." Bella memeluk mereka dengan erat dan menumpahkan segala perasaannya.
Dadanya terasa sesak dan berat, anak anak yang tidak pernah di akuinya, dan ingin di buangnya dulu kini datang mendekat dan dapat dia peluk dengan Erat. Bella tidak dapat menahan tangisnya, Bella menangis sampai sesenggukan.
" Putraku, hik hik mama sangat merindukan kalian, maafkan mama, huuhuuhu." Tangis Bella makin menjadi.
Mike dan Michael mengusap air mata Bella yang seakan terus mengalir dan tidak ada habisnya.
" Mama jangan nangis, kami sudah datang, hampir 5 tahun kami ingin di peluk mama." Jawab Michael.
__ADS_1
" Tiap ulang tahun, kami selalu menunggu mama datang, papa bilang mama masih sekolah di tempat jauh, mereka bohong." imbuh Mike.
" Maafkan mama, mama sudah jahat pada kalian, mama pantas di hukum sayang, mama pantas mendapatkan semua ini." ucap Bella.
Twins merapatkan pelukan mereka pada Bella, tanpa ada yang bersuara, mereka melepas rindu dalam diam.
Lalu Mike ya lebih dulu melepaskan tangannya, dan mengambil sebuah boneka ipin di sebalah Ira. Mata Ira juga merah sembab melihat moment yang sangat mengharukan itu, dia memeluk Ramon untuk erat, ikut meresapinya.
Mike menyerahkan Boneka ipin pada Bella, dan Michael menyerahkan si upin.
" Ma, ini Mike dan itu Michael, nanti malam kami akan menemani mama melalui boneka ini, mama anggap saja itu kami." kata Mike
" Iya, kalau rindu abang dan Mike, mama cukup memeluknya, kami janji akan sering sering kemari."imbuh Michael.
" Terima kasih sayang, mama sangat senang menerimanya, semoga ini bisa menjadi pengobat rindu mama, kalian baik baik ya di rumah. Kalau kalian rindu mama, bilang pada mama Ira ya." Kata Bella.
Si kembar mengangguk faham.
" Bantuin bagaimana, yang ada kalian bikin rusuh." Kesal Ramon.
" Ciee, kakek ngambek, jaga rahasia dong kek, untuk jaga image Mike dan Michael." cemberut Mike.
" Hahaha, kakek dan uyut sama saja, mereka itu sekarang suka buat rusuh mbak, udah mirip twins itu kakek." Ira dan Bella tertawa geli melihat Ramon yang masih saja tidak ada yang saling mengalah.
Bella membuka kantong bawaan mereka, dan di bukanya kotak yang besar.
" Mbak, ini nanti kotak yang kecil, mbak berikan ke petugas yang suka membantu mbak ya." pinta Ira.
" Terima kasih adikku, karena kamu semua berubah menjadi lebih baik." Kata Bella.
__ADS_1
" Makasih juga mbak." Ira memotong motong kerak telor tersebut dan menyuapi Bella.
" Ehm enak sekali, masih seperti yang dulu, resep buatan kakek selalu yang no 1." Jawab Bella.
Gantian Bella yang menyuapi Ira dengan tangannya langsung, dan tertawa bareng. Sementara tiga laki laki yang saling berantem itu, sama sama menoleh ke arah Bella dan Ira.
" Kek, kita ketinggalan, lihat mereka." tunjuk Mike.
" Ah curang, ayo ayo kita gabung!" ajak Ramon.
Ramon mengambil sepotong kerak telor dan menyuapi Twins, tak kalah dengan twins, mereka ganti menyuapi Ramon, lalu Ira dan Bella.
Suasana ruang kunjung itu sangat ramai dengan ulah mereka, bahkan petugaspun tidak tega menegur soal waktu kebersamaan itu sangat langka.
" Ayo kita foto bersama, pasti seru nih." Kata Ira.
Ramon meminta Andi untuk masuk dan mengambil foto mereka bersama dengan berbagai pose lucu. Andi berjanji akan mencetaknya dan mengirimkan pada Bella nanti.
Setelah selesai sesi foto, akhirnya mereka pamit pulang karena waktu sudah habis sejak tadi.
Bella dan petugas masih menyaksikan semuanya keluar dengan ceria. Twins minta gendong ke Andi, sementara Ira menggandeng manja Ramon.
Air mata kembali jatuh dengan Deras.
" Mereka menemukan kebahagiaan yang luar biasa karena gadis itu, kakek yang sering nangis di pojokan, terkenal angkuh dan killer, berubah seperti anak anak yang ceria, bahkan, bisa tertawa lepas." Ucap Bella.
" Anak anakku juga lebih bahagia bersamanya, dulu sebelum Ira datang, mereka adalah anak anak yang introfet dan nakal, berubah 360 derajat berkat dia, untuk Dave. Setelah perceraian itu dia berubah menjadi pria dingin, kini juga berubah 180 derajat." Ucap Bella.
" Bersyukurlah Bell, berkat dia juga kamu bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga yang sudah kau sia siakan dan kau khianati, yang tidak kau peroleh dari kedua orang tuamu " Petugas tadi juga menasehati Bella untuk bersyukur atas semuanya.
__ADS_1
Bella membenarkan ucapan Petugas itu, kalau Ira tidak datang, mungkin sampai sekarang dia masih meratapi semuanya di pojokan selnya sambil terus menulis.