
Bella pingsan di pinggir taman kota dengan keadaan memprihatinkan, pakaian seksi, rambut acak acakan. Malam semakin larut tapi tidak ada satupun orang yang membantu dirinya, para pengguna jalan hanya memperhatikannya sekilas, mengira kalau dia pekerja esek yang kelelahan.
Sampai hari menjelang pagi, Bella sadar dari pingsannya, dia merasa mual dan pusing hingga tidak bisa di tahan lagi, Bella muntah di sana. Huek huek huek, tubuhnya bau alkohol sekaligus bau muntah.
Sungguh tragis nasibmu malam ini Bel. Bella bangun dan mencoba berjalan mencari taksi yang lewat, tapi percuma saja, jam segitu mana ada taksi lewat, Bella berjalan lagi menelusuri trotoar, berharap ada orang yang akan menolongnya.
Tiba tiba ada sebuah taksi berhenti tak jauh dari tempatnya, buru buru Bella berjalan ke arah taksi tersebut, dan ketika dia hendak membuka pintu belakang taksi itu, ada seorang wanita yang berpenampilan seksi seperti dia juga akan membuka pintu.
" Maaf nona ini taksi pesanan sya." ucap wanita tersebut.
" Tapi saya juga butuh, pak antarkan saya, nanti akan saya bayar 2 kali lipat." Bella menawarkan untuk membayarnya dua kali lipat.
" Maaf, tapi memang nona Sonia yang pesan duluan, dia langganan saya." jawab Sopir taksi. Sonia merasa kasihan dengan Bella, melihat penampilannya yang berantakan, tapi barang yang dia punya branded semua.
" Sepertinya dia orang kaya, tapi kenapa keluyuran di sini." batin Sonia.
" Pak, kita antar mbak ini dulu, kasihan sepertinya dia baru kena musibah." jawab Sonia.
" Thank you.". jawab Bella
__ADS_1
Lalu keduanya masuk ke dalam taksi
" Diantar kemana nona?" tanya sopir taksi.
" Di jalan xx no x." jawab Bella.
" Kau mabuk berat, kenapa putus cinta?" tanya Sonia.
" Gue baru di rampok, harta gua, suami gue, anak gue, pacar gue, semua dia ambil, awas lo perempuan kampung, gue bunuh lo." Ucap Bella.
" Wah, parah tu orang, suami dan pacar lo di rebut, dan uang lo juga begitu? penasaran Sonia
" Semua karena perempuan kampung itu, gue tidak akan membiarkan dia bahagia di atas penderitaan gue, hahaha." Racau Bella.
Sonia dan sopir taksi tersebut hanya mendengarkan saja, racauan Bella hingga taksi itu sampai di perumahan elite, taksi berhenti di depan sebuah rumah mewah.
Sonia turun menemui satpam, menunjukkan apa benar wanita di dalam taksi itu pemilik rumah.
" Maaf pak, tolong bapak lihat mbak mbak di dalam taksi itu apa tinggal di sini, dia tadi menunjukkan alamat rumah ini." Tunjuk Sonia pada satpam.
__ADS_1
Satpam memeriksa taksi itu dan melihat Bella majikannya.
" Benar nona, beliau non Bella majikan kami, ayo kita bawa masuk" satpam tadi membuka gerbang rumah Bella dan mempersilahkan Taksi tersebut masuk ke dalam.
Jam sudah menunjukkan angka 3. Satpam membantu Sonia membawa Bella ke dalam rumah dan menurunkannya di sofa ruang tamu.
" Terima kasih non, tapi kalian sebenarnya habis dari mana, kenapa kondisi non Bella sampai begini?" heran pak Satpam.
" Saya bertemu dengan nona itu di taman, dia menyerobot taksi saya, lalu saya antarkan pulang, dan ongkos taksinya belum di bayar, mana sudah hampir pagi, sopir taksi minta ongkos 2 kali lipat pak." Muncul ide licik dalam hati Sonia, sebenarnya tadi di dalam taksi, dia sudah mengambil semua uang tunai Bella yang tinggal 1 juta.
" Oh coba saya periksa tasnya dulu non, siapa tahu ada uang di dalamnya." Jawab Satpam.
" Sudah pak, dan tidak ada apa apa di sana cuma ponsel dan beberapa kartu." Jawab Sonia.
" Waduh saya juga tidak ada uang non, malahan bulan ini belum di gaji, bagaimana kalau anda bawa saja tasnya ini sebagai ganti uang anda yang di pakai untuk ongkos taksi, tas ini pasti sangat mahal, biasanya nona Bella belanja barang barang yang asli non." Satpam itu menawarkan Tas yang Bella bawa tadi, kebetulan dia memakai tas gucci seharga 20 juta, itu masih tergolong murah.
" Baiklah kalau begitu, saya akan bawa tas ini, dan tolong di keluarkan isinya, takut ya ada yang masih ada di dalam!" Pinta Sonia sambil tersenyum puas, kapan lagi punya tas mahal ini, bayarannya melayani tamu sehari tidak sampai 5 juta.
Satpam memeriksa semua isi di dalam tas milik Bella, setelah di pastikan semua sidah di keluarkan, maka Sonia mengambil tas tersebut, lalu pergi dari mansion Bella, yang merupakan peninggalan dari Brian.
__ADS_1