Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 141


__ADS_3

Setelah melaksanakan ibadah sholat magrib, mereka berkumpul di halaman belakang, Art sudah menata menu untuk acara empat bulan kehamilan Ira. Budi yang memimpin doa serta memberikan petuah kecil untuk putri dan Menantunya.


Setelah semua Selasa semua berangkat menuju ke lokasi tempat diadakannya bagi berkah, dengan antusias orang orang kaya ini membagikan langsung kepada mereka tanpa di wakilkan ke siapapun, mereka bahkan tidak canggung maupun jijik kepada para pengemis, pemulung, lainnya di sana.


Dave melarang Ira untuk ikut membagikan sembako tersebut, Dave tidak mau Istrinya terlalu capek.


" Twins kalian jaga mama supaya tidak bandel dan ikut kemari ya, kasihan nanti kecapean dedek kalian ya." Dave membisikkan sesuatu pda Twins supaya beraksi.


" Ma cari jajan yuk, disana ini kayaknya ada bakso, somay pasti enak." ajak Twins pada Ira, karena sudah dari tadi Ira ingin sekali bergabung dengan kelurganya, dan tidak bisa kalau di suruh duduk manis dan melihat saja.


" Di mana?" tanya Ira dengan penuh penasaran, mendengar kata makanan jiwa kepo nya langsung meronta.


" itu lho ada tulisannya bakso bakar pak San." tunjuk Michael ke arah tukang bakso yang lumayan rame, tidak jauh dari tempat mereka duduk.


" Ayo, kita jarang jarang nih menemukan bakso bakar, jadi penasaran mama."Jawab Ira dengan semangat. Akhirnya twins bertos ria karena bisa mengalihkan perhatian Ira.


Ira menggandeng tangan Kedua bocah tampan tersebut dan segera memesan bakso bakar itu, dan memperhatikan bagaimana cara abang bakso membakar pentolnya.


" Serius sekali anak mama, lihat abang nya bakar baksonya." Goda Ira.


" penasaran ma, bagaimana caranya nanti kita bisa praktek di rumah kalau enak." jawab Michael.


" oke setuju, bang baksonya di banyakin ya." Pinta Ira pada penjual bakso.


" Siap neng." jawab di abang bakso.


Dan ternyata Twins sudah mulai populer, akibat peresmian buku Bella, ada banyak pengunjung yang minta tanda tangan Twins bahkan foto bersama, kebanyakan mereka sudah membeli Buku hasil karya Bella.

__ADS_1


Ada perempuan tengah baya juga yang datang dan tiba tiba memeluk si kembar dengan Erat.


" Masyaallah, kalian ini adalah anak anak yamg di ceritakan di dalan buku IB itu, malang sekali nasib kalian, bisa punya ibu seperti itu, tapi tuhan maha adil nak, kebahagiaan akan selalu menyertai kalian nanti, setelah ada badai pasti akan ada cahaya kehidupan, nak Khumaira, semoga kamu bisa menjadi ibu yang terbaik untuk anak anak hebat ini, dan semoga tobatnya Bella di terima oleh Allah, ibu sudah membaca 3 kali, tapi tidak pernah bosan, banyak sekali pelajaran yang tersirat di dalamnya." ucap ibu tersebut.


" Terima kasih bu, dan Aamiin atas doanya, ayo bergabung kita nikmati baksonya, kelihatannya enak lho." ajak Ira.


" Terima kasih, ibu sudah beli tadi, bang San ini langganan ibu, baksonya beda dari yang lain, di sini unik, pentolnya di bakar."


Setelah ibu tadi pergi, dan bakso bakar siap, segera mereka menikmati sensasi bakso bakar yang memang beda.


" Emmm, enak ya, ada aroma bakar bakar dan gosong gitu membuat cita rasa baru, mama suka." Nilai Ira.


" Iya ma keren ini,besok kita praktek ya." ajak Mike.


" Siap komandan." Jawab Ira.


" Ma hari senin besok adalah hari ibu, kami di minta membuat sebuah karya, boleh Michael menggambar mama?" Michael berencana menggambar Wajah Ira, sosok ibu yang dia banggakan saat ini.


" Rahasia ma, mama dateng kan, hari senin di sekolah kami, semua wali murid harus datang dan murid murid akan menunjukkan karya kami pada ibu kami." Jawab Mike.


" Wah bagus itu, mama dan papa akan datang, semangat membuat karyanya ya." Ira memberi semangat pada keduanya.


" Kalau mama buat apa untuk nenek?" kepo mereka.


" Apa ya, bingung mama, kalau untuk seorang ibu, hadiah terbesar dari anaknya adalah, melihat anak anaknya tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholehah, itu adalah hadiah terbesar bagi kami kaum ibu nak." Jawab Ira.


" Untuk kami, mama Ira adalah hadiah yang terbesar untuk kami, love you ma." Mike dan Michael mencium kedua pipi Ibu sambung mereka.

__ADS_1


Dua bocil itu pasti akan marah jika ada temannya yang meledek mereka soal ibu tiri yang jahat, tidak semua ibu tiri jahat, bahkan banyak ibu tiri yang bahkan lebih baik dan lebih menyayangi anak anaknya daripada ibu kandungnya sendiri. Keduanya berencana akan menunjukkan itu pada teman teman mereka pada saat hari ibu senin besok.


Acara bagi sembako sudah di penghujung acara, Dave mencari Istri dan anak anaknya yang tidak kelihatan di tempat mereka tadi duduk, Dave berlarian kesana kemari mencari ketiganya, sampai lupa kalau ada Hp.


" ma, bu, Ira dan anak anak tidak ada, Dave sudah mencari di sekitar sini tapi belum nemu ma?" Tanya Dave dengan panik, dan nafasnya terengah engah.


Sebenarnya Dave sudah melewati pedagang bakso tadi dua kali tapi tidak melihat ketiganya, karena mereka lebih memilih lesehan di belakang gerobak sambil melihat proses membakar pentolnya.


"Sudah kau telpon apa belum?" ucap Mila.


" Astaga Dave lupa, rasanya Dave memiliki 3 anak jahil saja." Keluh Dave.


" Haha, Dave Dave sabar, kelakuan ibu hamil itu tidak bisa di prediksi, terkadang enak, dan tidak ngidam sama sekali, terkadang ada yang aneh." Laksmi menghibur Dave yang susah panik dari tadi.


Dave mengambil ponselnya dari dalam saku celananya, tak lama sambungan telpon pun tersambung.


" Assalamualaikum Pa" sapa Ira.


"Waalsikumsalam, mama dan Twins ada di mana? papa cari dari tadi tidak ketemu?"


" Makan bakso di ini gerobak biru ada tulisannya bakso bakar pak San, kami sedari tadi di sini nunggu kalian selesai." Jawab Ira.


Dave mencari cari gerobak dengan ciri ciri yang di sebutkan Ira tersebut, dan mengucek matanya, Dave heran bukannya tadi sudah melewati penjual bakso tersebut dua kali.


" Sayang, tapi tadi aku sudah lewat sana dua kali, tapi tidak melihat kalian?" heran Dave.


" Ada, ini Twins sedang melihat proses bakar baksonya, mereka malah di ijinkan ikut bakar bakar disini, papa sini saja, seru dan lihat muka anak anak kamu sudah mirip kucing." kata Ira.

__ADS_1


" Ya sudah kami kesana sekarang." kata Dave.


Mendengar kata Dave akan menyusul bersama yang lain, Ira berinisiatif memborong bakso pak San tersebut, supaya bersenang senang bersama di sini.


__ADS_2