
Bella mengingat kalau tadi sedang makan dengan Twins, dia segera kembali ke meja tempat dia makan tapi twins sudah tidak berada di tempat tersebut.
" Ah sit, pasti bocah itu keluar." Gumam Bella, dia menyambar tas mahalnya yang masih tertinggal di kursi meja tersebut, dan menuju ke tempat parkir.
Bella tidak melihat twins dan Ira di sana.
"Eh mana twins dan si ba bu itu?" Tanya Bella pada sopirnya dengan nada tinggi.
" Maaf nyonya, tuan muda belum kembali, tapi mbak Ira tadi menunggu di dekat pintu masuk sana." Jawab sopir.
" Dasar to lol, kenapa lo disini saja, tidak ikut nunggu di sana, kan kabur mereka, ayo pulang saja."Bella memerintahkan sopirnya untuk membawanya pulang.
Sementara Twins dan Ira masih menikmati bakso mereka sambil menunggu Dono datang menjemput.
Di mansion Bella. Brian yang baru pulang kerja merasa pusing dengan pengeluaran Bella yang membengkak hanya untuk membeli mainan.
" Bel, apa apaan ini, kamu menggunakan milyaran rupiah hanya untuk membeli mainan, mikir dong bel, kita tidak punya anak , untuk apa semua ini?"geram Brian.
" Tidak perlu marah semua itu untuk Twins, supaya mereka mau tinggal disini, katanya suruh merayu mereka." Jawab Bella sewot.
"Tapi tidak sebanyak ini juga Bella sayang, merayu anak kecil itu perlu kata kata manis, lembut, bukan membeli banyak barang, lalu bagaimana apa sudah berhasil?"Tanya Brian heran.
__ADS_1
" Hampir, tapi dasar anaknya saja yang nakal, kampungan, masak motong stik saja sampai loncat ke kepala orang." Keluh Bella.
" Terus kamu marahi mereka?" heran Brian.
" enggak, tapi aku berantem dengan ibu ibu yang bajunya di kotori mereka, semua mainan itu juga pilihan twins, tenang itu tidak seberapa sayang, dibanding dengan apa yang akan aku peroleh." jawab Bella.
" ah terserah, aku cuma mau mengingatkan saja padamu, di depan anak kecil janganlah kau tunjukkan sisi kasar kamu ini, mereka akan takut, apa lagi selama ini kamu tidak ker pada mereka, anak sekarang lebih pintar dan gampang faham, dan ini aku cuma mau mengingatkan saja, mau di pakai ya syukur nggak ya terserah kamu. Aku capek perlu asupan gizi." Jawab Brian.
" Oke sayang, apasih yang tidak untuk suamiku yang cakep, tajir dan baik hati ini." Jawab Bella dengan manja, berbanding terbalik dengan sikap yang tadi dia tunjukkan.
Esok hari Dave baru pulang dari papua, dan mereka segera menyiapkan acara ulang tahun Twins, serta mengundang Bella dan Brian.
" Yakin kalian mau mengundang mak lampir itu ?" heran Oma.
"Terserah kalian saja dan sebaiknya kalian bicarakan ke papa kalian." jawab Mila.
Twins meminta Ira membuatkan makan siang untuk Dave, dan mereka akan merayu Dave dengan makanan itu.
" Ayo mbak Kita berangkat ke kantor papa!"Ajak Mike.
"Iya ini sudah siap semuanya kok."Jawab Ira sambil menenteng sebuah rantang makanan untuk Dave. Seperti biasa mereka diantar oleh Dono ke kantor Dave.
__ADS_1
Sementara di kantor Dave, Bella dengan Santainya masuk ke ruangan Dave, tanpa permisi dan mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Siang Dave, apa kabar?" Tanya Bella dengan suara yang lembut dan terkesan manja.
"Mau apa kamu kesini?" Tanya Dave
"Dave, aku nyesel, aku nyesel telah menyia menyiakan laki laki baik sepertimu dan lebih memilih lelaki brengsek seperti Brian, hik hik, dia telah menghianatiku, huhuhu." Bella pura pura menangis meratapi nasib dia.
" Sudahlah Bel, itu adalah jalan yang sudah kamu pilih, jadi jalank saja apa yang ada." Jawab Dave, dia tetap sibuk dengan kertas kertas yang harus di tanda tangani.
"Beri aku kesempatan memperbaiki semua Dave, biarkan aku dekat dengan anak anak, kalau perlu, aku siap meninggalkan si Brian itu dan kembali padamu, asalkan bisa menebus semua waktu yang telah aku sia siakan."Ucap Bella dengan memelas.
"Maaf Bel, untuk dekat dengan anak anak, itu hak kamu, kamu adalah ibu kandungnya, aku akan memberi kamu waktu mengenal dan bersama mereka, tapi kalau untuk kembali, maaf saya tidak bisa." Jawab Dave dengan tegas.
"Tidak perlu mengelak Dave, aku tahu kamu itu seperti apa, dan aku juga tahu kalau aku adalah cinta pertama kamu, tapi waktu itu aku di butakan cintaku pada Brian, tapi dia tidak sebaik dirimu, Dan Anak ank akan lebih bahagia kalau hidup bersama ibu kandungnya, bukan ibu tiri." ucap Bella mengiba.
" Kamu salah, anak anak ku tidak seperti itu, alu yakin Ira adalah ibu yang terbaik untuk mereka dan akan menjadi istri yang terbaik untukku. san satu lagi perasaanku padamu sudah hilang bersamaan dengan kamu tidak menginginkan Twins, bahkan menyentuh mereka saja kamu jijik, dan kau meninggalkan begitu saja anak anakku di rumah sakit. Tahukah kau bagaimana keduanya berjuang untuk hidup di dalam tabung inkubator, kau meminta dokter untuk segera melahirkan mereka, meski masih 7 bulan dalam kandungan, hanya demi untuk menyusul Brian ke london, dan berlibur ke maldives." Jawab Dave.
Di luar ruangan Ira dan Twins mendengar semuanya dengan sejelas jelasnya kenapa Dave tidak mau Twins mengenal ibu kandungnya. Bahkan tidak pernah memberitahukan siapa ibu mereka.
" Cukup Dave, itu masa lalu Dave, tahu kah kau bahaimana perasaanku waktu itu, menikah dengan lelaki culun, sedangkan pacarku adalah lelaki yang sempurna, tapi itu dulu Dave, setelah menikah dengannya aku baru tahu bagaimana belang Brian. Please, eri aku kesempatan sekali saja, aku akan menjadi ibu dan istri yang terbaik untuk kau dan anak anak, buka. perempuan kampung itu, Apa kau tidak malu mengenalkan Dia sebagai istri kami, nyonya Dave aditama."kata Bella, dia terus mencekoki fikiran Dave.
__ADS_1
"Kamu salah Nona Bella, justru akau akan sangat bangga mengenalkannya pada semua orang seorang gadis desa yang lugu, polos dan sederhana telah membuat perubahan yang baik pada anak anak, padaku dan keluarga Aditama."Jawab Dave.