
Tak Lupa dia juga menghubungi Dave, meminta ijin suaminya untuk membawa Twins dan kakeknya ke Rumah tahanan.
" Assalamualaikum sayang, sudah kangen ya sama papa?" Goda Dave
" walaikumsalam, Ih GR, aku cuma mau minta ijin pada papa untuk mengantarkan kakek ke rutan sekaligus mengajak Mike dan Michael." Ijin Ira di dalam telpon.
" Memangnya twins mau sayang?" penasaran Dave
" Mau pa, mereka kini mandi dan siap siap."
" Oke, papa ikut apa yang terbaik saja, semoga twins bisa memaafkan Ibu kandungnya." Jawab Dave.
" Twins anak yang baik dan penyayang pa, dan serahkan semua pada mama Ira." jawab Ira optimis.
" Oke mama sayang, dan hati hati ya!" pesan Dave.
"Iya papa, kami akan hati hati dan semangat bekerja papa sayang, istri dan anak anakmu suka menghabiskan uang hihihi, assalamualaikum." Jawab Ira terkikik geli. dan tak lupa mengucapkan salam.
Setelah menghubungi Dave Ira segera bersiap siap untuk membawa twins dan Ramon ke Rutan.
Tak membutuhkan waktu lama untuk mereka bersiap siap dan berangkat, Ira meminta Andi untuk berhenti sebentar di toko buku, karena dari petugas Rutan, saat ini Bella sedang menulis kisah hidupnya dalam sebuah buku.
" Pak andi kita mampir ke tuku buku sebentar ya, ada yang mau Ira Beli." Pesan Ira pada andi.
" Mampir ke toko boneka juga ya pak, kami mau beli boneka upin dan ipin, supaya mama Bella kalau kangen Mike dan Michael memeluk boneka itu."
Twins juga berpesan pada Andi untuk mampir membeli Boneka. Andi menuruti semua permintaan majikannya, tapi Ramon minta di belikan Lolipop, satunya buku, yang dua boneka.
Andi berhenti di gramedia, dan kebetulan di sebelah Gramedia ada istana boneka, jadi mereka bagi tugas, Ira membelikan buku, bolpoin dan alat tulis lainnya untuk Bella, sementara pak Andi mengantar Twins membeli upin dan ipin. Ramon memilih menunggu di mobil saja.
Dia mengambil 3 buah permen lolipop dari saku jasnya, mengamati permen tersebut dan membayangkan Bella sewaktu kecil suka sekali makan permen itu, bahkan giginya sampai keropos.
Bella yang selalu menghiburnya ketika ingat istri dan anaknya, bahkan saat frustasi saat orang orang yang dikirimnya tidak berhasil menemukan Yulia dan Laksmi. Setelah semua beres mereka melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
Bella di panggil dari dalam selnya.
" Bella ada yang membesuk kamu lagi." Kata Petugas.
" Siapa?" Tanya Bella yang masih sibuk menulis.
" Mbak yang tadi pagi, tapi dia membawa seorang kakek kakek dan dua anak kembar, mereka lucu dan tampan." Jawab Petugas.
" Apa, kakek kakek dan anak kembar?" Tanya Bella, matanya berbinar mengetahui siapa saja yang datang.
" Bu ayo antar saya kesana bu, anak kembar itu anak anakku bu, kakek tua itu kakekku." Kata Bella penuh semangat.
" Benarkah, anak anak kamu ganteng ganteng ya, pasti bapaknya juga keren." jawab Petugas yang tidak tahu kalau Dave adalah ayah si kembar.
" Yang tadi pagi kemari ayah si kembar, dan Ira itu ibu tirinya." jawab Bella.
Petugas tadi lalu diam, dia tidak mau terlalu mengorek urusan pribadi Bella.
Saat mau ke depan Bella menghentikan langkah petugas yang kini membantunya.
" Tunggu bu!"
" Ada apa?" heran Petugas.
" Saya pinjam sisir dan bedak, benar kata Ira, aku harus tampil Fresh kalau mukaku kucel anak anakku nanti akan takut melihatku."
Ternyata Bella mau pinjam sisir dan bedak untuk memperbaiki penampilannya, dia tidak ingin kedua anaknya melihat kondisinya yang kusut
Setelah berbenah diri Mereka sampai di ruang kunjung, Bella bisa melihat dengan jelas dan dekat orang orang yang dia sayangi.
" Kakek, Twins." Panggil Bella.
Bella mendekatkan kursi rodanya ke mereka. Ramon melihat itu jadi terharu, mana Bella yang sombong dan Arogant, yang dia lihat saat ini Cuma Bella yang rapuh.
__ADS_1
Twins yang tadi begitu berani dan ceria menjadi ciut, mereka memegangi Lengan ira dengan Erat. Bella mendekati Ramon mencium tangannya layaknya seperti cucu pada kakeknya.
" Maafkan Bella kek, Bella sudah menjadi cucu durhaka dan kurang ajar apa kakek." Bella memegang kedua telinganya.
" Bella sudah membuat kakek kecewa, dan sekarang Bella sudah tahu kalau harta, kedudukan dan uang, tidak bisa menolong Bella, Bella baru sadar setelah semuanya pergi dari hidup Bella, ternyata keluarga lebih berharga dari semua itu, mereka bagaikan Air hujan saja, hik hik."
Bella meminta maaf dari hari yang paling dalam.
" Dasar bocah nakal, kau selalu begitu berbuat salah di hukum, di ulangi lagi, nih lolipop bentuk bulat untuk menemani hukuman kamu." Sudah lama kakek tidak menghukum kamu jadi semakin bandel.
Bella menerimanya dengan tersenyum.
" Ampun kek, sekarang Bella tidak bisa berdiri di pojokan untuk minta maaf." kata Bella.
Ramon membelai Rambut pendek Bella.
" Semoga hukuman ini adalah hukuman terakhir yang kamu dapatkan, dan jadikanlah tempat ini asrama untuk menimba ilmu, kami semua akan selalu ada untukmu, jangan menganggap kalau kau sendirian, ini lolipop hati untuk kamu, kakek menyayangimu, masih seperti dulu, kakek marah dan menghukum kamu karena kakek menyayangimu." kata Ramon.
" Terima kasih kek, kakek memang kakek terbaik di dunia, kakek terganteng dan terhebat yang pernah Bella miliki." jawab Bella.
Mereka Saling berpelukan saling melepas rindu yang teramat dalam, sudah sekian lama mereka tidak seperti itu, jadi Bella menumpahkan semua kerinduannya pada Ramon.
" Ya sudah ini lolipop terakhir, karena tadi sudah memuji kakek meski kenyataannya memang seperti itu." Jawab Ramon Narsis.
" Ih Narsis, kek selamat ya, kakek sudah bertemu dengan anak kandung kakek, jadi tidak perlu nangis lagi di pojokan kamar sambil bicara sendiri dengan foto." Bella mengingatkan masa masa tersebut.
" Hehe, jadi malu."
" Selamat juga kakek sudah mendapatkan cucu yang baik dan berhati seperti malaikat, dia bahkan tidak dendam atau membenci Bella. Bahkan Bella sudah sering sekali menghina dan menyakitinya, tapi dia dengan tangan terbuka menerima Bella, bahkan meminjamkan bahunya untuk mengurangi beban Bella, jaga dia kek, jangan sampai terjadi apa apa dengannya." Bella menoleh ke arah Ira dan menggenggam tangan keriput Ramon.
" Iya, berkat bertemu dengannya pula, kakek bisa menemukan Istri dan anak kakek, walaupun kakek cuma bisa memeluk batu nisannya saja, kakek sudah lega." Jawab Ramon, lalu Ramon memanggil Twins dengan isyarat tangannya.
Twins Masih belum berani, mereka masih trauma pada kejadian jojo, dan mereka takut kalau Bella marah karena sudah pernah mengerjai dia, bahkan menghabiskan uang di dalam kartunya. mereka bersembunyi di belakang Ira, menyembunyikan wajah mereka di punggung Ira.
__ADS_1