
Resepsionis tadi mengantar Bella ke atas menemui bayu.
tok tok tok Resepsionis tadi mengetuk pintu kaca ruangan Bayu.
" Masuk." Bayu memerintahkan Resepsionis itu masuk.
" Pak , beliau adalah bu Bella dari kantor pusat, yang akan menjadi direktur di sini, bu Ini pak Bayu, orang yang selama ini bertanggung jawab proyek di sini."
" Selamat siang nona, maaf kami tidak tahu kalau anda datang hari ini jadi tidak ada penyambutan." Bayu berdiri dari tempatnya lalu meminta Bella duduk di tempatnya.Resepsionis tadi juga kembali ke tempat semula.
" Dimana ruangan saya?" tanya Bella to the poin dan dengan gayanya yang sombong.
" I ini adalah ruangan anda, saya akan membereskannya Nona." Jawab Bayu dan segera sibuk merapikan meja tersebut.
" Apa lo bilang, ini ruangan saya tidak salah? Lihat sempit, pengap, kotor, saya tidak mau, siapkan kantor yang bagus kalau perlu kita sewa gedung yang bagus dong, lo tahukan apa itu Pt Angkasa masak kantor cabang seperti ini, saya mau lo cari gedung yang bagus, fasilitas ac, terutama ruangan saya, harus dingin steril, dan luas." Jawab Bella.
"Tapi nona, ini adalah perusahaan baru, jadi dana kita belum cukup untuk menyewa atau membeli gedung yang anda sebutkan tadi, dan kita belum mendapatkan klien besar, ini masih pengadaan perumahan tingkat menengah." Jawab Bayu.
"Saya tidak mau tahu, hari ini juga lo harus cari tempat yang gue inginkan, atau di bubarkan saja kantor ini."Sewot Bella.
" Ba baik nona, dan soal finansial nya bagaimana?" Tanya Bayu.
" Usaha dong, lapor ke pusat, bilang kalau cucu mr Ramon tidak mau bekerja di tempat yang mirip kandang ayam." kata Bella selanjutnya.
" Maaf nona kami tidak berani, kami adalah tim baru dan belum memberikan kontribusi yang bagus untuk perusahaan, tiba tiba saja meminta fasilitas mewah." Jawab Bayu.
__ADS_1
"Dasar payah, lo sekarang cari tempat tersebut, eh gue ikut." Akhirnya Bella ikut, dia ingin melihat lihat keadaan kota ini.
Akhirnya Bella ikut bersama Bayu berkeliling kota, mengendarai mobil mewah Bella.
Seharian Bayu menunjukkan beberapa ruko yang bagus, tapi tidak ada satupun yang cocok menurut Bella, semua di bawah standar kantor dalam Versi Bella.
"Kita ke Mall saja, di sana pasti ada tempat kosong yang bagus!" Bella mengajak Bayu ke mall, tapi tidak ada mall di sana.
" Mall, disini tidak ada Mall nona, kalau ke Mall harus ke ibu kota, jaraknya sangat jauh, bisa mencapai 70 km, dengan jarak tempuh 3-4 jam perjalanan." Bayu menerangkan kalau di sana tidak ada Mall.
" What, bagaimana gue mau belanja baju, tas, sepatu, ah bisa seperti si Pembantu sialan itu dong gue." Keluh Bella.
" jangan khawatir nona di sini Ada banyak toko baju nona, anda bisa pilih model yang bagus dengan harga murah dengan kualitas mall." jawab Bayu.
Bayu hanya melongo saja mengenai perintah pengajuan dana tersebut.
" Enteng sekali dia bilang 1 triliun, apa itu duit semua." Batin Bayu.
" Sekarang antar gue pulang, dan besok pagi ketika gue sampai di kantor, ruangan gue sudah siap." kata Bella.
" iya nona, tapi saya minta dana untuk membeli Ac, perusahaan belum punya uang untuk itu." Bayu meminta uang ke Bella, dia tidak mau memakai keuangan kantor, untuk kepentingan pribadi calon atasannya itu
" Hemm, berapa no rekening lo, nanti gue transfer." Bella meminta rekening bayu dan mentransfer uang 15 juta, demi menyiapkan ruang kerja untuk dirinya.
Di lain tempat tepatnya di bandara soekarno Hatta, Dave yang baru pulang dari Korea bertemu dengan Brian yang menggendong anak kecil beserta perempuan muda dan cantik.
__ADS_1
" Dave" panggil Brian. pemuda itu mendekati Dave dan mengajaknya ngobrol.
" Hai bro apa kabar?, gue mau minta maaf ke elo, boleh ngobrol sebentar." Dave mengangguk mengiyakan ajakan Brian, sekaligus penasaran dengan bocah kecil dan wanita itu.
" Oke, bagaimana kalau di kafe itu, supaya lebih enak." Dave menunjuk sebuah kafe yang masih berada di area bandara.
" Oke, ayo kesana." Brian masih menggendong putranya ke dalam kafe, dan sesampainya di dalam dia berhenti sejenak.
"Sayang, bian sama mama dulu ya, papa ada urusan sebentar dengan om Dave, Nit kamu bisa ajak Bian ke area bermain sana, aku masih ada urusan."Kata Brian pada keduanya. dan Mencium bocah itu dengan gemes.
Anita langsung mengajak putranya ke arena bermain, supaya tidak mengganggu Mereka.
Sementara Brian dan Dave mencari tempat duduk, setelah duduk nyaman, Dave memulai obrolan mereka.
"Siapa mereka bi?" tanya Dave.
" Maafkan gue Dave, selama ini memusuhi lo, gue salah, demi seorang perempuan, persahabatan kita menjadi hancur, gue baru sadar setelah bertemu Fabian, dan sikap Bella yang semakin hari semakin menjadi. Gue bekerja keras, bahkan menipu sana dan sini demi mendapatkan keuntungan yang banyak dan bisa terus memenuhi kebutuhan mewahnya, tapi apa yang kudapatkan dari orang yang selama ini gue cintai, bahkan gue menjadi player hanya karena cemburu dan marah ke elo, karena menghamili dan menikahi Bella, hah." Brian menghembuskan nafas kasarnya.
Pelayan datang membawa minum dan camilan untuk mereka.
" Lalu?" kepo Dave.
" Gue sadar, kalau Bella lebih mencintai dan terobsesi pada harta dan uang daripada keluarga, gue marah besar padanya setelah tahu, dia berencana ingin kembali ke elo, setelah tahu lo itu ternyata kaya raya, dan sungguh serakah sikapnya, dia ingin memiliki kita berdua Dave, dan satu lagi perbuatannya yang membuat gue kecewa, setelah melahirkan si kembar, ternyata Bella mengangkat rahimnya, supaya tidak berubah bentuk tubuh dan kecantikannya. katanya demi memuaskan gue, gila tidak tuh, belum pernah gue meminta hal gila itu, pantas saja kakek Ramon meminta cucu, dan akan menyerahkan semua warisannya pada cucu atau cicitnya, bukan ke Bella, dia langsung kelimpungan mencari elo." ucap Brian dengan sendu.
"Beberapa waktu lalu, gue di pertemukan dengan sosok bocah yang sangat mirip dengan gue sewaktu kecil, gue ikuti anak itu sampai ke ibunya, ternyata dia putra dari seorang gadis SMA yang pernah gue perkosa." Brian berhenti sejenak dan meneguk kopinya.
__ADS_1