Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
.


__ADS_3

Pagi ini Bella memutuskan untuk ke kantor Dave. Tapi dia tidak bertemu dengan Dave, cuma Rully dan Darius yang ada di lantai 18 tersebut.


" Mana Dave?" Tanya Bella.


" Maaf, tuan Dave tidak masuk beliau ada urusan di luar kota." Jawab Rully.


" Kemana?" Tanya Bella.


" Itu bukan urusan anda nyonya, setahu saya tuan tidak ada janji dengan anda maupun tuan Brian." Jawab Ruly.


"Eh yang sopan dong, ingat status lo itu cuma asisten." sombong Bella.


" Saya tahu nyonya, dan saya juga bersikap sopan pada anda." Jawab Ruly dengan tegas.


" Huh." Bella langsung meninggalkan lantai tempat Dave bekerja.


" Sebaiknya gue langsung ke sekolah Si kembar saja, mencari perhatian mereka." Bella mempunyai ide untuk ke sekolah Twins.


Bella langsung menuju ke kelas Twins.


"Itukan bu Bella, ibu kandung Twins, mau ngapain kemari?" Heran Ira yang melihat Bella menuju ke kelas twins diantar oleh seorang satpam.


" Bu saya ingin menjemput Si kembar anak saya." Ucap Bella, masih dengan gaya arogant dia.


" Maaf si kembar siapa ya, dan anda ini siapanya si kembar?" Tanya Wali kelas, dia takut kalau wanita ini penipu.


"Si kembar anaknya Dave aditama, saya ibunya."Jawab Bella.

__ADS_1


" Maaf nyonya ada perlu apa hingga menjemput si kembar di jam sekolah seperti ini." Kata wali kelas.


"Ini urusan saya, saya ibunya dan memangnya kenapa kalau saya menjemputnya sekarang."Sinis Bella.


"Maaf nyonya, sebaiknya anda kembali lagi kemari nanti jam 11.00 hari ini kegiatan sekolah sampai jam 11. Atau anda bisa minta ijin pengasuh mereka, itu mbak Ira, dia yang di beri tanggung jawab untuk menjaga Si kembar." Kata Wali kelas dan menunjuk ke arah Ira.


Bella menoleh ke arah telunjuk wali kelas, Bella mengernyitkan dahinya. " Bukannya itu calon istri Dave, wau ternyata dia cuma pengasuh, sangat menarik." Gumam Bella sambil tersenyum licik.


" oke, saya akan temui wanita kampungan itu." Jawab Bella dengan nada Sinis.


Tanpa mempedulikan sang wali kelas, Bella langsung berjalan mendekati Ira.


"Masyaallah, itu ya ibu kandung si kembar, sombong sekali, pantesan mereka bercerai, lha orangnya tipe seperti ini " Gumam wali kelas dan masuk lagi ke dalam kelas.


Bella berjalan seperti di atas Catwalk saja, melenggak lenggok dengan semua barang branded yang dia pakai.


" Mungkin saja, lihat semua barang yang di pakainya, harganya sangat fantastis, kalau di hitung bisa mencapai semilyar."Kata ibu yang lainnya.


Bella mendekati Ira dan mendorongnya hingga jatuh, karena tidak ada keseimbangan.


" Haha, jatuh dia. Plok plok plok." Bella bertepuk tangan dengan congkak.


"Wau ternyata nona Khumaira calon istri Dave aditama rupanya, atau pengasuh anak gue. Wau wau, lihat ini nih contoh perempuan matre, alih alih mengasuh anaknya tapi menggaet ayahnya." kata Bella dengan congak.


" Apa anda bilang saya matre, lalu anda apa, di sebut apa seorang ibu yang tidak mau mengakui anak anaknya, karena ayahnya tidak sekaya pacarnya."Jawab Ira dengan sinis pula.


" Apa lo bilang, lo tidak tahu berhadapan dengan siapa, gue cucu Ramon nugraha, pemilik perusahaan real ested terbesar di negara ini jadi wajar dong, kalau gue buang sampah dan isinya." Jawab Bella.

__ADS_1


" Lalu kenapa anda kemari, jangan bilang mau mengambil sampah dan isinya itu." Jawab Ira.


Yang lain cuma duduk diam melihat adegan adu mulut itu.


"Lo, gue hari ini mau menjemput anak anak Dave, untuk bertemu kakek gue dan tinggal di sana." Jawab Bella.


" Kenapa harus mereka, bukan cucunya yang lain, bisa saja kakek ataupun orang tua bahkan anda sendiri tidak mengenalinya, atau bahkan namanya saja tidak tahu." kata Ira rada emosi dengan peringai ibu kandung Twins. padahal kemaren Ira bilang pada Twins untuk tidak membenci ibu mereka


" Eh, lo itu cuma pelayan ya, jangan sok dan sombong." Ketus Bella.


" Saya memang pelayan, Nyonya. Tapi bagaimana kalau saya lebih tahu mereka daripada anda nyonya." jawab Ira.


Kembali Bella mendorong Ira, tapi Ira masih bisa berdiri.


"Gue mau tanya sama lo, bagaimana perasaan lo kalau hamil anak dari laki laki yang tidak lo cintai, apalagi orangnya culun, bahkan kelas sosialnya di bawah lo, eh tapi lupa, kelas sosial lo memang yang paling bawah ya, b a b u." Kata Bella.


" Sekarang saya balik tanya pada anda, kenapa anda mengajak dia ke tempat seperti itu dan mabuk, itu salah siapa, berarti si wanita yang tidak bisa menjaga dirinya dan juga martabatnya, lalu menyalahkan laki laki setelah terjadi sesuatu." Jawab Ira balik.


Ira memang anak kampung tapi dulu waktu di sekolah dia terpilih menjadi anggota Osis dan juga sering di undang untuk menjadi moderator di beberapa acara.


" Sekarang mana si kembar, biarkan dia ikut gue dan Gue jamin, hidup mereka akan terjamin jika bersama gue, lo tahu Brian kan, dia pemilik perusahaan kingdom, yang paling besar di asia, jadi mau apa saja gue akan penuhi, bahkan keliling duni juga sanggup gue." kata Bella.


"Maaf, saya di sini cuma pengasuh, dan di bayar untuk menjaga mereka, jadi sebaiknya anda ijin ke Pak Dave atau oma Mila, saya tidak bis memberi ijin sebelum ada keputusan dari mereka.


" Satu hal lagi nyonya, saat ini anda bisa begitu memuja dan membanggakan kekayaan yang anda miliki, tapi siapa tahu semua itu akan lenyap, Allah itu maha segalanya, untuk membalikkan kekayaan anda itu sangat mudah baginya seperti membalikkan telapak tangannya, dan kebahagiaan seorang anak, tidan bisa di ukur dengan seberapa kayanya kedua orang tuanya, melainkan kasih sayang yang tulus." Jawab Ira. Bahkan ibu ibu yang lain memberikan tepuk tangan pada Ira tanda setuju dengan pemikiran gadis itu,


" Heh, ba bu, gue di sini buka. mendengarkan ceramah busuk lo itu." Jawab Bella.

__ADS_1


Bella masih juga belum Puas dia kembali ke kelas Twins dan memaksa masuk ke dalam kelas twins.


__ADS_2