
Ira segera kembali ke dapur mengambilkan bubur dan sup untuk Twins dan mengantarkannya ke kamar Dave. Akhirnya ayah dan anak itu makan bersama dan saling menyuapi, sementara Ira menyiapkan Obat untuk Dave.
" Mbak Ir, kalau mbak Ira jadi mama kita, mau dong di masakin setiap hari oleh mama Ira." Celoteh Mike.
Membuat muka Ira memerah dan salah tingkah, Dave yang memperhatikan itu, tersenyum jahil.
" Oh ya,papa juga mau setiap hari di masakkan oleh mama Ira." Jawab Dave sambil tersenyum dan menatap Ira Dengan intens.
" Memang Twins mau kalau Mbak Iranya jadi ibu twins?" Tanya Dave sambil terus melirik ke arah Ira.
" Papa tuh tanya dulu ke mbak ira, kalau mike mau banget, sayang Mike masih kecil, kalau sudah besar pasti sudah Mike nikahi." jawab Mike dengan Narsis. Pernyataan Mike tadi membuat Dave tersedak.
"Uhuk uhuk." Dave terbatuk, dengan segera Ira menyodorkan segelas air putih ke Dave.
"Papa kayak anak kecil saja, makan bubur saja tersedak."
" Papa tanya dulu ya ke orangnya." jawab Dave.
" Mbak Ira, mbak Ira mau tidak menjadi ibu kak Michael dan dik Mike?" Tanya Dave.
Ira yang sudah malu banget karena sudah di Bully Ketiga pria itu, buru buru berlari keluar.
" Tuh mbak Iranya kabur deh, papa sih tidak romantis, harusnya papa bawa bunga, cincin, baru ngomong, Lha ini pakai piyama dengan muka bantal meminta menikah." Kesal Mike.
" Wau anak papa tahu darimana kata romantis ini?" Heran Dave. sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Kak Sheren." jawab Keduanya kompak.
Dave menggelengkan kepalanya, dia salah besasar sekarang sepertinya orang orang di rumah lagi mencomblangi dirinya dengan Ira.
" Aku tahu sekarang, rupa rupanya mereka merencanakan sesuatu." Batin Dave.
" Pa, makanan kita sudah habis nih, ayo papa minum obatnya! " pinta Michael.
" Mau tahu tidak bagaimana caranya supaya mbak Ira mau menjadi mama kalian?" Kata Dave.
__ADS_1
" Mau mau." jawab keduanya.
"Nih tumpuk mangkok kotornya dan di taruh di nakas nanti biar diambil mbak Iranya, lalu kalian mandi, nanti mama Ira pasti bangga pada calon anak anaknya yang ganteng ganteng dan juga pinter banget ini, papa juga mau mandi, sudah lengket ini badan, dan nanti kalau badan papa sudah enakan, papa akan mengajak kalian ke pak Kyai."Kata Dave.
" Ke tempat pak kyai, memang mau ngapain?" Heran si kembar.
" Papa mau belajar, sholat ngaji dan ilmu agama, supaya nanti kalau kita sholat bareng, papa yang menjadi imamnya, dan kita akan belajar bersama bagaimana, seru kan." Jawab Dave.
"Siap papa, ayo dik kita bereskan piring kotornya, dan cua mandi." Michael mengajak kembarannya untuk segera beberes. Sedang Dave meminum obatnya lalu membereskan tempat tidurnya, dan berlalu ke kamar mandi.
Ira yang tadi Di bully memutuskan untuk membantu bu Suci dan lainnya menyiapkan sarapan, baru mengecek ketiga Pria itu sudah selesai makan atau belum.
Ira menuju ke kamar Dave tapi tampak sunyi, tidak ada siapapun di sana, kasur Dave sudah rapi, mangkuk dan piring kotor sudah di tumpuk rapi di atas baki.
" Wau hebat, siapa yang sudah melakukan semua ini dan dimana mereka?" Ira merasa penasaran. Tapi Ira di kejutkan oleh sesuatu yang tiba tiba melingkar di pinggangnya.
"Aa..." Ira mulai berteriak kaget, tapi Dave segera menutup mulut Ira.
" Ini Dave sayang." Suara Dave terdengar tepat di belakang telinga Ira.
" Pak Dave dan Twins yang melakukannya?" tanya Ira Dengan heran, sambil menetralkan dirinya.
"Hemm, aku bilang pada mereka kalau mau mbak Ira jadi mama kalian, ayo kita bereskan semuanya semoga mama senang, aku bilang seperti itu." Ucap Dave lagi.
Dave malah mendapatkan cubitan di perutnya.
"Auh auh, sakit sayang, kok malah di cubit sih." Ucap Dave sambil Mengelus pinggangnya.
" Sakit ya maaf, tapi apa ini tidak malah membuat mereka nanti akan menentang saya pak?"Tanya Ira.
"Jangan khawatir anggap saja ini upaya mereka untuk merayu kamu, dan mereka mungkin sudah selesai mandi sekarang." Jawab Dave.
" Pak Dave juga menyuruh mereka mandi sendiri?" Tanya Ira.
" iya." jawab Dave singkat.
__ADS_1
"Bagaimana kalau tidak bersih?" ucap Ira.
" Tidak apa apa, tapi mereka sudah berusaha belajar, tadi aku juga bilang akan mengajak mereka ke tempat pak Kyai." Kata Dave.
" Untuk apa?" Heran Ira.
" Untuk belajar menjadi imam yang baik."Jawab Dave.
" Benarkah?"Tanya Ira sambil Tersenyum.
"Iya, nanti bagaimana kalau ke tempat calon mertua aku tidak bisa sholat, tidak bisa mengaji nanti bakal di tolak dong lamaran aku."Ucap Dave, sambil duduk di sofa.
" Oke, bentuk usaha yang bagus, Dan sekarang aku akan bawa piring ini keluar sambil melihat Twins." Ira segera mengambil baki tersebut keluar dari kamar Dave ke dapur, tapi di luar dia melihat bi Nani yang mau ke bawah.
" Bi Nani, boleh minta Tolong?"
" Minta tolong apa ir?" Tanya bi Nani.
" Tolong bawakan ini ke dapur, saya akan periksa anak anak dulu." jawab Ira.
" Oke." bi Nani segera mengambil Baki tersebut dari tangan Ira dan membawanya turun
Ira menuju ke kamar Si kembar dan di kejutkan oleh dua malaikat mungil yang sedang berpose di depan kaca. Mereka mengenakan kemeja lengan pendek yang membuat mereka tambah Keren.
" Wah wah, harum sekali dan kok sudah ganteng ganteng banget seperti opa opa, ini mau kemana? memang sudah mandi?" Tanya Ira sambil memuji penampilan keduanya.
" Sudah dong, tadi papa mau mengajak kita ke tempat pak kyai papa mau belajar sholat dan jadi imam katanya, nanti kalau kita sholat. bersama papa yang akan menjadi imam kita mbak."Jawab Michael.
" Oh ya, dan tadi kakak dan adik yang membereskan piring kotor di kamar papa?"
" Iya mbak, kami akan belajar jadi anak yang baik dan nurut mbak Ira, supaya mbak Ira mau jdi mama Kita."imbuh Mike.
Ira langsung memeluk keduanya.
" Mbak tidak butuh itu semua sayang, mbak Ira sayang pada kalian, kalian adalah anak anak yang terbaik yang pernah mbak Ira temui, tetaplah menjadi Mike Dan Michael yang seperti sekarang, asal kalian juga sayang sam mbak Ira, itu sudah cukup." Ucap Ira sambil menciumi keduanya.
__ADS_1