
Akhirnya sesuai Janji Dave hanya melakukan pemanasan doang, dan dia langsung ke kamar mandi untuk menuntaskan Di dalam sana, dia tidak mau istrinya akan kecapean nantinya, karena masih ada serangkaian acara.
Siang itu mereka istirahat dan tidur dengan Normal, tapi mulai sekarang Dave tidak akan kedinginan lagi karena sudah memiliki guling yang hidup lagi, bahkan siap menghangatkannya setiap saat.
❤️❤️❤️
Malam Ini di ballroom hotel sudah ramai undangan, seluruh rekan bisnis Dave, serta Ramon, keluarga dan sahabat sahabat diundang, bahkan keluarga Ira di kampung juga diundang, termasuk Mbak Susi dan keluarga ayah angkat Laksmi.
Mereka, sudah ada di hotel sejak pagi tadi, dan di manjakan oleh kenyamanan dan pelayanan yang sangat baik, hal ini membuat mereka semakin Iri pada Laksmi dan Ira.
Di pelaminan, pasangan pengantin itu harus menyalami, banyak sekali pengunjung.
" Capek sayang?" bisik Dave.
" ini hillnya yang buat tidak nyaman mas, rasanya kakiku lecet." Jawab Ira.
" kita ganti sandal saja, kamu duduk saja, biar aku minta Dono mengambilkan sandal untuk kamu." ucap Dave.
" memang boleh?" tanya Ira.
" Kenapa tidak, jangan memaksa diri, hemm, atau mau istirahat dulu juga boleh, kamar kita ada di president suit." kata Dave.
" Sebentar lagi mas, tidak sama tamu yang masih banyak ini, aku ganti sandal saja deh." jawab Ira. Dave segera memanggil Dono, untuk mengambilkan sandal santai pada Ira, supaya nyaman.
Hari semakin larut, tamu masih banyak yang bertahan, kebanyakan mereka keluarga dekat yang masih menikmati pesta. Dave mengajak Ira istirahat duluan.
" Ayo kita istirahat saja dulu, tamu tamu sudah pada pulang, dan kita masih ada pr yang harus di kerjakan sayang." bisik Dave.
Deg, Ira kaget dengan kata pr yang di ucapkan Dave, dia faham apa yang di maksud Mantan duren di sebelahnya ini.
__ADS_1
" Aduh bagaimana ini, aku takut, kalau menolak akan dosa." batin Ira.
Dave membantu Ira untuk turun dan mereka menuju ke kamar pengantin. Dave mengangkat tubuh sintal itu ala bridalnya
" au, mas aku berat lho." Elak Ira.
" Tidak sayang, menggendong kamu rasanya seperti menggendong Mike." jawab Dave.
" Ayo pegangan, nanti jatuh lho." goda Dave.
Ira mengalungkan tangannya di leher Dave, dia memperhatikan dengan seksama wajah tampan Dave yang sudah membuat dia jatuh cinta itu.Sesekali Dave mengecupnya dengan gemes.
Sesampainya di kamar yang sudah di hias sedemikian rupa, penuh dengan bunga dan aroma yang harum mawar. Dave menurunkan Tubuh Ira. Mendekap tubuh yang sudah dari tadi siang sangat dia rindukan.
Dave mulai membantu istrinya membereskan make up yang menempel, membuka gaun penganten tersebut. Lelaki mana yang tidak tergoda melihat pemandangan indah di depannya apalagi sudah halal itu.
Dave menarik tubuh itu ke pelukannya, mendekatkan kepalanya ke Arah Ira, mulai mengecup kepala serta berdoa, lalu semakin lama turun ke bawah, tangannya juga tidak tinggal diam, meraba dan bergerilya sangat lembut, membuat Ira merasakan sensasi yang luar biasa, bahkan menginginkan yang lebih.
Tanpa melepas ciumannya, Dave mengarahkan tubuh mereka ke ranjang.
Kegiatan terus berlanjut, hingga tak terasa mereka sudah sama sama polos. Dave sudah siap di posisinya.
" Sayang aku mulai ya?" Dave meminta ijin ,untuk memasukinya.
" Tapi aku takut mas." Jawab Ira lirih.
" Aku akan hati hati dan pelan pelan, tahan sebentar ya, rasa sakitnya tidak akan lama kok." jawab Dave.
Setelah mendapatkan lampu hijau dari sang Istri Dave memulainya dengan hati hati. Ira meremas seprei dengan kuat, Matanya terpejam, perih dan ada sensasi luar biasa dia rasakan malam ini.
__ADS_1
Akhirnya dengan perjuangan cukup keras, Dave berhasil mendapatkan harta karun yang selama ini terjaga dengan baik. Dia berti sejenak, membiarkan Ira tenang dan menerima keberadaannya.
" Perih mas." Keluh Ira
" Tahan ya sayang, sebentar saja kok" jawab Dave. lalu Dave kembali mencium bibir manis itu dan memulai malam pertama mereka.
Skip ya man teman sampai esok hari.
❤️❤️❤️
Malam yang sungguh indah, untuk pasangan yang baru saja merasakan surga Dunia ini. Dave menyelimuti tubuh lelah di sebelahnya, lalu mengecupnya dengan lembut.
" i love u sayang, terima kasih kau telah mewarnai hidupku." Dave memeluknya dan ikut masuk ke dalam alam mimpi.
Malam itu sungguh anak anak menepati janjinya pada Nila, kalau tidak akan merecoki papa dan mama Ira. Mereka ikut pulang ke rumah bersama Oma dan kakek serta sheren.
Hari ini adalah hari yang membahagiakan juga untuk Sheren, dia semakin dekat dengan William mahasiswa tingkat akhir itu, sudah sebulan kira kira dia tidak bertemu dengan cowok tampan itu, karena harus ikut magang kerja, salah satu persyaratan mengajukan skripsi. Bahkan esok hari William mengajaknya jalan jalan
Sebenarnya semua berkat Twins, karena twins lah yang sebenarnya dia ajak, dan Otomatis Sheren yang akan menjadi pendamping Twins.
" Mike, Michael, jadikan besok Ke dufan dengan om Will?" tanya sheren.
" Jadi dong, ini hadiah untuk kak Sheren." Bisik Mike.
" Maksudnya?" heran Sheren.
" Sudah pokoknya besok kak Sheren harus menggunakan kesempatan dengan baik."imbuh Michael.
" kelihatan ya?" tanya Sheren.
__ADS_1
" Good luck aunty, kata mama Ira, jangan pantang menyerah."Kedua bocah itu langsung masuk ke dalam kamar mereka tanpa menoleh ke arah Sheren.
" Astaga, anak jaman sekarang, masih bocil sudah tahu banyak hal, haduh." Sheren menepuk jidatnya sendiri, tapi dia berjanji dalam hati kalau dia berhasil jadian dengan William maka akan menuruti kemauan bocah kembar itu.