Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 144


__ADS_3

Hari berganti begitu cepat, ada saj keseruan yang di ciptakan oleh Keluarga Dave, usia kandungan Ira sudah 9 bulan, perkiraan dokter 10 hari ira akan melahirkan bayi yang di rahasiakan jenis kelaminnya, mereka sengaja melarang dokter untuk memberi tahu mereka jenis kelamin anak mereka, yang terpenting dia sehat, aktif dan normal.


Sebenarnya keluarga besar ingin mengetahui cucu mereka ini laki laki apa perempuan, supaya lebih mudah menyiapkan hadiah, tapi mereka harus pasrah karena keputusan Ira dan Dave seperti itu.


Tidak cuma Ira yang harap harap cemas menantikan calon bayi yang sebentar lagi akan menyambut dunia baru ini, apalagi Twins dan Dave sudah makin posesif dengan Ira.


" Mama tidak boleh kesana kemari duduk di situ, berat itu ma, perut sudah seperti balon begitu, tu lihat kakinya juga bengkak itu, duduk biar Mike dan Michael saja yang ambilkan." Michael melarang Ira untuk bangun dari sofa ruang keluarga.


" Mama cuma mau bikin jus jeruk saja kok, hamil tua begini harus banyak bergerak sayang, supaya proses melahirkannya gampang , dokter malah menyarankan untuk merangkak, jalan jalan." jawab Ira.


" Enggak, biar mbak Lulu yang membuatkan Jus, mama baru saja jalan jalan tadi di komplek, sekarang diam." Imbuh Mike


" Oke kakak, mama nurut deh, tolong minta mbak Lusi buatkan jus jeruk tanpa gula ya, jeruknya yang banyak, dan Michael pijat kaki mama ya." Ira jadi memanfaatkan anak anak itu untuk memijat kakinya.


Mike pergi ke dapur Sementara Michael memijat kaki Ira. Hari minggu kali ini mereka memutuskan untuk istirahat saja di rumah dan Twins akan asyik kalau sudah berada di hutan buatan mereka.


Dave masih mandi, badannya lengket, dia. aru saja menemani istrinya lari pagi, lalu dia ikut bermain bola di lapangan dekat taman bersama bapak bapak kompleks.


Tiba Tiba Ira merasakan sakit di perut bagian bawahnya, tapi selang beberapa menit kemudian hilang , akan akan muncul lagi setelah beberapa menit kemudian akan muncul lagi.


Setelah meneguk jusnya sampai habis ira memutuskan untuk mandi saja supaya lebih Fresh, di naik ke atas dan langsung me kamarnya, Ira melihat Dave sibuk dengan laptopnya.


" Masih sibuk terus pa?" tanya Ira, dia mengambil sebuah handuk bersih untuk mandi.


" Enggak kok, cuma ngecek sedikit saja, mama mau mandi? sini papa siapkan airnya." Dave menutup Laptopnya dan pergi ke kamar mandi, menyiapkan air hangat dan aromaterapi.

__ADS_1


" Mama mandi sekarang, nanti setelah mandi papa bantu pijit kakinya, oh ya perkiraan tanggal berapa ya ma, mama melahirkannya?" tanya Dave, dia berencana akan mengambil cuti sebelum tanggal tersebut, supaya bisa fokus mempersiapkan diri.


" Kurang lebih 10 hari dari sekarang pa, tapi ini perut mama sudah sering mulas sudah dari kita berangkat lari pagi tadi." Jawab Ira.


" Sekarang bagimana rasanya?" Tanya Dave khawatir.


" Sekarang hilang, nanti akan datang lagi, auh." Spontan Ira mengaduh.


" Kenapa sayang?" Dave segera mendekatinya.


" Dia dendang keras sekali tadi, auh masih terasa, rasanya sudah seperti di bawah sini pa." Keluh Ira.


Dave mengelus perlahan perut bulat tersebut sehingga pergerakan yang tadinya terasa banget bahkan bisa di lihat langsung oleh mata Dave berangsur angsur tenang dan diam, lalu Ira segera menyelesaikan mandinya, karena perutnya makin sakit, Ira menyambar bathrobe untuk menutupi tubuhnya, tapi ada cairan bening yang merembes di sela sela selangkangannya.


" Mas, auh ." Ira memanggil Dave dan perutnya makin sakit.


" Iya mas, ini sudah ada cairan cairan yang keluar, dan perutku makin sakit, aughh."


Dave segera menggendong Tubuh Ira dan di bawa ke ruang ganti, dia segera mengambil salah satu pakaian Ira dan membantu memakaikannya.


Dave kembali menggendong Istrinya ke bawah, dia akan segera ke rumah sakit.


" Pa , mama kenapa?"


" Sayang, mama mau melahirkan, kalian di rumah dulu, telpon Oma dan nenek ya, nanti Twin nyusul bersama oma oke." Pesan Dave dan terus berjalan dengan langkah lebarnya menuju ke garasi.

__ADS_1


" Lusi, siapkan perlengkapan nyonya dan Dedek bayi, semua ada di kamar baby!" Perintah Dave pada Asisten rumah tangganya.


Save segera masuk ke mobil, dan menyetir sendiri mobilnya dengan kecepatan Tinggi, Ira makin meringis kesakitan.


" Sayang, tahan ya, sebentar lagi kita sampai."


" Rileks, ikuti kata dokter, tarik nafas perlahan dan buang." dave mencoba memberi solusi pada Ira, walau sebenarnya dia sangat panik, tapi Dave terus mencoba fokus, saat ini mereka ada di jalan, harus fokus dan tenang.


Mobil terus meluncur dengan kecepatan tinggi menuku ke rumah sakit ibu dan anak.


Twins segera mengambil ponsel Ira yang tertinggal di meja Kamar dan menghubungi Mila.


" Oma, mama oma, papa membawa Mama ke rumah sakit." Kata Michael.


" kenapa mama sayang?"


" Papa bilang mau melahirkan ayo kita ke sana oma." rengek Twins.


"Oke kalian di rumah dulu, oma dan Opa segera ke sana ya." Jawab Mila, dan segera menemui Rafi di ruang tamu bersama William , yang menyerahkan surat surat persiapan akad nikah dia dan Sheren.


" Pa ayo kita ke rumah sakit, Twins bilang Ira mau melahirkan, tadi Dave sudah berangkat katanya!" Ajak Mila.


" Oke baiklah, oke Will serahkan semua dokumen itu ke KUA besok ya, papa harus kw rumah sakit, kakak iparmu akan melahirkan." Pamit Rafi.


" Baik pa, nanti Will menyusul bersama Sheren." Jawab William.

__ADS_1


Oma dan Rafi segera ke rumah Dave menjemput Twins dan juga barang barang Ora dan bayinya, Mila tidak lupa menghubungi besannya mengabarkan kalau putri mereka akan melahirkan.


__ADS_2