Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 73


__ADS_3

Candra mendekati istri dan anaknya, bersama kedua adiknya.


" Pak, pak tua ini mengaku sebagai ayah Laksmi dzn istri wanita gila yulia, bapak harus minta kompensasi pada orang tua ini, kalau tidak ada ayah, maka si Laksmi dan ibunya sudah tinggal nama saja, kalau masalah dia miskin dan kita kaya, itu salahnya dia, tidak memiliki skill." Jawab Istri Candra.


Adik kedua candra setuju dengan usul kakak iparnya, itung itung untuk tambahan belanja.


" Iya mas, mbak Mela benar, kita minta uang saja yang banyak, lihat saja pakaiannya, dan mobilnya di luar juga pasti mahal." Bisik Adik Candra.


" Tuan, perkenalkan saya Candra, anak pertama dari almarhum Agus, orang yang menemukan bu Yulia di hutan sana, kalau tidak ada ayah saya mereka pasti sudah mati, ayah saya menolong dan merawat mereka seperti keluarga sendiri, bahkan menganggap Laksmi seperti anak kandungnya sendiri, walau hidup kami juga tidak bagus, tapi ayah saya yang memang tidak tegaan rela menampung mereka, apalagi setelah bu Yulia meninggal, Laksmi kami yang merawat, kami menganggap dia sebagai adik kandung kami sendiri." Jawab Candra.


" Pak, mas." Ucap Mela dan adik Candra bersamaan.


"Berhubung, keluarga Laksmi sudah menemukan keberadaannya, dan memang seperti itulah hidup mereka saat ini, dia lebih memilih menikah dengan si Budi yang miskin itu daripada dengan pria pilihan ayah saya, ya begitudeh jadinya, dari yang saya lihat sepertinya anda ini berasal dari kota dan cukup kaya, sebenarnya kami Ilhlas menolong Laksmi, tpi tidak ada salahnya kalau tuan memberikan ucapan terima kasih pada ayah saya dan kami selaku anak anak beliau yang turut andil dalam merawat Laksmi maka berilah kompensasi atau tanda terima kasih itu." Ucap Candra.


"Berapa yang kalian inginkan?" Kata Ramin to the poin.


" Sebentar kami rembukkan dulu."


" Tunggu, dengab syarat kalian harus membersihkan nama baik cucu saya di desa ini, sampai bersih, kalau tidak, maka kalian tidak akan mendapatkan uang tersebut sepeserpun juga, sebagai kompensasi pencemaran nama baik, dan penjara maksimal 4 tahun penjara, karena anak anda telah menyebarkan fitnah keji kepada cucu saya." Ramon meminta mereka membersihkan nama Ira.


" Saya sebagai Rt di lingkungan ini setuju dengan tuan Ramon, karena Ira juga warga saya, dan saya juga tidak mau lingkungan saya namanya tercemar dengan berita berita tak sedap, ini juga berlaku untuk istri dan anak anak saya juga, nanti mereka juga yang akan membantu membersihkan nama baik Ira di sini." Jawab pak Rt.

__ADS_1


" Enak banget itu si biang gosipnya saja masihendapatkan uang, lha kalau saya capek capek ngomong kesana kemari untuk mengklarifikasi tidak dapat apa apa." Dengus Asih.


" Tapi kenapa sebelumnya anda tidak merasa capek menyebarkan gosip itu, bahkan tidan di bayar sama sekali, dan tidak memperoleh keuntungan apapun juga dari gosip itu, tapi kenapa anda minta upah." Kesal Ahmad pada Asih.


" Ih tapi tidak adil dong, si Luna itu yang seharusnya mengklarifikasi semuanya, bukan saya, info utama dari dia." Asih menunjuk Luna.


" Kok saya, memang apa yang perlu di bersihkan kalau nyatanya dia itu pela cur. Luna tidak terima.


" Apakah anda sudah menyurveinya sendiri ke sana nona?" tanya Andi.


" Eh tuan anak kecil saja pasti faham, mana ada majikan memberikan iphone pro max pada pembantunya yang harganya puluhan juta, pembantu baru lagi terus ras gucci yang harganya diatas 10 juta, Saya ini memang orang kampung tapi saya tahu harga barang barang itu, atau dia menjadi simpanan majikannya, itu lebih tepat juga kayaknya julukan untuk dia." Kata Luna dengan lantang.


"Jaga mulut kamu mbak, saya memang miskin tapi saya tidak akan mempertaruhkan harga diri saya hanya demi uang, lebib baik saya hidup miskin seperti biasanya dari pada harus menjadi wanita simpanan, atau pela cur seperti yang kau katakan tadi." kata Ira dengan geram.


" Lalu, aku akan percaya begitu saja kalau semua itu pemberian majikan kamu kalau tidak ada apa apa diantara kalian, semua di dunia ini tidaklah gratis, pasti ada imbal baliknya, kalau laki laki kaya memberi barang barang mewah itu apa coba imbalannya ha." Luna tidak terima di tampar oleh Ira dan mengeluarkan lagi kata kata pedasnya.


Tiba tiba dari arah luar, ada seorang bapak bapak datang ke rumah pak Rt.


"Pak Rt, pak Rt di luar sana ada yang menanyakan rumah Laksmi, tapi tidak ada orang di rumah, bukannya Budi dan menantunya ada di sini sedangkan Ahmad dan Ira ada di sini, jadi bagaimana pak, saya suruh kesini atau, biar Ira dan Ahmad pulang dulu." kata bapak tadi.


Telpon Ira juga berbunyi, ada panggilan dari Dono.

__ADS_1


" Non, kamu di mana, inj saya mengantar tuan Dave dan anak anak datang ke rumah anda, tapi kosong, di rumah sakit katanya anda pulang." ucap Dono.


" Apa pak Dono sudah balik lagi kemari bersama pak Dave dan Twins, iya pak, ini saya masih ada di rumah pak Rt, masih ada urusan sebentar, saya akan kesana pak." Jawab Ira.


" Siapa Ir?" Tanya Ahmad.


" Pak Dono sudah kesini lagi, katanya bersama Pak Dave dan anak anak, bagaimana ini?" Kata Ira


"Suruh kemari saja, biar kita klarifikasi semuanya supaya warga disini puas, kebetilan sekali Dave juga ada, jadi nona yang sok tahu ini akan tahu diri." jawab Ramon.


" Andi sebaiknya jemput Dave kesini, dan Twins di ajak jalan jalan saja dulu berkeliling, jasihan mereka masih kecil, tidak boleh terlibat urusan orang dewasa!" Perintah Ramon pada Andi.


" Siap tuan, laksnakan." Andi segera keluar dari rumah pak Rt bersama bapak bapak yang melapor tadi.


" Nona Luna yang terhormat, sebentar lagi anda akan lendapatkan jawaban atas argumantasi anda tadi, karena yang datang itu adalah Dave Aditama majikan dari Khumaira."jawab Ramon.


" Dan Nita juga tahu betul bagaimana wajah pak Dave, kalau mbak Luna merasa kami menipu dia." Imbuh Ira.


" Bagus itu." Jawab Ramon.


Luna menelan salivanya dengan kasar, jantungnya mulai berdebar, dan tangannya mulai dingin, dia langsung memegangi tangan ibunya dengan Kuat.

__ADS_1


__ADS_2