
Kelakuan dan kepolosan Sari pagi itu membuat tekanan darah Bella jadi naik, dari bangun tidur hingga sarapan semua tidak ada yang beres.
"Sudah berapa lama lo kerja di sini?" tanya Bella.
" Lama non, semenjak sekolah hingga sekarang sudah punya suami saya bekerja di sini dan tinggal di samping rumah ini." jawab Sari.
" Memangnya si Ramon itu tidak pernah kesini, kok tidak tahu kalau punya pembokat yang to lol banget seperti ini." marah Bella.
" Saya memang orang kampung, miskin, tidak berpendidikan tinggi, tapi saya tidak to lol seperti yang anda katakan, ya memang anda saja yang banyak maunya, sombong dan manja, maaf cuma ini yang bisa saya lakukan untuk anda, saya disini bekerja untuk tuan Ramon, dan beliau tidak pernah menyusahkan saya, makanya sebelum memerintah, jelaskan dulu maunya bagaimana supaya saya mengerti." jawab Sari panjang lebar
"Sana sana pergi dan bawa kembali gading lo itu, nanti tidak perlu masak, Gue akan makan di luar saja ." Jawab Bella.
"Iya terima kasih, saya ke belakang ya nona, masih nyuci." Sari segera pergi sebelum Bella tambah marah, tak lupa dia membawa kembali daging tersebut ke dapur.
Bella mengambil selembar roti tawar itu lalu di beri sayur dan telor serta sosisnya, barulah dia menuang saus tomat dan mayones yang sudah Sari siapkan.
Setelah memakan separuh Rotinya, Bella mengambil tas dan keluar dengan mobil sport miliknya dari Jakarta.
Bella menuju le kota dan muter muter tapi tidak ada mall, kecuali ke kota madya atau kota propinsi.
Bella menghentikan mobilnya di sebuh mini market yang cukup besar, tapi barang barang yang dia inginkan tidak dia temukan di sama kalau adapun.
Hari ini dia cuma keluar masuk mini market tanpa memperoleh hasil yang memuaskan dirinya.
" Harus belanja online ini, hah." Bella menghela nafas kasar. Lalu dia menuju le sebuah kafe yang lumayan rame.
__ADS_1
"Pesan koffe latte dan steak medium rare."Pesan bella do sana.
"Di tunggu sebentar nona."Jawab Pelayan.
Bella melihat lihat sekelilingnya, dia di datangi oleh aeorang ibu ibu berpenampilan sobek sobek, dan mengamen.
" Heh gembel, ngapain lo ngamen disini, keluar keluar, merusak suasana saja, ndak lihat apa disini tempat apa?" Bentak Bella.
"Tapi non, beri sedikit saja uang receh anda, saya akan pergi."Jawab Ibu pengamen tadi.
" Cih najis." Bella malah meludahi ibu tadi dan memanggil pelayan kafe.
"Hei pelayan, usir perempuan gembel ini, merusak pemandangan saja, mana bau lagi." Ucap Bella sambil menutup hidung dan mulutnya.
"Ayo bu, keluar." Ajak pelayan ,dan dia mengeluarkan uang seribu rupiah untuk pengamen tadi.
"Cih, sudah miskin, gembel, sombong, denger ya, gue tidak akan menjadi gembel seperti yang lo katakan barusan, mau tahu kenapa, karena duit gue sangat banyak dan tidak akan habis sampai 7 turunan, gue ini pewaris seluruh kekayaan orang terkaya di negeri ini, jadi jangan mimpi." Jawab Bella dengan sombong.
Pelayan kafe segera mengajak pengamen tadi untuk keluar kafe, dan mengijinkan dia mengamen di area luar kafe itu.
Bella kembali menikmati pesanannya sambil belanja online, peralatan mandi dan kecantikannya.
Siangnya, dia menuju ke kantor yang akan dia pimpin untuk bekerja, dan memenuhi tantangan dari Ramon.
Bella memarkir mobil mewahnya ke sebuah ruko, bukan kantor yang besar dan mewah.
__ADS_1
Bella heran dengan alamat yang Ramon berikan, dan memeriksa kembali.
"Mana kantornya, kenapa semua ruko ruko kotor dan kumuh seperti ini." Dengus Bella.
Bella turun menuju deretan ruko ruko tersebut dengan penampilannya yang super seksi dan terkesan fulgar itu.
Mata para pemuda dan preman yang mangkal di sana pada melotot dan menatap Bella dengan intens, seperti seekor harimau lapar.
"Wau gila men, ada yang bening banget, semuanya putih dan mulus, pakaiannya juga seperti artis artis di tipi." ucap salah satu pemuda yang nongkrong di depan salah satu ruko kosong.
" Ih amit amit, orang orang burik ini seperti tidak pernah lihat cewek cantik saja, menjijikkan." gumam Bella.
Bella berhenti di depan ruko dua lantai yang lumayan bersih bertulis pt Angkasa konstruksi.
" What, ini yang Ramon bilang perusahaan, gila, bukannya perusahaan tapi ini mah kandang ayam." gerutu Bella.
Tapi dia belum menyerah, Bella masuk ke dalam dan di sambut seorang resepsionis.
" Halo dengan Pt Angkasa kontruksi selamat siang, ada yang bisa saya bantu nona?" Sapa resepsionis dengan sopan.
"Gue Bella, cucu dari Ramon nugraha, benar ini pt Angkasa cabang dari Jakarta?" Tanya Bella dengan sinis.
"Oh benar, nona, berarti anda bu Bella yang akan memimpin kami disini, selamat datang bu, maaf tempat kami masih belum layak, memang tuan Ramon meminta kami untuk mendirikan kontruksi disini karena menurut beliau prospek di sini lumayan bagus nona." Jawab Resepsionis.
"memang tidak ada tempat yang lebih bagus apa, lihat saja jorok, kumuh, dekat pasar dan bising sekali." jawab Bella.
__ADS_1
"Maaf kalau begitu lebih baik anda menemui bapak Bayu kalau begitu, beliau adalah manager umum di sini, mari saya antar ke ruangan beliau." Resepsionis tadi mengantar Bella ke atas, dan menuju ke ruang kaca yang berada di pojok lantai 2 tersebut.