
Bella ke rumah Donald dengan perasaan kesal dan jengkel. Dia melampiaskan semua kekesalannya di rumah tersebut.
" Pa, bantu Bella dong, Bella rugi banyak, Brian menceraikan Bella tanpa mau memberikan separuh hartanya, tadi malam, apartemen Bella kerampokan, dan Dave sulit sekali di dekati, Bella harus bagaimana pa?" Bella mengadu pada ayahnya yang juga tamak itu.
" Ah, papa tidak bisa berfikir jernih, kakekmu melakukan sidak di pimpin oleh Satria, dan menemukan banyak sekali pelanggaran, Papa bisa di pecat, kamu tahu tidak siapa sebenarnya yang lapor ke pak itu hingga meraka cepat sekali bertindak, hari ini sudah ada 30 pegawai lama yang di pecat, dan besok pasti ada lagi, bahkan dia membuka lowongan kerja besar besaran." Jawab Donald dengan penuh rasa cemas.
Tiba tiba istri Donald datang dan marah marah, karena semua kartu yang dia miliki tidak bisa di pakai.
"Pa, apa apan ini, kenapa kartu mama tidak ada yang bisa di gunakan, mama malu pa, pada teman teman arisan mama, ih mana tadi sudah kepo, berlian yang sangat cantik."Mama Bella kesal dan menghempaskan tubuhnya di sofa.
"Apa, kartu mama tidak bisa di pakai?" Donald memastikan perkataan istrinya.
"Iya semuanya di blokir, pa bagaimana kalau kita habisi kakek tua itu, supaya kita segera bebas menikmati semua ini."Ucap Monika, ibu Bella.
" Iya Bella setuju, lebih baik kita habisi saja tua bangka itu, kejam banget, sama anak dan istri sendiri perhitungan banget, bahkan Bella ini cucu satu satunya kakek yang ada di sini. Lihat itu Ronald anak om Vincen, sudah diangkat jadi CEO di perusahaan kakek yang ada di malaysia..Nah ini Bella malah di turunkan jabatan, tidak adil banget sih pak tua itu."Bella malah menambah api semakin berkobar.
" Bagaimana cara membunuhnya pak tua itu selalu si jaga ketat orang orangnya." kata Donald.
"Pa, lakukan sesuatu dong, papa jangan diam saja, bisa bisa anak Vincen yang akan di beri warisan , Bell, kamu juga harus segera membawa anak kamu itu menemui Pak tua itu, bilang padanya, kalau mereka lebih memilih ikut dengan kamu daripada Dave." usul Monica.
__ADS_1
" Rencananya begitu, tapi gagal ma, bahkan tadi malam sebelum kerampokan Bella datang ke rumah Dave tapi malah di usir Dave."Bella menceritakan kalau tadi malam Bella di usir.
" Kurang ajar sekali dia dulu saja dia memohon mohon padamu untuk mempertahankan bocah bocah itu, sekarang sudah mendapat tujuannya, dia mencampakkan kamu sayang."
" Iya ma apa lagi si tua Mila itu, lagaknya sudah seperti orang paling kaya saja, sombong banget. Ma besok ikut Bella yuk, kita akan mengatasi semua masalah dengan satu solusi." Bella aka mengajak Monika untuk pergi ke orang pintar atau dukun, guru spiritual teman dia.
" Oke mama setuju, hipnotis saja tua bangka itu untuk segera menandatangani surat wasiatnya, lalu di habisi Dia." Jawab Monika.
"Kenapa harus di habisi, papa Ramon sudah terbaik hati menerimaku menjadi anaknya, memberi kehidupan yang layak dan mewah, kalau tidak ada dia papa sudah menjadi penghuni panti asuhan." jawab Donald dengan lesu. Dulu dia tekun dan disiplin, karena kebutuhan istri dan anaknya, Donald jadi mau korupsi dan akhirnya kecanduan.
"Sudah lah pa, itu sih masa lalu, lalu untuk siapa semua harta ini kalau bukan untuk kita, mau di bawa mati." Dengus Monika.
"Ayo ma, biarkan saja papa begitu, kita bergerak saja sendiri, asal dia tidak melapor, semua aman."Jawab Bella.
Sedangkan keluarga Aditama, sudah berangkat ke puncak, menuju Villa pribadi mereka, setelah dhuhur mereka mulai merangkai tenda, sementara yang perempuan
ertugas memasak, serta menyiapkan bahan bahan untuk acara bakar bakar dan api unggun.
Hari itu semua berkerja sama, tidak ada istilahnya majikan dan Art semua mendapat tugas yang sama. Ira dan Sheren bertugas membuat kue ulang tahun karakter.
__ADS_1
" Ir,kita hias karakter apa ini kue ya?" Tanya Sheren.
" Tokoh superhero saja kak, tadi saya sudah beli beberapa gambar karakter dari marvel." Jawab Ira.
Twins membantu papa Dave mendirikan tenda untuk mereka tempati nanti malam.
"Pa, seru ya, tapi susah buatnya." Keluh Mike.
" Ya iya lah, kalau mau berhasil ya kita susah susah dulu, maka kita akan puas dengan hasil yang akan kita peroleh, bagaimanapun bentuknya, sedangkan hasil bagus, tapi bukan hasil karya kita, maka tidak ada rasa bangga dalam diri kita." jawab Dave.
Malam itu sehabis makan malam, semua berkumpul di belakang Villa, menyalakan api unggun. Kue ultahnya juga sudah di bawa kesana.
" Ayo sayang buat permohonan dan setelah itu tiup lilinya!" pinta Dave.
" Pa, kami ada satu permintaan."Bisik Mike pada telinga kanan Dave.
" Jadikan mbak Ira ibu kami."Imbuh Michael di telinga kanan Dave.
Dave tersenyum lebar,mendengar permintaan Twins, karena sebenarnya Dave sudah mempersiapkan sesuatu untuk melamar Ira di depan keluarganya.
__ADS_1
"Apa kalian menyayangi mbak Ira?" tanya Dave. membuat keduanya mengangguk.
" Oke malam ini bantu papa melamar dia ya." ucap Dave. Kembali twins mengangguk setuju.