
Di kediaman Aditama, Mila bingung mau bicara apa pada Twins, dan bagaimana menjelaskan pada Twins, kalau ibu kandung yang baru saja mau memeluknya sudah tiada.
" Ayo oma, kita berangkat, katanya oma yang mau mengantar Twins ke sekolah, mama dan papa kemana sih, pergi melulu." Kesal Michael.
Mila, memeluk keduanya dengan Erat erat sekali.
" Mama dan papa menemui Mama Bella untuk yang terakhir kali, ayo kita susul mereka sayang, tapi Twins ganti baju dulu." Kata Oma.
Rafi dan Sheren diam saja, mereka juga tidak bisa berkata apa apa lagi, takut twins syok.
" Maksud oma bagaimana sih, kenapa harus terakhir kali, mama Bella bilang kita semua boleh menemui nya di sana." bingung Michael .
" Sayang, kalian sayang tidak sama mama Bella?" tanya Oma.
" Sayang oma, dia adalah ibu yang mengandung dan melahirkan kami, mama Ira yang bilang, katanya berat hamil dan membawa kami di perut selama 9 bulan." jawab Mike.
" Kalau sayang, ikhlaskan mama Bella pergi ya sayang, tapi dia akan selalu ada di sini, di dalam hati kalian." Mila menunjuk dada Mike dan Michael.
" Oma, ngomong yang jelas dong, bingung nih." ucap Mike.
" Ma ma Bella tadi sakit dan di bawa ke rumah sakit, mama dan papa kesana, tapi mama Bella diambil oleh Allah." Jawab Mila lirih.
" Kami kan anak papa Dave yang kuat oma, sejak lahir mama Bella tidak mau kami, dan kami sudah senang mama sudah menerima kami, kata bu guru kalau Allah sudah mengambilnya berarti Allah sayang dengan mama Bella, hik hik hik."
Meski mereka bilang anak yang kuat, tapi mereka tetap menangis di pelukan Mila, diikuti Sheren yang memeluk mereka dari belang.
__ADS_1
" Ayo kita ke tempat mama Bella oma, kami juga ingin bertemu dia." Kata Mike.
" Sheren ambilkan mereka pakaian ganti saja, biarlah mereka ganti di mobil saja." Mila meminta Sheren untuk mengambil pakaian Twins dan mereka segera ke mobil menuju ke mansion Ramon. Kedatangan mereka pas berbarengan dengan kedatangan Jenazah Bella.
Art dan kyai serta asistennya sudah menyiapkan segala sesuatu untuk serangkaian kegiatan menjelang pemakaman.
Tubuh Bella sementara di letakkan di meja panjang dan di tutup, para art dan saudara juga datang membacakan doa dan memberi penghormatan untuk Bella.
Setelah proses pemandian jenazah selesai dan sudah di kafani, saat akan melakukan sholat Jenazah Donal dan istrinya datang membawa sebilah celurit, dia berteriak teriak menerobos kerumunan masa.
" Ramon, kau harus bertanggung jawab atas semuanya, kembalikan putriku, Bella ku, kau kau yang seharusnya mati Ramon." teriak Donal.
Polisi dan pengawal segera mengamankan Donald dan mengambil senjatanya, mereka mengantarkan Donald dan Istri menemui Bella untuk yang terakhir kalinya.
Donald histeris dan mengguncang tubuh berbalut kain kafan putih itu.
Dia segera di amankan Dulu lalu di lanjutkan lagi proses yang tertunda. Semua prosesi di lakukan secara hikmat dan tenang, Bella du makamkan di pemakaman umum di dekat almarhum neneknya, yaitu saudara tiri Ramon yang selalu mendukung Ramon kala itu.
Ira dan Dave meminta Twins untuk selalu mendoakan Bella.
" Sayang, mama Bella sudah beristirahat dengan tenang, sekarang dia tidak merasakan sakit lagi di kakinya, kita doakan bersama sama ya, supaya mama Bella du bebaskan dari siksa kubur, dan mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah!" Ajak Ira.
" Iya ma" jawab Keduanya.
Sebelum pulang mereka berdoa sejenak untuk Arwah Bella .
__ADS_1
Mereka kembali ke Mansion Ramon sementara Donald yang tidak bisa di tenangkan, akhirnya di bawa polisi, sedangkan mama Bella masih saja diam di pojokan, dulu Bella adalah sumber keuangan Dia, Dan sekarang anak satu satunya itu sudah tiada , jadi mama Bella Linglung di pojokan.
" Andi bawa dia ke rumah sakit, aku takut jiwanya terganggu." Perintah Ramon pada Andi.
💗💗💗
Hari berganti begitu cepat, tak terasa sudah tujuh hari Bella meninggal, dan acara doa bersama berakhir malam itu.
" Mas, aku ke kamar dulu ya, pusing kepalaku." Keluh Ira, setelah selesai membantu ibu dan kakak iparnya.
" Mas antar yuk, dan minum obat ya sayang, kamu harus jaga kesehatan oke." kata Dave.
Saat Mereka akan naik tangga, tiba tiba tubuh Ira Oling dan pingsan.
" Ira, sayang bangun." Dave segera mengangkat tubuh Ira ke kamar
" Mama." panggil Mike yang kebetulan melihat Dave menggendong Ira dengan berlari.
" Oma, mama kenapa? itu papa menggendong mama sambil berlari?" Tanya Mike pada Laksmi yang kebetulan lewat.
" Apa, di gendong berlari?" Laksmi yang panik segera berlari ke atas diikuti Mike menuju ke kemar Ira.
" Dave ada apa? Mike bilang kamu mengg..!" belum selesai Laksmi bicara dia melihat Tubuh Ira yang pucat di pembaringan, sedangkan Dave menelpon seseorang.
"Ya Allah Nduk." Laksmi segera mencari yak di kotak obat lalu mencoba menyadarkan Ira.
__ADS_1
" Ada apa ini Dave?" Tanya Laksmi, Mike naik di kasur di sebelah Ira, dia mengikuti cara Laksmi, menggosok tangan Ira yang dingin.
" Barusan dia mengeluh pusing bu, dan pingsan saat saya antar ke kamar, tadi Dave juga sudah menghubungi Dokter." jawab Dave.