
" Assalamualaikum, sepertinya ada tamu bu, yah?" Heran Ahmad.
" Le, ini kakek kamu Ramon, dia ayah kandung ibu yang ibu ceritakan waktu itu nak, ternyata. beliau masih hidup dan berhasil menemukan, kita setelah sekian lama." Laksmi mengenalkan Ramon pada Ahmad.
" Pa, ini putraku, namanya Rahmad, atau Ahmad, dan itu istrinya Nila dan mereka anak anak anak Ahmad, cicit papa." Laksmi memperkenalkan Ahmad dan keluarganya.
" ya Allah, Ahmad ini kakek nak, maafkan kakek, baru bisa menemukan kalian sekarang." Ramon mendekati Ahmad yang masih diam mematung, dia kaget dengan kenyataan yang baru saja di terimanya.
"Ka kakek, kau kakekku?" Ahmad memastikan
" Iya, aku ini kakek yang paling tidak berguna, maafkan Kakek."Ucap Ramon.
" Kakek bicara apasih, Ahmad senang sekali karena Ahmad masih punya keluarga kandung, punya kakek yang masih sehat." ahmad memeluk kakeknya dan kedua pria beda generasi itu saling menangis haru.
" Laksmi, anak anak kamu anak yang baik dan luar biasa nak, kamu juga, mungkin selain kalian keluargaku, mungkin akan marah bahkan membenciku, tapi kalian menerimaku dengan kedua tangan terbuka, bahkan memberikan bahunya pada orang tua ini, terima kasih anak dan cucu cucuku, papa akan menebus semua waktu yang terlewat selama ini, dan membawa kalian semua kembali, kita akan hidup bersama sama dan bahagia."Ucap Ramon.
Mereka semua mengangguk setuju.
" Tapi kek, bu Bella pasti akan marah kalau tahu saya cucu kakek." Kata Ira.
__ADS_1
" jangan pedulikan dia, kakek sudah mencabut semua fasilitas yang dia dapat dan memutasi ke Solo, dia sudah mengkorupsi dana perusahaan hanya untuk kepentingan pribadinya, dan menurut laporan yang kakek terima saat ini suaminya Brian juga menggugat cerai dia karena Bella sudah mengangkat rahimnya supya tidak bisa hamil lagi." Jawab Ramon.
" Pantas saja beberapa waktu yang lalu dia datang ke kediaman Aditama, minta tinggal disana dan ingin kembali pada pak Dave, dan ingin mengakui Twins sebagai anak."Ucap Bella.
" Kalian harus hati hati dengan dia, Bella orangnya nekad seperti mendiang neneknya." Jawab Ramon.
" Pak Dave calon suami kamu Ir, memang siapa Bella itu?" Tanya Laksmi yang masih beum faham.
" Bu Bella mantan istri pak Dave tapi mereka bercerai setelah Twins lahir, karena dia punya pacar yang kaya, dan meninggalkan Kedua anaknya, tapi akhir akhir ini, dia sering mencari Twins dan berlagak baik pada mereka, karena sebuah warisan dari kakek Ramon, kakek Ramon pernah bilang tidak akan memberi Bella warisan, tapi di berikan pada cicit dia." Itu yang saya dengar selama ini.
" Apa, meninggalkan anak kandungnya demi pacar yang kaya, astagfirullah, ada ada saja kelakuan orang jaman sekarang." Jawab Laksmi.
Obrolan mereka terhenti karena petugas rumah sakit sudah datang untuk memindahkan Laksmi ke kamar terbaik dan dengan fasilitas nomer 1 nantinya.
" Iya dokter terima kasih." Jawab Ira.
Pemindahan kamar Laksmi berjalan dengan lancar dan sekarang dia jadi prioritas utama.
Sore itu Ramon pamit dulu dan menginap di hotel dekat rumah sakit, dia akan ke rumah Laksmi menunggu kepulangan Laksmi dari rumah sakit, takutnya akan membuat kegaduahan di kampung, jadi belum ada yang tahu kalau Laksmi sudah bertemu dengan keluarga kandungnya.
__ADS_1
Keeseookan harinya operasi tumor di perut Laksmi berjalan dengan lancar, dan sukses. untung masih belum terlambat dan segera terdeteksi, tumor seberat 270 gram berhasil diangkat, dan dimasukkan ke dalam toples kaca, dan di serahkan pada keluarga.
Tapi di kampung berita hoax tentang pekerjaan Ira sudah tersebar luas.
" Dik kamu yang kuat ya, berita tidak baik tentangmu sudah tersebar luas di rumah kita." Kata Ahmad.
" Berita tidak baik soal apa mas, memangnya Ira punya salah apa?" tanya Ira pada kakaknya.
" Mereka menggosipkan kamu jadi wanita panggilan di Jakarta karena pakaian kamu bagus, tas kamu juga bagus, serta punya hp mahal, jadi mereka menyimpulkan kalau kamu berkerja tidak benar di sana, bahkan menganggap bu Suci sebagai muki carinya." Kata Ahmad menceritakan semua yang di dengarnya di desa.
"Astagfirullah, apasih sebenarnya yang mereka inginkan, saat ira bekerja di sawah, juga di hina, sekarang hidup lebih baik juga jadi bahan omongan, memangnya mereka tahu dari mana kalau Ira punya barang barang mahal?" Heran Ira.
" Siapa lagi kalau bukan si Luna itu, katanya pegawai negeri, pekerja di kecamatan, pendidikan tinggi tapi mulutnya tidak pernah di sekolahkan." Kata Ahmad.
Ramon yang mendengar itu langsung ikut nimbrung.
"Siapa yang bilang cucuku, perempuan tidak benar, ayo kita ke tempat kalian, dan kita klarifikasi semuanya, supaya berita itu tidak terus menyebar." Kata Ramon.
" Iya mas, Ira harus jelaskan semuanya pada mereka, berita tidak benar itu, apalagi nama naik bu Suci juga di sangkut pautkan juga."Ira setuju dengan usul Ramon, karena kalau di biarkan berlarut larut, maka akan semakin rumit.
__ADS_1
" Kakek akan membantu kamu nak, jadi kita ke sana bersama sama dan kakek akn umumkan kalau kalian adah keuargaku dan menutup mulut nyinyir mereka." Kata Ramon.
" Andi ayo kita ke desa Ira, dan kamu Budi, tunggu Laksmi di sini ya, papa akan menyelesaikan masalah yang Ira hadapi saat ini!" Pinta Ramon pada kedua laki laki tersebut