
Setelah prosesi akad nikah berjalan dengan lancar, di lanjutkan acara sungkeman dan foto bersama, Para keluarga di perbolehkan menikmati hidangan yang telah di sediakan.
Ramon sangat bahagia, dia telah menemukan keluarganya yang hilang, memperoleh cucu yang baik hati, tampan dan cerdas.
" Yulia, semoga kau menyaksikan semua ini dari sana, semua impianku sudah terlaksana, aku siap untuk menyusul kamu, jangan pernah lelah menungguku." Batin Ramon.
Siang itu pengantin di persilahkan untuk istirahat, karena acara masih banyak, nanti malam masih akan resepsi yang akan si velar di hotel bintang 5 milik Ramon.
Pernikahan ini memang Ramon yang menyediakan tempat dan semuanya, sekaligus untuk syukuran akan berkumpulnya keluarga dia.
Nila mengantar Ira ke dalam kamarnya untuk istirahat. " Istirahat ya Ir, siapkan tenaga untuk acara nanti malam dan yang pasti untuk MP, butuh tenaga ekstra lo, apalagi kalau masih pertama kalinya." Goda Nila pada adik iparnya.
" Mbak Nila ini apaan sih." jawab Ira sangat malu.
" Tidak perlu malu, mbak sudah mengalaminya kali, rasanya perih perih sedap gitu." Nila kembali menggodanya. sontak Ira memukul bahu Nila.
" Hehe malu dia" kata Nila.
Sesampainya di kamar Ira, di sana sudah ada 4 perusuh yang bermain di kamar tersebut siapa lagi kalau bukan Twins dan kedua anak Nila.
" Masyaallah ini tuyul tuyul kenapa ada di sini, sayang ayo kita keluar, tapi ibu cari kemana mana tak tahunya ada di sini, kalian belum makan kan, ayo kalian berempat ikut ibu dan makan, lalu tidur, nanti malam kan masih ada acara yang banyak, ntar ngantuk lagi, ayo twins." ajak Nila.
" Tapi kami mau sama mama Ira bu." Elak twins.
" Jangan dulu ya sayang, sekarang sama ibu, nanti ibu akan ceritakan suatu hal pada kalian ya." Nila mengajak keempat perusuh itu keluar kamar, karena dia tahu pengantin baru itu perlu privasi sendiri.
Mereka segera mengikuti Nila karena penasaran apa sebenarnya yang akan Nila ceritakan pada mereka.
Ira hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, melihat begitu lihainya Ira menipu mereka. " mbak Nila ada ada saja" gumam Ira.
__ADS_1
Ira lalu membersihkan make upnya, karena sudah tidak nyaman menurutnya. Tapi saat membuka kebayanya, Ira tidak sadar kalau Dave masuk ke kamarnya, Ira lupa sekarang kalau sudah tidak sendiri lagi di dalam kamar tersebut.
Dave mengunci kamar tersebut dan mendekati Ira yang masih sibuk membuka kancing demi kancing kebaya nya. Dave mendekap tubuh Ira dari belakang.
Ira berteriak karena histeris, tapi untung kamarnya itu di desain kedap suara, jadi teriakannya tidak sampai keluar.
" Aarhh." Dave langsung membalikkan tubuh Ira dan membungkam mulut Ira dengan bibirnya.
" Awalnya cuma ciuman supaya Ira tidak berteriak lagi, tapi gerakan Dave semakin lama semakin menuntut.
" Sayang aku suamimu, jangan berteriak keras, nanti di kira ada kdrt." ucap Dave lirih, dia menempelkan dahinya ke dahi Ira dan mengulang ciumannya.
" Manis, semanis orangnya."
Tubuh Ira meremang, bahkan bulu kuduknya berdiri. seperti ada aliran listrik mengaliri tubuhnya. Ira memejamkan matanya, menerima kehadiran benda kenyal dan basah itu menyerang mulutnya. Dia diam saja tidak membalas ciuman Dave, karena belum pernah melakukan itu sebelumnya.
Dave menahan tengkuk Ira dan memperdalam ciumannya.
" Aku suka suaramu, dan akan ku buat kau menyanyikannya setiap malam."
" mas Dave." Suara serak Ira terngiang di telinga Dave.
" hemm." Dave hanya berdehem saja, jari tangannya bermain di punggung Ira, ciumannya beralih ke area leher Ira, bermain main disana.
" Mas Nanti masih ada resepsi lagi, nanti kita Kecapean lho." elak Ira.
" Iya sayang, mas tahu, tapi kita lakukan pemanasan dulu hemm." Ucap Dave, masih bermain di area leher dan telinga Ira.
Kini kebaya Ira sudah luruh ke lantai, tapi masih menyisakan kaca mata ajaib di sana.
__ADS_1
Tangan Dave membuka kait kaca mata tersebut. Dave mengangkat tubuh Ira ke atas ranjang, Dave berjanji tidak akan melakukan itu sekarang, cukup pemanasan saja.
Siang itu Dave seperti seorang bayi menyusu pada ibunya, dia memainkan bukit kenyal dan sintal milik Istri kecilnya, bahkan dia mendapatkan sebuah jakpot, karena semua tubuh yang sekarang ini dia jamah belum tersentuh siapapun.
" Sayang aku sangat beruntung mendapatkan dirimu, semua yang ada pada dirimu masih suci dan belum terjamah siapapun juga, terima kasih sudah menjaganya untuku." kata Dave.
" Sebagai perempuan terhormat, harus menjaga mahkotanya dengan baik, hanya kepada suaminya kita akan menyerahkan semuanya, baik jasmani maupun rohani." Jawab ira.
Sementara Nila meminta anak anak menunggu di halaman belakang, dia akan mengambilkan makanan untuk mereka, supaya lebih bebas dan tidak mengganggu para orang tua yang masih makan.
" tante, memang apa yang mau tante ceritakan?" heran Michael.
" Mike sama Michael sayang papa dan mama Ira tidak? " tanya Nila.
" sayang sayang banget malahan." jawab mereka.
" Mau punya adik gak?" tanyanya lagi.
" Mau mau banget, aku mau adik perempuan, kita semua laki laki kalau punya adik perempuan pasti seru iya kan Mike?" jawab Michael sambil mencari dukungan Saudara kembarnya, Mike mengangguk setuju sambil mengunyah makanannya.
" Kalau begitu dalam beberapa hari ke depan jangan mengganggu papa dan mama ya, kalian tidur sendiri ya." kata Nila.
"Kami selalu tidur sendiri tante, memang kenapa?" heran Mike.
" Ya tidak kenapa napa, oh ya besok papa dan mama akan pergi untuk beberapa hari, Mike dan Michael tidak boleh ikut ya, kalian bisa kesini kalau kesepian, papa akan berbulan madu dengan mama, dan akan membuatkan adik perempuan yang cantik dan lucu untuk kota semua." jawab Nila.
"Bener tante?" Penasaran Mike
"Bener dong, tanya saja ke oma Laksmi, tante tidak pernah berbohong kok."
__ADS_1
" Yee kita akan punya adik bayi Mike." Kedua bocah kembar itu sangat bahagia dan akan menuruti saran dari Nila.