
Dave memperhatikan perempuan bernama Luna tersebut dengan dingin.
" Kau Luna, atas dasar apa memfirnah orang dengan sekeji itu, apalagi saudara sendiri, apakah anda sudah lebih baik dari dia ha?" Tanya Dave dengan nada tinggi.
" Maaf mas, saya mengaku salah, tapi siapapun juga jika melihat Ira pasti beranggapan sama dengan saya. Lihat saya, saya saja yang seorang pegawai negeri dengan gaji yang lumayan, orang tua juga cukup berada, tidak bisa langsung punya barang barang mahal seperti itu dalam waktu singkat, jadi ya wajar saja kalau beranggapan lain, oh ya mas Dave, anda itu tampan, kaya, kenapasih mau sama si Ira itu, dia itu miskin, bakal nyusahin mas, dan tidak berpendidikan juga, dengar ya mas, dia cuma lulusan SMA, tidak punya keahlian juga." Jawab Luna.
Bukannya menyesal dengan apa yang dia lakukan, tapi masih saja bisa membual. Dave geram sekali dengan sikap Luna yang tidak mencerminkan wanita berpendidikan tinggi, dia selevel dengan Bella yang gila harta itu, sepertinya Lunapun begitu.
Untung Dono segera menghubungi Dave, menyampaikan kalau tugasnya sudah beres, sebentar lagi Luna akan kehilangan pekerjaannya, bahkan tidak akandi terima lagi di instansi pemerintahan lagi, gelar pegawai negerinya juga sudah di cabut karena terdapat kecurangan untuk mencapai posisinya yang sekarang.
" Oke bagus Don, bonus akan saya kirim di rekening kamu." ucap.Dave lewat telpon.
Dave menghampiri kakek Ramon dan tidak mempedulikan apapun ucapan dari Luna.
" Halo kek apa kabar? maaf tadi belum menyapa, masih ada tikus kecil yang harus di bereskan." Ucap Dave.
__ADS_1
" Baik nak, kenapa kau ikut ikut saja kesini, membuntuti cucuku, atau memata matai." kata Ramon.
"Hehe, cucu kakek adalah calon istriku, dan aku sudah kangen padanya, sudah biasa di omelin tiba tiba sepi tanpa dia." kata Dave bercanda, tapi tiba tiba pinggangnya terasa panas dan seperti di sengat serangga.
"Au sayang, sakit." Keluh Dave bercanda. Candaan Dave dan memanggil Ira dengan sebutan sayang, membuat para gadis dan ibu ibu jadi salah tingkah sendiri.
" Hahaha dasar duda lebay." Sindir Ramon.
" Iya betul itu kek, eh maaf ya pak Rt atas tingkah kami yang membuat kegaduhan ini." ucap Ira pada pak Rt .
" Ibu ibu, adik adik dan mbak mbak semuanya, sudah dengarkan, dan sudah lihat sendiri bukan kalau warga kita yang bernama Khumaira larasati tidak seperti berita yang beredar saat ini, dia adalah gadis baik baik, lugu dan sederhana seperti sewaktu dia belum berangkat ke Jakarta, nasibnya memang beruntung bisa mengenal keluaega pak Dave dan malah membuat seorang Dave aditama jatuh cinta pada dia, dan akan segera menikahi berlian kampung kita, semoga dengan mengenal mr Dave dan mr Ramon, bisa menjadikan kampung kita terutama lingkungan kita menjadi lebih maju." Tito berhenti sejenak untuk bernafas.
" Maaf ya pak Dave dan kakek Ramon, kalau saya sebagai Rt menggunakan kesempatan dalam kesempitan atau bisa di sebut aji mumpung, dan disini saya sebagai Rt juga ingin mengenalkan dan mengumumkan kalau kakek ini namanya kakek Ramon adi nugraha, beliau adalah ayah kandung dari mbak Laksmi, suami dari ibu Yulia, beliau kehilangan istri dan anaknya selama 40 tahun lebih, berkat bertemu dengan Ira juga akhirnya beliau bisa bertemu anaknya yang sudah hilang puluhan tahun lamanya." Tito memceritakan secara garis besar apa yang dia ketahui.
Para warga bertepuk tangan dan ikut merasa bahagia dengan bertemunya Laksmi dengan ayahnya.
__ADS_1
" Selamat ya tuan, semoga bertemunya mbak Laksmi dengan anda bisa membuat mereka bahagia dan kehidupan mereka juga lebih baik." Jawab salah satu warga dan di setujui oleh yang lainnya.
" Terima kasih, atas dukungan dan doa warga disini, setelah Laksmi keluar dari rumah sakit, saya akan membawa kembali dia dan sekuruh keluarnya ke Jakarta, tempat dia di lahirkan, dan mendapatkan apa yang seharusnya dia dan anak anaknya dapatkan, dan sebagai ucapan terima kasih saya padapara warga yang telah menerima dia dan almarhum Yulia dengan baik, Saya akan membantu memperbaiki dan menambahkan fasilitas di kampung ini supaya lebih maju dan perekonomiannya bisa lebih bagus lagi." Kata Ramon dengan Lantang.
Prok prok prok suara tepuk tangan kembali riuh, terutama Tito, dia sangat antusias menyambut keputusan Ramon itu dan berharap lingkungan tempat mereka tinggal, akan menjadi lebih baik dan maju, bukan lingkungan yang tertinggal seperti biasanya.
"Nanti saya akan mengirim orang yang sudah ahli di bidang ini, jadi tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengembangkan lingkungan tersebut." kata Ramon.
Bu Rt dan anak anaknya juga minta maaf pada Ira dan keluarga soal kelakuan mereka selama ini, bahkan sering menghina mereka dengan kejamnya.
Tindakan itu diikuti ibu ibu dan para gadis serta pemuda yang seumuran Ira, mereka berjanji akan membersihkan nama Ira swrza keluarga bu Laksmi dari semua berita beeita yang tidak benar.
" Eh pak tua, bagaimana dengan jatah kami, ayah kami yang sudah merawat mereka dengan baik." Mela mengingatkan Ramon soal kompensasi atau ganti rugi yang harus mereka dapatkan, karena ayah mereka sudah merawat Laksmi dan ibunya.
" Bukannya pak Agus ikhlas dan lillahitaala merawat mereka, jadi tidak ada ganti rugi maupun kompensasi, tadi sudah saya tegaskan saya akan setuju dengan syarat yang sudah saya ajukan, tapi apa anak kamu bahkan tidak merasa bersalah sama sekali, jadi uang tersebut lebih baik saya alokasikan untuk kepentingan umum saja supaya lebih bermanfaat." Jawab Ramon dengan tegas.
__ADS_1
" Betuuuul,." Para Warga setuju dengan keputusan yang Ramon ambil, daripada uang itu di berikan ke mereka hanya untuk memperkaya diri, lebih baik untuk kepentingan umum.