Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 85


__ADS_3

Ira segera menghubungi Andi untuk menjemput mereka, karena kondisi Laksmi belum sehat benar, yang penting mereka sudah puas dan bisa merasakan jalan jalan ke Mall, ndak cuma nonton di tv saja.


" Ir, rasanya seperti hidup di sinetron saja ya hehe, biasanya cuma nonton orang orang belanja di mall lewat tv, eh sekarang kita malah sudah muter muter di sini, tadi aku takut banget lho waktu naik di tangga berjalan itu, takut terjepit." Nila cengengesan sambil mengingat tingkah dia tadi.


" untung ada kamu tadi, kalau tidak bisa jadi bahan tertawaan mbakmu ini." imbuh Nila.


" Sama mbak, aku dulu juga begitu, naik eskalator tidak berani, trus pakaianku norak, auto jadi artis dadakan, seperti tarsan masuk kota, hehe, sampai sampai si Twins bilang padaku, apa mbak Ira ini dulu tinggal di hutan sih, apa apa tidak tahu, tidak pernah, hehe. Tapi Alhamdulillah setelah belajar dan mengamati kehidupan mereka, akhirnya bisa menyesuaikan." Jawab Ira.


Bella belum tahu kalau Ramon sudah menemukan keluarganya, saat ini dia sudah berada di kota kecil di solo, keadaan kota tersebut mirip dengan kondisi kampung Ira, semua tempat kesukaan dia di Jakarta tidak ada sama sekali.


" Ih tempat apa ini, gue fikir akan tinggal di apartemen, tak tahunya di gubuk jelek seperti ini, banyak nyamuk lagi. bi bibi siapkan air hangat, aroma jasmine dan jangan lupa pasang lilin tetapi, serta lulur Charcoal nya!" teriak Bella meminta asisten rumah tangga yang Ramon siapkan.


" baik non, tapi aroma jasmine itu opo ya, terus lulur car carcol itu opo ya, kok ndak mudeng saya." Jawab Sari dengan polosnya, memang dia tidak tahu sama sekali apa yang Bella minta.


" Ha, aromaterapi, biar wangi, charcoal juga tidak tahu, searching di google dong, kampungan banget sih." kesal Bella.


" Lha memang disini di kampung, dan ndak ada itu aromaterapi apa itu, carcol juga apa itu, terus ser searching google, hp saya ndak ada Google nya non."Jawab Sari.


"hiih."Bella menghentakkan kakinya dengan geram, dia menarik tangan Sari menuju ke kamar mandi dan meneliti apa yang ada di sana, kamar mandi ukuran 2×2, tidak ada bathtub, cuma ada Shower wastafel, closed dan ember. dan bak mandi dari marmer

__ADS_1


" Apa ini, bagaimana gue bisa mandi kalau beginii, hah dasar tua bangka sialan, bisa bisanya dia ngirim gue di tempat seperti ini." kesal Bella.


"Non non, ini mah sudah mewah non, daripada yang lainnya, saya non ya kalau mandi cuma di ember seperti ini non, ndak ada yang namanya shower, trus penghangat air, trus ada apa ini juga, wastafel mana ada, di kasih fasilitas bagus bukannya bersyukur malah marah marah." Jawab Sari.


Bella yang tidak terima langsung mencengkeram kerah kemeja sari serta menjambak rambutnya.


" Eh denger ya, gue bukan orang kere seperti kalian, gue ini pewaris Pt Angkasa, kakek gue orang terkaya di negeri ini, dan lo mau bandingkan gue dengan orang kismin seperti lo." Mata Bella melotot ke arah Sari, tapi wanita desa yang seumuran dengannya itu tidak takut sama sekali.


" Iye orang kaya, kalau anda orang kaya ngapain juga disini, balik saja sana ke asal anda di Jakarta sana, lagian lebih enak bekerja sendirian, cuma bersih bersih doang." Jawab Sari.


" Keluar keluar, siapkan sarapan, buatkan sandwich!" perintah Bella.


" Apa, sandwich juga tidak mengerti ? hah orang apa sih lo itu, sandwich itu roti tawar diisi daging,sayur saus." Terang Bella.


" Bilang saja roti tawar, ribet amat pakai sanwit sanwit segala, kirain kelapa sawit." Jawab Sari sambil berlalu dari kamar Bella.


"Hah, bisa gila gue lama lama disini, satu tahun segala, sehari saja sudah seperti di neraka." Gumam Bella dengan kesal.


" Kalau bukan karena kekayaan tua bangka itu, ih amit amit harus di tempat kumuh jelek seperti ini."

__ADS_1


Bella mulai menyalakan shower dan mandi, Bella mencari cari sampo dan cuma menemukan sampo merek sejuta umat, sabun juga. Biasanya dia memakai sampo dan sabun dengan harga selangit , kali ini harus pasrah dengan bahan yang ada.


" Hari ini gue harus ke Mall dan membeli semua keperluan gue, untung kemaren. gue jual salah satu mobil gue, kalau ndak pasti bisa mati berdiri gue."


Bella segera menyelesaikan mandinya yang menurut dia hasilnya nggak banget. Setelah berganti pakaian dia menuju ke ruang makan mencari sandwich yang pesannya. disana cuma ada Roti tawar, di sampingnya ada telor dadar, sosis goreng, tomat selada dan saus.


"Sari, mana sandwich gue?" tanya Bella.


" Lha ini sudah saya siapkan semuanya, tinggal numpuk numpuk doang kok repot, nanti kalau saya yang susun salah lagi, tidak sesuai dengan selera orang kaya." jawab Sari.


" Dagingnya mana?"


"Bentar diambilkan." jawab sari.


Art ini mengambil dua buah daging yang sudah di iris tipis di letakkan pada sebuah piring, masih mentah belum diolah.


" Ini nona dagingnya." Sari meletakkan daging tersebut di meja.


" Memangnya gue ini kucing, di suruh makan daging mentah." marah Bella.

__ADS_1


"Lho bukannya sekarang tren ya orang orang kaya makan ikan mentah, sayur mentah dan daging mentah, trus apanya yang salah." heran Sari.


__ADS_2