
Akhirnya pasangan itu memutuskan untuk memilih rumah No 5 dan Dave akan segera mengurus semuanya, kalau bisa setelah bulan madu nanti mereka akan langsung pindah di rumah baru.
" oh ya, itu ada toko Mixue, ayo kita kesana saja." Ira menunjuk toko yang menjual pesaban Twins.
Dave memarkirkan mobilnya dan Ira berjalan duluan. Sungguh pucuk di cinta ulampun tiba. Kebetulan saat itu Bella baru saja keluar dari supermarket disana dan hendak pulang.
Bella melihat Ira berjalan sendiri dan Dave masih sibuk dengan ponselnya di belakang Ira. Bella memutuskan mengeksekusi Ira sekarang juga daripada menunggu orang bayaran itu, dia tidak berfikir jernih, dimana sekarang dia berada dan apa konsekuensinya, kebencian membutakan segalanya.
Bella menginjak gas mobilnya dan mengarahkannya pada Ira. Seorang tukang parkir berteriak teriak memperingatkan Ira, tapi Ira tidak faham dia terus melangkah tanpa tahu bahaya sedang mengincarnya.
Dave sudah selesai menelpon dan mendengar teriakan tukang parkir tersebut lalu menoleh ke arah Khumaira.
" Ira, Awas." Dave berlari dan mendorong Ira ke depan, sehingga mobil tersebut tidak sampai menabraknya sementara Dave lah yang terserempet, untung saja tukang parkir tadi sempat menarik tubuh Dave.
Brak. Tubuh Dave jatuh ke belakang, sementara Ira tersungkur ke depan, keduanya berhasil selamat, tapi Dave mengalami cidera lengan kirinya.
"Daave, pak Dave." Teriak Ira yang sadar kalau terjadi sesuatu pada Dave. Ira berlari ke Arah Dave dan tukang parkir tadi segera menghubungi loket parkir terluar supaya mencegah mobil dengan plat ... supaya tidak dijinkan keluar.
" halo, titik luar parkir, jangan ijinkan mobil bmw hitam dengan plat xx untuk keluar, mobil tersebut sudah melakukan pelanggaran, tabrak lari korban ada di sini, serta tolong hubungi polisi terdekat." bapak petugas parkir itu dengan sigap melaporkan kejadian naas itu.
Lengan Dave terluka lengan bajunya robek robek. " Mas, apa yang terjadi? hik hik." Isak tangis Ira.
" Mobil itu akan menabrak kamu, itu salah satu mobil Bella, dan pak terima kasih, bapak sudah menarik tubuh saya tepat waktu." Dave berterima kasih pada tukang parkir tersebut, sambil meringis kesakitan
" iya pak ini sudah tugas saya, ayo kita ke rumah sakit, nona bisa menyetir?" tanya Bapak tadi.
__ADS_1
" Tidak Bisa pak." jawab Ira masih menangis dan membopong tubuh Dave ke mobil.
Petugas Parkir tersebut segera memanggil rekannya yang menjadi salah satu sopir di sana untuk mengantar Dave ke rumah sakit.
Dave segera di larikan ke Rumah sakit. sementara Bella masih mengemudikan mobilnya dengan kencang, menabrak palangan pintu keluar tempat parkir, dia takut di tangkap.
Body mobil depannya penyok parah, tapi dia tidak peduli, Bella terus melaju dengan kencang, petugas parkir dan satpam segera menghubungi polisi patroli. dengan melaporkan no polisi mobil Bella.
Kebetulan ada tim polisi sedang patroli dekat jalan tersebut, jadi dengan segera mengejar mobil Bella yang memang sudah nampak mencurigakan.
" Sial, pakai ada polisi lagi, gue harus bisa lolos dari mereka." Gumam Bella . Dia mengeluarkan semua skill mengemudinya untuk menghindari kejaran mobil polisi.
Petugas polisi bahkan sudah mengeluarkan tembakan peringatan, tapi mobil itu tidak mau berhenti, terus melaju dengan kecepatan tinggi. bahkan pengguna jalan lainnya pada menepi karena mendengar sirine polisi dan takut celaka.
Brak, pyar. Suara benturan keras bahkan pecahan kaca terdengar nyaring.
Asap mengepul di bagian depan mobil Bella. kepala Bella terbentur stir dan kakinya terjepit, karena kerasnya mobil tersebut menghantam besi pembatas. Bella pingsan di tempat
Mobil patroli berhenti dan turun memeriksa keadaan pengemudinya. Mereka juga kaget kalau ternyata pengemudi mobil itu adalah Wanita.
" Astaga, ternyata perempuan pak." lapor salah satu polisi pada rekannya.
" Gila, nekad bener dia." Jawab salah satunya.
" Kita hubungi ambulan sepertinya benturannya sangat keras, kakinya terjepit, kepalanya terbentur." Ucap polisi 1.
__ADS_1
Seorang polisi menghubungi pihak Rumah sakit, sementara dua lainnya mengeluarkan tubuh Bella dari dalam, di bantu beberapa warga.
Tempat tersebut menjadi Ramai ingin menyaksikan aksi tragis perempuan itu. Kebetulan Brian dan Anita lewat ke sana, mereka baru saja menemui klien yang pernah di tipu Brian.
"Mas ada apa itu sepertinya kecelakaan, ramai sekali?" penasaran Anita.
Brian memperlambat laju mobilnya dan bertanya pada bapak bapak yang membantu mengatur lalu lintas yang menjadi terhambat.
" Ada apa pak? kecelakaan?" kepo Brian
" Itu tuan, ada seorang perempuan melakukan tabrak lari, lalu dia kabur, setelah ban mobilnya di tempak polisi, dia menabrak besi pembatas jalan, lukanya cukup parah, masih nunggu ambulan datang." jawab Bapak tadi.
Brian juga memberikan selembar uang 20 ribuan untuknya, lalu dia kembali menjalankan mobilnya, tapi saat Brian menoleh dan ada celah tepat di kepala Bella.
" Bella." Brian mengerutkan alisnya dan menepikan mobilnya dia penasaran dan memastikan apa Wanita yang dilihatnya itu benar Bella apa bukan.
" Kenapa mas?" heran Anita.
"Perempuan Tadi Bella mantan istriku, aku cuma mau memastikan saja." ucap Brian. Dia keluar dari mobil diikuti Anita, mendekati kerumunan masal tersebut.
Brian cukup kaget ternyata wanita tersebut benar Bella, kakinya berlumuran darah dan di tutupi oleh penutup mobil, kepalanya juga banyak mengeluarkan darah.
" ya ampun Bella, apa lagi yang kau lakukan hingga seperti ini." gumam Brian. Anita mengelus lengan Brian untuk menenangkan pria tersebut.
Ambulan akhirnya datang dan membawa Bella ke rumah sakit, diikuti sebuah mobil polisi tadi, dan di tkp, anggota polisi yang lain membereskan sisanya.
__ADS_1