Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 107


__ADS_3

Mike Dan Michael yang sudah turun dari wahana tersebut, melihat pasangan itu masih malu malu, muncul ide jahil di otak bocah ajaib itu.


" Mike lihat itu,kerjain yuk." bisik Michael.


Mereka saling berbisik dan bersiap menjalankan misinya.


Kedua bocah itu berencana untuk mendekatkan keduanya dengan cara mengagetkan mereka, Mike mendekati Sheren sementara Michael mendekati William, tanpa sepengetahuan Will maupun Sheren yang masih saling menatap, tiba tiba keduanya di dorong dari samping hingga tanpa mereka sadari bibir mereka saling bertautan satu sama lain.


" Waduh kalian mesum." Ucap kedua bocah itu dan langsung menutup matanya rapat dengan kedua tangannya.


Kejadian tak terduga itu makin membuat Sheren salah tingkah dan ikut menutup mukanya seperti Twins.


" Maaf aku benar benar tidak sengaja, i ini pasti ulah mereka ini." jawab William, dia mengangkat tubuh Michael dan menggelitiknya.


" Hahaha, ampun om ampun, tapi enak kan om, dapat ciuman tanteku, hahaha." Michael tertawa kegelian.


William mencium pipi gembul bocah itu dan berbisik padanya.


" Good job boys." bisik Will.


Hal yang sama Sheren lakukan, tapi dia tidak menggelitik Mike melainkan menjewer telinganya.


" Ampun kak ampun, bang tolong aku, tolong ini mamaku menjewer kupingku tolong." Teriak Mike. untung saja Sheren segera membungkam mulut Mike dengan kedua tangannya.


"emm, emm." beberapa orang datang mendekat.


" Kenapa mbak anaknya teriak, dan itu mulutnya di bungkam seperti itu?" tanya salah seorang ibu ibu.


" Ah enggak bu, tadi kami cuma bercanda dan dia ini jahil banget." Ucap Sheren. William segera menolongnya.


" Oh iya bu maaf, kami sedang bercanda, iyakan sayang!" William meminta dukungan Michael supaya kerumunan itu segera bubar


" Iya, itu kembaran saya om tante, sini dek!" panggil Michael pada Mike


Sheren melepaskan tangannya dan Mike segera menghampiri Michael dan menjulurkan lidahnya pada Sheren. Dengan segera mereka bubar dari sana dan Sheren langsung bernafas dengan lega.

__ADS_1


" Awas lo ya." Ancam Sheren. Mike tidak mau kalah dia membisikkan sesuatu pada Tantenya itu.


" Tapi suka kan, paling gak berani." Bisik Mike dengan jahil. dan langsung berlari.


" Apa." Ucap Sheren dan mengejar Mike.


" Mereka selalu begitu?" tanya Will pada Michael.


" Iya om, kami suka menggoda kak Sheren, habisnya kami kesepian dan kurang kasih sayang ibu, tapi setelah ada mbak Ira kami sudah jarang mengerjainya, dulu dia sampai sering nangis, habis lucu sih." Jawab Michael.


" Pasti seru dong." kata Will.


" Om." panggil Michael.


" Apa hem."


"Apa om suka dengan kak Sheren?" tanya Micha.


" Emang anak kecil tahu apa itu suka?" heran Will dengan bocah di sampingnya ini.


" Ya enggak sih om, tapi Michael pesan pada om, kalau om suka, jangan sakiti tante kami, hatinya sangat rapuh, dan sering sekali di manfaatkan, pernah dia punya pacar, tapi ternyata pacarnya itu pacar sahabat dia om, dan si manja itu cuma mereka manfaatkan saja, kami tidak mau itu terulang lagi." Ucap Michael yang sudah seperti orang dewasa saja.


" Om suka dia apa adanya, dan om janji akan membahagiakan dia, dia lucu dan polos." jawab Will.


" janji." Michael mengeluarkan jari kelingkingnya dan membuat perjanjian dengan will.


" janji." will menautkan kelingkingnya ke kelingking mungil tersebut, lalu mereka tertawa bersama, sambil melihat dua orang yang masih saling mengejar itu. Mike mendekati mereka meminta pertolongan.


"Tolong, om ada tante tante ngamuk itu, mungkin mau di cium lagi." kata Mike sambil merangkul Leher Will dari belakang, sambil terengah engah.


" Bang gantian dong, Mike juga mau di pangku om Will." ucap Mike.


" eh iri bilang bos." Jawab Michael yang akhirnya mengalah, dia turun dari pangkuan Will dan memberi kesempatan kembarannya itu.


Michael mendekati Sheren, yang masih berdiri sambil mengatur nafasnya yang kembang kempis, bocah itu menyodorkan Sebuah botol minum untuk Sheren.

__ADS_1


" Minum dulu kak." pinta Michael.


" thank you." Sheren langsung membuka tutup botol tersebut dan meminumnya hingga separuh. Hal yang sama di lakukan Will, dia memberikan sebotol minum pada Mike.


" Mau naik wahana apa lagi?" Tanya Will.


" kita ke ocean aja om, aku mau lihat ikan di sana." jawab Mike.


" oke siap, tuan muda." jawab Will. Kini dia menggendong Mike di punggungnya dan Sheren menggandeng tangan Michael.


Sungguh hari yang sangat seru dan menyenangkan, mereka saling mengekpresikan perasaan mereka hari itu, tak sia sia Twins menerima ajakan Willian untuk ke dufan tadi malam.


💗💗💗


Sementara Dave dan Ira segera berkemas, setelah sarapan dan mengobati daerah intinya yang bengkak, mereka pulang ke kediaman Aditama, untuk bersiap siap lagi, karena sore nanti mereka akan ke seol untuk bulan madu selama seminggu.


"Mas, kalau kita tinggal mereka bahkan seminggu bagaimana dengan anak anak?" Tanya Ira yang merasa khawatir tentang Twins.


" Tenang sayang, ada mama di rumah, dan di sekolah juga ada Iwan, lalu alfian yang sekolahnya juga satu lokasi, Twins anak yang cerdas, mereka akan mengerti hem." Jawab Dave.


" Nanti kita harus ngomong yang baik baik pada mereka ya, supaya tidak terlalu mencari kita." pinta Ira lagi, dia belum tahu saja kalau anak anak sambungnya itu sudah membuat perjanjian dengan Nila.


" Iya terserah kamu saja sayang, oh ya sudah enakan belum, setelah di oles salep tadi?" tanya Dave.


"Sudah mendingan, tapi untuk berjalan masih agak kaku, seperti robot saja jalanku." cemberut Ira.


" Jangan cemberut gitu dong, nanti tambah gemesin dan mas khilaf lgi bagaimana?" ucap Dave.


" ih modus." kesal Ira.


" Iya, tapi tenang saja, kalau setiap hari kita pakai, mas yakin bengkak dan perihnya akan hilang total, karena obat paling mujarabnya yaitu mengulang beberapa kali hal yang sama, supaya terbiasa." bisik Dave.


" Ini sih maunya kamu." jawab Ira lagi.


" Ya sudah ayo kita pulang dulu, masih ada yang perlu di siapkan dan berpamitan pada semuanya!" ajak Dave dia menyeret koper mereka dan cek out dari hotel Keluarga Ira. Dave mengembalikan kunci kamar mereka ke penjaga.

__ADS_1


"Selamat menempuh hidup baru tuan, nyonya, semoga pernikahannya langgeh, sakinah, mawadah warohmah." ucap beberapa pegawai hotel yang berpapasan dengan mereka.


Para pelayan dan semuanya berlaku sangat hormat pada keduanya.


__ADS_2