Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 71


__ADS_3

Ira bersama Ramon, Ahmad serta Andi dan dua pengawal itu menuju ke desa Ira tinggal, mereka menuju ke rumah pak Rt dan mau mengklarifikasi gosib yang beredar dan menjelaskan siapa Ramon bagi mereka, supaya tidak ada masalah baru di kemudian hari.


" Assalamualaikum pak Rt."Ahmad memulai salam ke p Rt.


"Waalaikumsalam, nak Ahmad, bagaimana kabar ibumu, katanya hari ini di operasi?" tanya Pak Rt.


"Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar, tanpa ada suatu halangan apapun, tapi saya kesini bersama adik saya Ira, dan ini kakek kami Ramon, suami dari Nenek Yulia, berkat Ira Kami bisa berkumpul kembali setelah puluhan tahun." Kata Ahmad.


" Ya Allah Alhamdulillah nak, monggo pak silahkan, kenalkan saya tito Rt lingkungan Sini, ada yang bisa kami bantu, dan bapak bapak yang lainnya siapa nggih?" Tanya Tito penasaran.


" Ini asisten kakek saya namanya Andi dan yang dua itu pengawal kakek." Jawab Ahmad.


Tito yang kaget, menelan salivanya kasar, kok ada pengawal segala memangnya siapa orang yang ada di depannya.


Kali ini Ahmad kalau bicara juga lebih tegas dan tidak terlalu sungkan dengan Tito, dia tahu betul kalau bu Rt dan anak anaknya merupakan salah satu ratu gosib di desa tersebut.


" Bu, buatkan minum untuk nak Ahmad dan keluarganya!"perintah Tito

__ADS_1


"Buat apa membuatkan minum untuk orang miskin seperti Si Ahmad atau adiknya yang pela cur itu." Sewot bu Asih istri dari Tito.


"Maaf bu, keluarga kami memang miskin, tapi pantang bagi kami untuk menjual diri kami demi uang yang tidak seberapa." Jawab Ira.


" Alah jangan sok suci, semua orang disini juga sudah tahu coba jelaskan dari mana kamu mendapatkan hp dengan harga jutaan, tas jutaan, bahkan baju juga ratusan hingga jutaan." Sewot bu Asih.


"Memangnya ibu sudah mensurvei sendiri kesana pekerjaan saya apa? jangan menelan mentah mentah berita yang belum tentu kebenarannya." Jawab Ira.


" Eh Luna sepupu kamu sendiri yang bilang itu, dan dia juga bilang kalau kamu VC bersama bapak bapak dan bilang sayang sayang, kalau perlu kita akan panggilkan Luna dan kedua orang tuanya sebagai bukti." Tantang Bu Asih.


" Oke siapa takut, ani, leli kamu panggil Luna beserta ibunya sebagai saksi dan juga Nita yang baru kembali dari Jakarta, katanya dia pernah bertemu juga dengan Ira." Pinta bu Asih pada kedua anak perempuannya.


"Oke, siapa takut, kita bisa membuktikan siapa sebenarnya yang benar dan tidak." Jawab leli. Mereka segera menuju ke rumah Luna dan Nita.


" Eh siapa bapak tua ini, dan laki laki itu semua, apa mereka pelanggan kamu?" Tanya bu Asih denga kasar.


"Jaga ucapan anda nyonya atau bisa kami laporkan polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah yang kejam, anda bisa dikenakan pasal 310 ayat 1.Kalau anda tidak bisa membuktikan tuduhan anda itu benar maka bisa di penjara maksimal 4 tahun penjara." Jawab Andi.

__ADS_1


" Eh, apa apan ini pakai pasal pasal, memang uud 45." Jawab Asih.


" Penceremaran nama baik dan fitnah keji, juga termasuk dalam hukum pidana bu, anada jangan main main dengan omongan anda, mungkin ini di kampung, awam dengan hukuma pidana yang saya sebutkan tadi, tapi kalau anda berhadapan dengan orang yang mengerti akan hukum, maka pengadilan jalan keluarnya, apalagi tuduhan yang kalian lontarkan pada nona Khumaira sangat kejam, dan tidak berperikemanusiaan. Kalau anda tidak takut akan penjara maka takutlah akan hukuman Allah bu, kalau soal hukuman Allah anda bisa menanyakannya pada pak ustad atau pak kyai yang lebih mengerti."Jawab Andi dengan lantang dan tegas.


Membuat Asih berkeringat dingin dan menelan salivanya, orang seperti bu Asih ini kalau tidak di beginikan maka tidak akan mengerti dan dengan sok tahu dan sok sucinya dia mendakwa orang semaunya saja.


"Maaf ya pak, berita ini saya mendengarnya dari anak saya, dan mereka mendapatkannya dari Luna, kabarnya Luna tahu dan melihat sendiri kalau Ira mempunyai barang yang mahal, dan tidak maungkin kalau menjadi pembantu atau pelayan dalam waktu sebulan punya barang mahal tersebut, jadi semua menyimpulkan apa sebenarnya pekerjaan Ira, dan Si Nita juga kan bekerja di Jakarta di sebuah perusahaan besar, dan melihat dia merayu bosnya, karena Nita marah marah padanya dia di pecat dari pekerjaan dia yang sudah halal dan sesuai dengan pendidikannya." Jawab asih.


"Oh Nita, saya memang bertemu dengan dia di tempat kerjanya, dan atasan Dari dia adalah majikan saya, dan dia menyakiti anak asuh saya, dan membuat mereka marah, bukannya saya merayu bos dia bu, Nita memang sudah keterlaluan, saya cuma bertanya dimana ruang pak Dave, untuk mengantarkan kue ulang tahun beliau beserta makanan, tapi dia mengusir saya, dan di ketahui oleh beliau, soal pemecatan Nita saya tidak tahu menahu." Jawab Ira.


" Soal barang barang mahal misal Hp ini, atau tas ini, mungkin yang Luna maksud. Hp ini memang fasilitas dari majikan saya, karena beliau tidak mau anaknya mengenal hp dari kecil, maka beliau meminjami hp ini untuk komunikasi antar kami semua, dimana tempat anak asuh saya atau yang lainnya, untuk tas ini, ini pemberian dari nenek anak asuh saya, bukan baru kok tapi bekas beliau, kalau soal harga saya mah tidak tahu bu, dan baju yang katanya mahal dan keluaran butik ini, memang benar, tapi ini juga fasilitas dari mereka, si kembar anak asuh saya merasa malu karena penampilan saya yang norak dan kampungan jadi mereka memberikan beberapa untuk saya." Jawab Ira.


" Wau hebat sekali ya majikan kamu itu, pembantu saja punya fasiltas mewah." Sindir Asih.


"Iya. beliau memang sangat baik, mereka memfasilitasi semua karyawannya dengan sama, kalau tidak percaya tanyakan saja pada bu Suci, nanti saya akan menelpon beliau." Jawab Ira dengan lantang.


Bu Asih jadi diam, dan menunggu saja apa kata Luna dan Nita yang lebih tahu dari dia, karena semua info bersumber pada dua wanita ini.

__ADS_1


__ADS_2