Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
RENCANA BRIAN


__ADS_3

Di mansion Bella, perempuan cantik itu marah marah bahkan memecahkan banyak barang, dia tidak terima dengan keputusan Ramon yang membuatnya rugi besar. Mau di taruh di mana mukanya, seorang cucu memilik Pt Angkasa cuma sebagai kepala marketing di perusahaan Besar kakeknya, bahkan ayahnya sendiri tidak bisa membela dia.


" Aaaarghh, siaaal, dasaar tua bangka. Apa sih maunya si tua bangka sialan itu, gue kan cucu satu satunya di sini, masak pamor gue sebagai ratu sultan harus turun drastis, ini tidak boleh di biarkan."Teriak Bella.


Kebetulan Brian pulang, dia baru saja mengakusisi sebuah perusahaan yang tidak bisa membayar hutang padanya.


" Bella, apa apaan ini, kenapa kamu buang" semua barang barang mahal ini, guci seharga 300juta juga kamu banting." kesal Brian.


" Dadang, bi sumi. Bereskan semua ini!" Perintah Brian pada asisten rumah tangganya.


" Kebiasaan ya kamu, kalau marah, merusak barang barang di rumah." Ucap Brian dengan emosi.


" Kakek bi, dia mencabut posisiku sebagai direktur keuangan, dan malah di jadikan sebagai kepala tim pemasaran, mau di taruh mukaku, tua bangka itu sudah keterlaluan banget. gara gara aku ketahuan memakai uang perusahaan." kesal Bella. Brian menggelengkan kepalanya , dan tertawa.


" Bhahaha."


" Sayang, kamu kok menertawakan aku sih huh." Cemberut Bella.


" Sayang, kamu itu kok ya lucu, siapasih yang tidak marah, kalau uangnya diambil, uang perusahaan lagi, coba kamu di posisi kakek, terus aku korupsi misal 20 milyar, kamu marah tidak?" tanya Brian.


" Marah lah, 20 milyar itu bisa untuk muter modal." jawab Bella.

__ADS_1


" Tapi aku kan cucunya, nanti perusahaan itu juga punyaku, jadi suka suka dong, paling cuma untuk memanjakan diri doang" Jawab Bella tanpa rasa bersalah.


" Bel bel, untung orang tua, kakek dan suami kamu ini kaya, lalu bagaimana kalau miskin."Ucap Brian.


" Makanya, aku selalu setia dan memilih kamu, daripada si Dave, pertambangannya itu bisa gulung tikar cuma untuk aku belanja, trus harus ngurus anak 2 lagi. tidak cantik lagi dong. beda dengan suamiku yang super kaya ini, iya kan sayang." Jawab Bella manja.


"Masih ingat kata kata kakek kemaren, kalau dia akan memberikan warisannya ke anak anak kamu?" Brian mengingatkan.


" Iya, makanya kita lembur terus biar segera jadi ank kita, masak kamu yang cool dan macho ini kalah dengan Dave." ucap Bella.


Brian terdiam sejenak, lalu mengambil nafas panjang.


Gadis gadis itu marah, bahkan salah satu orang tua dari wanita yang dia hamili mengutuk Brian, semoga tidak mempunyai keturunan lagi. kalau toh punya maka anaknya akan cacat.


" Ada anak atau tidak menurutku tidak masalah, mereka ribet, bikin pusing. Jadi ingat waktu hamil anak laki laki brengsek itu, tubuh ku melar segede gaban, dan perlu usaha yang sangat keras untuk mengembalikan seperti ini lagi sayang." jawab Bella yang memang tidak menyukai anak anak.


Brian meminta Bella untuk duduk di sofa.


" Apa kamu mau harta warisan kakek jatuh ke tangan Si kembar?" Tanya Brian.


" Itu sih masih lama, paling si tua itu sudah mati duluan." Jawab Bella.

__ADS_1


"Kamu salah Bel, kakek bisa mewariskannya mulai dari sekarang, dan orang tuanya sebagai wakil dia. Apa kamu rela, kalau warisan itu jatuh ke tangan Dave, sebagai wali dari si kembar itu." Brian memastikan sesuatu pada Bella.


" Enak saja, aku yang cucu dari dia dan aku juga yang mengandung dan melahirkan mereka, tapi kenapa si brengsek itu yang akan mewakilinya." Kesal Bella.


"Karena Dave ayah mereka dan yang merawat mereka selama ini, sedangkan kamu, mengakui saja tidak mau, meski nanti kamu tidak terima bahkan ke pengadilan Dave yang akan menang." Jawab Bella.


"Terus aku harus bagaimana, kembali pada dia, ih amit amit." Jawab Bella.


" Enak saja mau kembali, ada jalan lain, mumpung kakek ada di sini, kamu pura pura menyesal, dan minta maaflah pada Dave." Ucap Brian. Bella melotot dan menunjuk ke dirinya sendiri.


"Aku harus minta maaf padanya, kamu sudah gila apa, dia memang sudah berubah jadi ganteng, tapi bukan level Bella untuk meminta maaf pada nya." Bella tidak setuju kalau harus merayu atau minta maaf pada Dave.


" Sayang, ini tidak sungguh sungguh, cuma pura pura saja, kamu datang temui Dave, pura pura , ingat pura pura meminta maaf dan menyesal telah menelantarkan anak anak kamu. dan berjanjilah padanya untuk menjadi mama yang terbaik untuk si kembar. lalu mintalah kesempatan untuk merawat mereka, kalau sudah boleh. Kita bawa Si kembar tinggal bersama kita di sini selama kakek ada di sini, tunjukkan padanya kamu adalah ibu yang terbaik untuk mereka. Setelah kakek luluh dan memilihmu untuk menjadi wali wasiatnya, kita kembalikan lagi mereka, dan suatu saat kita ubah isi wasiat itu."Brian menjelaskan ide yang sangat bagus, untuk mengatasi masalah Bella.


" Itu sih terserah kamu sayang, kesempatan ada di depan mata kita, semua tergantung padamu, mau atau memilih harta itu melayang." ucap Brian.


" Kamu siap siap, dandan yang terbaik, nanti malam akan ada pesta, aku baru saja mengakuisisi sebuah perusahaan besar, kekayaan kita akan terus bertambah, tanpa harus bersusah payah membangun perusahaan dari awal, dan kamu boleh belanja sesuka hati kamu."Kata Brian lagi.


" Oke sayang ku, ini lah yang paling aku suka dari kamu, loyal dan memanjakan diriku." Ucap Bella dia mengecup bibir Brian dengan brutal.


Untuk adegan selanjutnya skip dulu ya bulan puasa.

__ADS_1


__ADS_2