
Pagi itu Bella bangun dengan kepala berat dan badan sakit semua, dia melihat sekelilingnya, dan tempat itu tidak asing lagi, dan ternyata ini adalah rumahnya.
" Sit, bagaiman ceritanya gue sampai di rumah, biii, sarah, umi...!" Bell memanggil asisten rumah tangganya tapi tidan ada satupun yang menyahut, mansion besar, mewah, tapi sangat sepi, biasanya jam jam segini, mereka sibuk dengan tugasnya.
Bella melangkah ke dapur, dan tidak ada siapa siapa, ke halaman samping juga kosong, bahkan lantainya sudah berdebu, banyak daun kering berjatuhan di halaman belum juga di sapu.
Bella mengerutkan keningnya tanda heran, baru berapa hari dia ke Solo, tapi keadaan rumahnya sungguh berbeda, seperti rumah kosong.
Dia kembali lagi ke ruang tamu, dan melihat cuma dompet, make up dan ponselnya saja, tanpa tas.
" Ah sial, mobil gue diambil manager club malam itu, uang gue kok nggak ada, bukannya mereka mengembalikan kembali uang itu, dan tas Gue." Heran Bella.
Pada Saat itu, Satpam yang semalam masih berjaga di sana, masuk ke rumah, dia juga akan mengikuti jejak teman temannya, keluar dari sana, tapi satpam satu ini masih sopan, dia mau berpamitan pada Bella.
"Maaf non, mulai hari ini bapak tidak bisa bekerja lagi di sini, bapak punya keluarga, istri dan anak yang menunggu penghasilan bapak, tapi sejenak tuan Brian tidak tinggal disini, gaji saya belum anda bayar, jadi maaf, saya akan mencari pekerjaan di tempat lain saja, yang mau menghargai keringat kami." Jawab Satpam.
__ADS_1
" Apa maksud lo, bukannya gue tidak mau bayar, tapi belum ada uangnya, lo sabar dulu, setelah gue mendapatkan kembali kekayaan Si tua bangka Ramon itu, lo pasti bayar." Jawab Bella.
" Maaf non, tapi kebutuhan makan kami juga tidak bisa di tunda, bisa bisa kami kelaparan, untuk tas nona, tadi malam diambil teman nona katanya untuk membayar ongkos taksi." kata Satpam
" Dan saya juga mau meminta gaji saya yang belum di bayarkan nona." kata Satpam.
" Lalu uang gue di dalam dompet dimana?" tadi malam masih ada?" Tanya Bella.
" Saya tidak tahu nona, ketika teman anda membawa tas itu, dan mengeluarkan semua isinya, tidak ada uang sama sekali." Jawab Satpam dengan Jujur.
" Sial, berapa gaji yang belum gue bayar?" Tanya Bella.
" Saat ini gue tidak punya uang, lo gue kasih perhiasan gue dan Bisa lo jual, tunggu di sini." Bella meminta satpam tersebut untuk menunggu dia mengambil koleksi Perhiasannya.
Bella menuju ke kamarnya dan kaget melihat kamarnya yang berantakan, semua acak acakan.
__ADS_1
" Sobri, sini lo!" Teriak Bella pada satpam
" Iya nona, ada apa?" Tanya Sobri.
" kenapa kamar gue berantakan semua, dan barang barang gue banyak yang hilang?" tanya Bella dengan marah.
"Maaf nona, saya tidak berani membereskan ya, karena supaya non Bella tahu sendiri, selama nona Bella berada di Solo, dan semua pembantu nona, semua mengeluh belum menerima gaji mereka, jadi mereka mengambil barang barang berharga di rumah ini untuk mengganti gaji mereka non maaf saya tidak berani menegur karena hanya saya yang masih bertahan di sini, saya melamar kerja di sini secara baik baik dan akan keluar dengan cara baik baik saja." Jawab Sobri.
" Lo jangan keluar, sekarang gue. akan bayar gaji lo, dengan perhiasan, lalu carikan orang kerja part time, untuk membereskan dan menyapu mansion ini, lalu pesankan banner, dan buat pengumuman kalau rumah ini di jual, lo disini dulu sampai rumah ini laku." Ucap Bella.
Bella membuka berangkatnya lalu mengambil sebuah kalung berlian beserta suratnya.
" jual berlian ini, dulu saya belinya dengan harga 50 juta, lo jual saja, untuk menggaji lo sampai bulan depan.". Bella menyerahkan kalung berliannya ke Sobri dan dia menuju ke kamar mandi.
Bella berendam di sana, mengingat masa masa dia jaya, semua yang dia inginkan terpenuhi, selama bersama Brian, apapun yang dia mau pasti terkabul bahkan sehari bisa menghamburkan uang 1 milyar bahkan lebih, waktu masih jadi direktur keuangan di kantor kakeknya, dia bisa korupsi banyak, waktu masih menjadi istri Dave, mengandung twins, semua yang dia mau pasti akan selalu ada bahkan, Dave sangat perhatian ladanya walaupun sedikitpun Dia tidak mau di pengang.
__ADS_1
"Aaarghh, kenapa semua jadi begini, Brian dan Dave harus gue dapatkan lagi, dan cuma gue cucu dari si Ramon itu, itu baru adil. Hahaha, gara gara perempuan dari kampung itu, semua skenario yang akau tulis todak ada yang berhasil satupun, ini gara gara Si pengasuh sialan itu, gue harus melenyapkan dulu, baru mengambil semua milikku, hahaha, aku kaya, dan akan menjadi no satu di Asia, semua akan menjadi milikku, hahaha.bravo." Bella berkhayal setinggi langit, perempuan.itu sudah terobsesi dengan uang.
Bella menelpon seseorang, mereka janjian akan bertemu di sebuah kafe.