
Di saat Bella sedang meratapi nasibnya di penjara, sementara pengantin baru yang baru saja menikmati surga dunia baru saja membuka matanya, Ira membuka matanya di saat sinar matahari mengintip di sela sela korden kamar hotel ini. Ira mengucek matanya dan Melihat jam sudah menunjukkan angka 6.
" Astaqfirullah, aku belum sholat subuh, harus meng qhodoknya." tapi dia merasa dada dan tubuhnya berat, ada tangan melingkar di dadanya.
Hampir saja dia berteriak, tapi otaknya segera sadar, kalau sekarang dia sudah menikah, jadi yang di sebelahnya pasti Suaminya.
Ira memindahkan Tangan kekar itu perlahan, supaya tidak mengganggu tidur Dave, diperhatikannya pemuda tampan yang sekarang berstatus suaminya itu dengan seksama.
Tingkat ketampanannya terasa makin bertambah saat tidur tenang seperti itu, hidung mancung, rahang yang tegas. Muka ira menjadi memerah saat mengingat kejadian semalam, dia semakin malu saat ingat terus mendesah dan meracau memanggil namanya, seakan semua itu hanyalah mimpi, tapi saat memeriksa selimutnya ternyata dia tidur dalam keadaan polos.
" Ah ternyata semua ini nyata dan bukan mimpi." Gumam Ira.
Dave sebenarnya sudah bangun ketika istrinya memindahkan tangannya tadi, tapi Dave masih pura pura tidur, dia tersenyum ketika Ira bilang mimpi.
" Apanya yang mimpi hem?" Bisik Dave mengubah posisi tidurnya menjadi menghadap Ira, tangannya menopang kepalanya.
" Eh mas, susah bangun, ayo mandi, kita harus meng hodhok subuh kita." ucap Ira malu malu.
Ira berusaha untuk bangun, tapi tangannya di tarik oleh Dave hingga dia terjerembab jatuh ke atas tubuh Dave.
" Auh." kaget Ira. Dada kenyal ira menabrak ke Dada bidang Dave. Seketika sesuatu di bawah auto berdiri tegak.
" Sayang kau sudah membangunkannya, dan harus bertanggung jawab." Bisik Dave dan langsung menyambar bibir Ira semakin panas dan panas.
" Ah mas, sudah siang aku mau mandi, ah." tapi Suara itu kembali lolos, saat ira menvoba bangun, Dave malah menghisap pucuk bukit kembar Ira dengan lembut. Lenguhan Ira kembali terdengar, bahkan tangan Dave sudah nakal meremas bo kongnya dengan gemas.
" Mas, auh." Ira terbawa suasana, dia meremas rambut Dave dan ******* bibir kenyal Dave.
__ADS_1
Akhirnya adegan panas yang tadi malam terulang lagi, pusat Ira kembali perih ketika belut listrik mantan om duda itu memasukinya.
" Sayang ternyata rasanya sangat nikmat, serasa pengen lagi dan lagi." kata Dave di sela permainannya.
" Ah, kau jahat, rasanya perih dan bengkak." Cemberut Ira. Tapi Dave menanggapinya dengan Tawa.
" Aku sudah pelan sayang, nanti mas akan belikan obat penawarnya, supaya cepat sembuh dan kita kerja lembut saat bulan madu nanti." Bisik Dave. Dia terus memacu tubuhnya semakin kuat hingga larva hangat menyembur memenuhi dinding rahim Ira.
Setelah itu Dave mengangkat tubuh Ira, membantunya mandi, murni mandi tanpa embel embel apapun.
💗💗💗
Pagi itu setelah sarapan Twins sudah siap untuk ke Dufan Tinggal menunggu William dan tuan putri yang masih sibuk dengan pakaian apa yang pantes untuk acara hari ini.
" Lama banget sih putri Sheren itu nek?" tanya Mike dengan Kesal.
" Coba tengok gi, paling paling dia sibuk pilih pilih baju. Dengan cemberut akhirnya Mike naik ke atas menuju ke kamar Sheren, bocil itu main nyelonong saja tanpa mengetuk pintu, dia melihat sheren masih bingung dengan pakaiannya, bahkan sampai tertumpuk di kasur.
" Astaga kak, apasih yang di cari?" kesal Mike.
" Sini sini, coba pilih mana yang cocok untuk kak Sheren, yang pink, biru?" Sheren menunjuk beberapa pakaian dan di perlihatkan pada Mike.
Tapi bocah itu tidak memilih satupun pakaian yang di tunjuk Sheren, tapi dia naik ke ranjang, memilah milah beberapa baju. lalu Mike mengambil satu stel pakaian santai, beserta tas dan sepatunya sekalian, supaya lebih cepat, karena di bawah William sudah sampai dan menunggu mereka.
Mike memilihkan pakaian yang senada dengan yang di kenakan William, bocah itu sempat mengintip dari balkon saat William tiba di kediaman mereka.
" Wih keren, ternyata selera keponakanku bagus banget, kakak Suka." Jawab Sheren senang dan berjingkrak ria. Mike hanya memutar bola matanya jengah.
__ADS_1
"Lha masak mau ke Dufan pakai dress, yang ada kak Sheren tidak akan nyaman, mau naik wahana juga tidak nyaman, ayo itu pangeran William dari inggris sudah datang, menunggu putri Diana." Ucap Mike.
" Thank you raja Mike, putri Diana siap dalam 5 menit." Sheren meminta waktu 5 menit untuk memakai bajunya. kalau soal make up sudah beres.
Mike keluar dari kamar Sheren, dan bergabung dengan saudara kembar dan oma Mila.
" Hai Mike?" Sapa William dia mengangkat tangannya untuk tos dengan Mike
" Hai juga om Wil." Mike membalas sapaan William dengan saling Tos.
Dulu bocah kembar itu sangat sulit berinteraksi, atau bahkan sangat cuek dengan orang di sekitarnya apalagi dengan orang baru. Kini mereka sangat have fun dan ceria, seperti anak anak seusianya bahkan sangat aktif dan cerdas.
" Mana si Sheren?" Tanya Mila.
" 5 menit lagi ah, itu katanya." Mike menjawab Pertanyaan Mila dengan sebuah lagu dan ekspresi yang lucu membuat semua tertawa terpingkal pingkal, termasuk William.
Dia sangat senang bisa mengambil hati duo bocah cerdas itu, sebelum mendapatkan tantenya, William memang berencana mendekati keponakannya, supaya punya alasan untuk bisa dekat dengan Sheren.
" Hahaha, bisa saja kamu Mike." kata William.
" Iya tuh dapat lagu darimana coba." imbuh Mila.
" Hahaha, lucu sekali tangan lo, ah." Michael menirukan gaya centil Mike.
" Oh ya oma, baru ingat Mike menirukan gaya cantika, teman kelas sebelah, dia selalu menggoda Mike dengan gaya itu, haha." Tawa Michael kembali pecah.
" Ih gak level ya, genit begitu, gue maunya yang kuat, ndak lebai seperti cantika, buat lo sajalah." Jawab Mike kesal.
__ADS_1
" Hahaha, bocil begini sudah mengerti cewek, keren keren." William bertepuk tangan bahkan mengacungkan kedua jempolnya.
" Haduh ada ada saja, kalau papa kalian tahu bisa di jewer habis tu telinga." Kata Mila , yang masih menahan tawanya dengan tingkah lucu kedua cucunya itu.