
"Bangun Let, ini udah siang loh. Lo nggak lapar?" Tanya nya ke letta.
"Laper tapi males. Jam berapa?" Tanya letta yang masih setia di balik selimut putih tebal.
"Jam dua siang" Jawab Ken sembari meletakkan ponsel nya di nakas. Ia mengambil botol air minum dan meneguk air putih tersebut.
"Oh jam dua" Letta belum sadar sepenuhnya kalau sekarang sudah jam dua siang. Ia merasa ia masih tidur 5 menit saja. "HAH? APA? JAM 2 SIANG?" Letta meninggikan suaranya dan seketika mata nya terbuka lebar.
Ken mengangguk pelan. "Sana mandi. Kita jalan-jalan aja", Ujar Ken menyuruh letta untuk mandi.
"Kuliah kita gimana? Lo nggak kerja? ini kan hari pertama gue kerja Ken" Letta panik sendiri. Baru pertama kali masuk kerja tapi ia sudah bolos saja.
"Nggak papa, bos nya kan aku" Letta terkejut mendengar kalimat Ken yang terasa sangat membahagiakan padahal cuman 1 kata. 'AKU'
Tanpa menjawab Ken, letta segera menggulung tubuhnya dengan selimut lalu ia berjalan ke kamar mandi walaupun ia merasa sakit di bagian bawah nya. Karena ia tak mau terlihat lemah di hadapan Ken, jadi dengan susah payah dia berjalan.
30 menit kemudian letta keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap. Setelah itu ia memanggil Ken untuk mandi. Ia tak sabar ingin jalan-jalan bersama dengan suami nya. Bukan itu sih yang utama, yang utama adalah ia ingin ke suatu tempat yang sudah lama tak ia kunjungi.
15 menit kemudian, Ken sudah selesai mandi. Ia menggunakan kaos hitam berlapis jaket, celana hitam juga. Setelah itu ia memakai sepatu.
"Udah belum, Let?" tanya ken kepada letta yang masih duduk manis di depan cermin.
"Udah nih. Ayok" Ujar letta.
*****
Di negara lain. dua laki-laki dan satu orang perempuan sedang bersiap-siap untuk pulang ke tanah air. Mereka adalah Haikal dan anak istri nya.
Benar! Mereka akan pulang sore ini ke tanah air. pesawat mereka akan Cek Out jam 5 sore WIT. Jadi mereka harus bersiap-siap sekarang.
"Ayo berangkat" Anak Haikal kepada istrinya.
"Ini bawa koper nya. Aku gendong Juna dulu" Ucap Sinta kepada Haikal.
Setelah selesai bersiap-siap. Mereka pun langsung menuju ke bandara. untuk jarak apartemen mereka ke bandara tidak terlalu jauh, hanya butuh 15 menir saja sudah sampai.
*****
__ADS_1
Balik ke Ken dan Letta.
Mereka kini sedang di sebuah restoran yang ada di dekat rumah. Karena tadi mereka belum makan apa-apa, jadi letta meminta Ken untuk mampir ke restoran terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian mereka sudah selesai makan dan sudah selesai membayar nya juga. Letta sedikit risih sih dengan pelayanan di restoran itu. Pegawai nya yang menggunakan baju ketat dan agak terbuka, apakah itu untuk menarik pelanggan? ihh...
Setelah membayar, Ken dan letta segera pergi dari restoran. Mereka melanjutkan jalan-jalannya daribpada di rumah yang tak tau harus ngapain.
"Kita kemana?" Tanya Ken kepada letta yang asik memainkan ponsel nya.
Sedang kan Ken yang menyetir pun hanya di abaikan saja sama letta. Oh iya, Ken tadi bersyukur Alhamdulillah karena letta tak marah soal kejadian kemarin malam. Ia malah tersenyum senang, mungkin itu adalah candunya mulai sekarang.
"Ke panti asuhan DAHLIA" Jawab letta tanpa menoleh ke arah Ken.
"Katanya mau jalan-jalan?" Tanya mengerutkan keningnya heran. Ia pikir letta akan mengajak ke pantai atau ke taman atau pun ke Mall gitu, ehh ternyata malah ke panti asuhan.
"Kamu tadi tanya mau kemana kan? ya aku jawab ke panti asuhan. Udah lama aku nggak kesana" Jawab letta membuat Ken bungkam seketika. Entah kenapa Ken merasa kicep jika istrinya sudah bicara. Padahal kemarin nggak gitu, cuman gara-gara semalam ia jadi takut istri cuyy.
Mereka juga sudah menggunakan kata 'AKU' dan 'KAMU' biar lebih akrab. Lagian suami istri apa pantas menggunakan panggilan seperti itu? tidak kan? walaupun tidak karena cinta setidaknya menghargai satu sama lain lah.
Ken menatap jalanan datar. Bisa-bisa nya letta mengajak nya ke panti asuhan. Padahal ia mengajak letta jalan-jalan karena mau berduaan, eh malah astgaaaaaa.
Setelah parkir, Letta dengan semangat nya keliar dari mobil tanpa menunggu ken. Sedangkan ken yang kesal karena di cuek Ki oleh sang istri, ia hanya bisa menghela nafas nya.
"KAKAKKKKKK" Teriak anak-anak kecil yang datang tiba-tiba dari dalam panti. Mereka berlari menghampiri letta yang datang ke arah nya.
"Jangan lari-lari dong adik-adik kakak yang cantik dan ganteng. Nanti kalau jatuh gimana?" Ujar letta.
"Hehehe. Kakak kapan pulang ke indo?" Tanya Salah satu anak panti yang paling gede di panti asuhan itu.
"Beberapa hari yang lalu. Kalian nggak rindu kakak gitu?" Goda letta.
"Rinduu dongg" Jawab mereka serempak lalu memeluk letta dengan erat.
"Oh ya kak. Semalam bunda Kasih menemukan adik bayi yang tergeletak di depan pintu loh. Kasihan adik bayi nya" Ujar Bayu, anak yang paling gede tadi.
Letta mengerutkan kening nya. Masak bayi di taruh disini sih? apa mungkin ada orang tua yang Setega itu kepada anak nya sendiri? .
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya ken tiba-tiba yang datang dari belakang letta.
Letta menoleh ke arah belakang, lalu ia menggeleng. "Oh ya, Ini kenalin. Dia suami kakak, nama nya Ken. Kalian boleh panggil dia Koko Ken" Ucap letta memperkenalkan ken kepada anak panti.
"Hai Koko Ken" Ucap mereka serempak. Ken tersenyum manis dan mengangguk.
Setelah itu, anak-anak panti mengajak letta dan Ken masuk ke dalam rumah. Di rumah ada bunda kasih yang sedang menimang bayi laki-laki yang sedang tidur pulas. Letta yang melihat itu ingin sekali ia menggendong nya.
"Loh, Nak letta? kamu kapan pulang?" Tanya bunda kasih sembari memeluk letta. Sudah hampir 4 tahun letta tidak datang ke panti asuhan itu.
"Beberapa hari yang lalu bunda" Jawab letta membalas pelukan bunda kasih. "Oh ya bunda, ini kenalin suami letta. Kenzie" Setelah melepas pelukannya, letta memperkenalkan suami nya. Ken menyalami bunda kasih.
"Oh ya bunda, Ini siapa?" Tanya letta melihat bayi yang di gendong bunda kasih.
"Bunda tidak tau nak. Dia kemarin ada di depan pintu rumah ini. Dari tadi nangis terus, dan ini baru saja tidur"Jawab bunda kasih.
"Boleh letta gendong Bun?" Tanya letta. Bunda kasih tersenyum lalu mengangguk. Ia memberikan bayi laki-laki itu kepada letta.
Letta menerima bayi itu. Ia menatap mata bayi itu, wajah nya yang sangat imut dan menggemaskan. Ia tak menyangka ada orang tua yang sangat tega kepada anak nya sendiri. Bayi yang tidak salah pun jadi korban.
"nama nya siapa Bun?" Tanya Ken yang baru membuka suara nya. Ia juga tak tega sama bayi itu.
"Bunda tidak tau nak. Dia bayi yang baru saja lahir, kemarin bunda pas menemukan bayi itu, dia masih berlumuran darah" Jawab bunda kasih merasa sedih.
Letta yang sibuk memperhatikan bayi itu. Rasanya ia ingin menciumi terus bayi itu karena merasa gemes. Ia sampai lupa kepada suami nya dan bunda kasih karena asik sendiri.
"REGANDRA GAVIN BYANANTA" Letta dan bunda kasih menoleh ke arah Ken setelah ken melontarkan nama untuk bayi laki-laki itu.
"Ken" Panggil Letta kepada Ken. Ken tersenyum lalu mengangguk pelan. "Maksudnya?" Tanya letta.
"Bunda. Apa boleh saya adopsi bayi ini?" Tanya Ken tanpa basa-basi.
Bunda kasih terharu mendengar nya. "Kalau ibu tidak apa-apa nak. Tapi apa kalian yakin? kalian kan masih kuliah" Tanya bunda kasih.
"Nggak papa bunda. Kami yakin kok" Kali ini letta yang berbicara.
****
__ADS_1
***MAAF ILANG BEBERAPA HARI.
AKU NGEBUT NONTON DRACHIN CUYYðŸ˜ðŸ˜***