Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
57.Batal


__ADS_3

Hari peresmian tower komunikasi milik perusahaan milik pak Robert pun di laksanakan,semua undangan sudah hadir.Namun Edward tidak bisa hadir karena di kantor pak Robert ada masalah.


Pak Robert sendiri belum bisa pulang dari negara Malaysia karena koleganya meminta waktu satu hari untuk bertemu.


Bagi nyonya Karina sih senang saja,apa lagi Sania kini menyusul kesana menemani mamanya belanja atau sekedar jalan-jalan.


Karena pak Robert tidak ada waktu untuk menemani istrinya berbelanja dan jalan-jalan.


Dan Edward sangat menyesal dan kesal jika harus tertunda untuk pergi ke kampung itu.Alhasil Edward marah-marah di kantor papanya.


"Sial,kenapa aku harus terjebak di kantor begini.Seharusnya aku sudah di pesantren,bertemu dengan Aya dan menemui kyai Sobri."gumam Edward.


Satu ketukan pintu dari luar.


"Masuk."


Masuklah sekretaris Widya yang menyampaikan jika ada orang yang ingin menemui CEO.


"Ada apa Widya?"tanya Edward pada sekretaris papanya itu.


"Ada orang yang mau bertemu pak Robert,saya bilang sedang ke Malaysia.Tapi dia memaksa untuk bertemu anda tuan Edward."ucap Widya.


Edward mengernyitkan dahi,siapa yang memaksa ingin bertemu dengannya.


"Ya sudah,suruh masuk saja."kata Edward.


Dia malas sekali hari ini,hanya duduk di kursi kebesaran papanya sambil di goyang-goyangkan dan memejamkan mata.Kursi di arahkan ke depan kaca jendela,membuka matanya dan menatap gedung-gedung pencakar langit di depannya.


Terasa sekali sesaknya bumi kota ini dengan banyaknya gedung-gedung bertingkat menjulang tinggi ke atas,seakan berlomba dan berbangga siapa yang lebih tinggi.


Suara pintu terbuka,langkah kaki mendekat ke arah meja di mana kursi terbalik menghadap ke jendela.


Orang yang masuk tadi berhenti tepat di depan meja,belum mau mengganggu yang sedang duduk di balik kursi itu,hingga Edward sendiri memutar kursinya dan melihat siapa yang maksanya datang bertemu dengannya.


Dan orang yang menghadapnya tadi tersenyum,sedangkan Edward sendiri terkejut.Pasalnya kemarin orang di hadapannya yang sedang tersenyum ceria itu berpamitan untuk kembali ke negaranya.


Ya,dia adalah Edrick,sahabatnya yang membuatnya terkejut.Edrick pun duduk dengan santai,sedangkan Edward masih mode diam heran.Dia tahu Edward ada di kantor pak Robert.


"Hei,katanya kemarin kamu akan pulang ke Inggris?"tanya Edward.


"Pesawatnya delay,jadi aku batalkan keberangkatanku."jawab Edrick.


"Lalu,kantorku di sana bagaimana?"tanya Edward dengan nada kesal.


"Hei,santailah dulu.Aku ingin di sini dua hari lagi.Terlalu nyaman aku di sini."jawabnya dengan santai,dia tahu Edward kesal.


Edward menghela nafas panjang,lalu meluruskan duduknya kembali.


"Kamu sudah menghubungi orang di sana?"


"Sudah,kamu kapan kesana lagi?Lama-lama perusahaanmu berpindah tangan padaku."


"Ck,nanti setelah aku sudah memastikan di kampung baru aku akan kesana lagi."


"Memastikan apa?"

__ADS_1


"Gadis yang aku sukai,aku akan melamarnya.Rencananya tadi pagi aku kesana,tapi papa belum bisa pulang."ujar Edward lagi.


"Aku ikut denganmu."wajah antusias Edrick ingin ikut dengan sahabatnya ke kampung.


"Ikut denganku?"heran,memastikan pendengarannya tidak salah.


"Ya,aku mau mengenal orang-orang Indonesia lebih dekat."jawab Edrick mantap.


"Ck,jangan moduslah."tuduh Edward.


"Siapa tahu aku dapat gadis Indonesia yang cantik dan manis.Kapan kamu mau berangkat?"ucap Edrick beralasan.


"Mungkin nanti sore."


"Aku harus ikut."


"Aku ke pesantren,menemui seorang ahli agama."


"Semacam pendeta?"


"Ya,seperti itu.Dia seorang kyai jika di agamaku di sebut."


"Ya,tidak masalah.Aku hanya ingin mengenal lebih dekat."


"Ya sudah,bersiaplah untuk nanti sore.Ku jemput kau di hotel."


"Oke,thank's sebelumnya."


"Asal kamu benar-benar hanya dua hari di sini.Jika kamu pulang ke Inggris,nanti aku menyusul."


_


Jam lima sore Edward sudah siap pergi ke kampung di mana pesantren yang dulu dia mondok,dia sudah berdiri di depan hotel untuk menjemput Edrick yang semula ingin ikut dengannya.


Edrick pun menghampirinya lalu tanpa menunggu lama,mereka langaung berangkat dengan satu supir menemani Edward dan Edrick ke pondok pesantren.


Sebelumnya Edward memberitahu Emil kalau dia datang malam hari dengan Edrick,Emil mempersiapkan tempat untuknya dan Edrick.Walau pun tahu kenapa Edrick ikut dengan tuan mudanya.


Dan jam sembilan malam mobil yang membawa Edward dan Edrick sampai di depan rumah yang dulu tempat markasnya ketika mencari Nicko.


Emil menyambut keduanya,menyiapkan tempat tidur dan makanan seadanya.Karena di kampung tidak ada warung makan yang bisa di beli masakannya.Dia hanya menyiapkan singkong rebus dan kopi serta teh hangat.


Edrick yang baru melihat makanan seperti itu terlihat keheranan.Dia hanya menyeruput kopinya,belum mau mencicipi singkong rebus itu.


"Anda akan kelaparan tuan Edrick jika tidak makan ini."ucap Emil pada Edrick.


"Apa itu enak?"tanya Edrick ragu.


"Coba saja."ucap Edward mengunyah singkong kedua.


Dengan ragu,Edrick mengambil satu irisan kecil singkong rebus itu.Dia menggigitnya lalu merasakannya.Lama dia meresapi rasa dari singkong.Lalu dia menggigit lagi singkong itu dan mengunyah dengan cepat.Memang dia sangat lapar,dia pikir di kampung akan ada restoran mewah seperti di kota atau setidaknya bisa untuk makan.


Baik Edward dan Emil tersenyum melihat tingkah Edrick yang begitu antusias memakan singkong rebus.


"Anda doyan tuan Edrick?"sindir Emil.

__ADS_1


"Ya,aku suka ini.Atau karena aku lapar jadi suka makanan ini."ucap Edrick tersenyum.


Edward dan Emil hanya menggeleng kepala saja dengan ucapan Edrick.Tidak sesuai dengan faktanya,ternyata singkong rebus itu habis di makan Edrick.


Malam semakin larut,obrolan ketiganya sudah berhenti di waktu menunjukkan pukul dua pagi.Sehingga ketiganya beranjak untuk ke tempat tidurnya masing-masing.


_


Pagi ini rencananya Edward akan ke rumah Bayu,dia ingin bertemu Bayu sebelum bertemu Aya.Sengaja dia tidak langsung bertemu Aya agar memberi kejutan padanya.


Dia yakin Aya sangat kecewa karena kemarin dia tidak bisa datang di peresmian tower pertama.Namun begitu dia tidak memberi tahu akan datang hari ini.


Setelah bertemu Bayu,dia ingin langsung ke pondok pesantren untuk menemui kyai Sobri.Menyerahkan sumbangan darinya pribadi untuk kemajuan pesantren walau kemarin juga papanya memberikan sumbangan ke pesantren melalui Emil.


Menemui Bayu Edward tidak mengajak Edrick,dia lebih banyak di rumah kontrakan berbicara dengan Emil dan berinteraksi dengan tetangga sekitar.


Sampai di rumah Bayu,dia langsung mengetuk pintu.


Tok tok tok


Edward mengetuk pintu.Rumah sederhana itu tampak sepi,karena penghuninya sedang pergi.


Sekali lagi pintu di ketuk,tapi tetap tidak ada jawaban.Akhirnya Edward pergi dari rumah Bayu yang tampak sepi,entah kemana Bayu pergi.


Atau jangan-jangan dia tinggal di rumah Salma,istrinya?Berarti dia tinggal bersama dengan Aya.


Tanpa pikir panjang,Edward melajukan motormya menuju rumah Aya.Dia melajukan motornya sedikit kencang,karena dia tidak sabar bertemu pujaan hatinya.


Wajah sumringah tampak jelas di sana,senyumnya selalu mengembang sesekali berpapasan dengan warga sekitar yang hendak ke sawah atau ke pasar.


Sepuluh menit dia sampai di depan halaman rumah Aya.Dia rindu sekali rumah yang setiap hari mengantar Aya pulang,hingga benih-benih cinta tumbuh di relung hatinya.


Dia parkirkan sepeda motornya di bawah pohon mangga,terlihat rumah itu juga tampak sepi.Namun biasanya juga jika pagi hari rumah Aya selalu sepi,karena kakaknya Salma berjualan di pasar sedangkan Aya pergi ke sawah.


Edward mengetuk pintu beberapa kali.Tak ada jawaban.


Masih sabar Edward menunggu,namun tidak ada tanda-tanda pintu akan di buka.Dia mendesah,kecewa Aya tidak juga muncul dari dalam rumah.


Setelah lama menunggu tanpa ada orang membukanya,di jalan seorang ibu-ibu berhenti dan memberitahu jika Aya dan kakaknya sedang pergi keluar.


"Aya kemana ya kalau ibu tahu?"tanya Edward.


"Aya dan kakaknya serta Bayu sedang pergi.Tapi ngga tahu kemana,kayaknya juga lama pulangnya,karena mereka membawa keas yang teleha nasam kandar."jawab ibu-ibu itu.


Edward menghela nafas panjang,gagal hari ini dia memberi kejutan pada Aya kalau dia datang untuknya.


Lalu Edward pergi meinggalkan rumah Aya yang tampak sepi itu.Dia pulang dulu ke kontrakan,setelah sholat duhur dia akan ke pondok pesantren menemui kyai Sobri.


_


_


_


☆☆☆☆☆

__ADS_1


\=> tetap dukung aku yaa...😉😊❤❤


__ADS_2