Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
14. Babu


__ADS_3

..."Gue emang anak pengusaha. Tapi gue enggak suka bidang usaha bokap gue. Makanya gue mau jadi babu sahabat gue"...


...Dimas Sanjaya_...


...****...



Matahari pagi menyinari bumi. Cahayanya masuk kedalam kamar bernuansa gelap yang diisi oleh keluarga kecil. Tapi, pagi ini seorang istrinya sudah bangun sejak tadi untuk menyiapkan uang sarapan pagi.


Mereka adalah, Ken, letta dan Ega. Letta yang sudah bangun dari tadi untuk menyiapkan sarapan, sedangkan 2 laki-laki itu masih setia di Balik selimut tebal dan saling berpelukan.


Tangan mungil Ega di letakkan di wajah Ken, sedangkan Ken memeluk Ega. Tadi abis subuh, Ken kembali tidur karena masih mengantuk. Dan soal baby sister, kemarin Ken sudah mendapatkan nya dan hari ini mulai bekerja.


Beberapa menit kemudian. Ken menggeliatkan tubuhnya yang merasa kaku di otot-otot nya. Ia melihat Ega yang masih tertidur pulas, rasanya ia sangat ingin mencubit pipi nya. Entah kenapa walaupun bukan anak kandung sendiri, tapi dia dan istrinya sangat menyayangi Ega seperti anak sendiri.


Ken meletakkan bantal di kanan dna kiri Ega supaya bayi kecil itu tidak jatuh ketika bangun nanti. Ken membasuh muka di dalam kamar mandi, setelah itu ia langsung turun ke bawah melihat istrinya yang sedang memasak.


"Loh, Ega kok kamu tinggal?" Tanya letta sedikit panik. Ia khawatir jika Ega akan terjatuh dari kasur.


"Emang kenapa? Pintu juga nggak aku tutup. Kamar kiri ada bantal juga" Ucap Ken santai sembari meminum air putih yang ia tuang barusan.


Letta mengangguk paham. Ia sudah selesai menyiapkan sarapan pagi, lalu ia menata nya di meja dengan rapi. Hari ini ia tak masak banyak, cuman beberapa saja. Untung aja ada pedagang kaki lima yang lewat di rumah pagi tadi, kalau tidak mungkin ia hanya memasak nasi Sama garem.


"Mau ngapain kamu?" Tanya letta memelototkan matanya ke arah Ken yang duduk di kursi dan ingin mengambil nasi di piring nya.


"Sarapan lah, ngapain lagi kalau nggak sarapan?" Jawab Ken sewot. Ia sungguh lapar karena kemarin sore ia lupa tak makan malam.


PLAK


Letta memukul tangan Ken yang hendak mengambil nasi. "Mandi dulu baru sarapan" Tegur letta kesal.


Ken mendesah kecil. Mau sarapan aja di suruh mandi dulu segala. Emang dasar Ken ya, belum mandi udah mau ambil nasi segala. Apa susah nya mandi dulu baru makan. Dasar emang.


"Sarapan dulu" Ucap Ken.


"Mandi"


"Sarapan"

__ADS_1


"Mandi"


"Sarapan dulu aja"


"Mandi atau nggak dapet jatah!"


"Sar----- . I- Iya mandi-mandi" Putus Ken lalu ia berlari menuju kamar untuk mandi sebentar.


Ih dasar suami kampret. Baru juga di ancem nggak dapet jatah makanan, udah ngancir aja duluan. Letta menggeleng-gelengkan kepalanya, se takut itukan Ken kalau ia tak di kasih jatah makanan?.


Tunggu! Kayaknya ia tadi salah kata deh. 'mandi atau nggak dapet jatah?' astagaa....Pasti Ken sedang memikirkan kalau nggak dapat jatah malam kalau gini caranya.


Letta memukul kepalanya kecil-kecil. Ia mendengar ada bunyi pintu rumah. Ia berjalan untuk membukakan pintu rumah untuk tamu siapa yang datang.


"Permisi nyonya. Saya dan Nining di perintah tuan Ken untuk membantu bersih-bersih di rumah ini. Sekalian Nining juga akan menjaga tuan muda Ega saat nona muda dan tuanĀ  Ken kuliah" Ucap salah satu pegawai rumah itu.


"Astaga, kalian tak perlu memanggil ku seperti itu. Kalian panggil nama saja, saya nggak enak kalian panggil seperti itu" Tolak letta ketika ia di panggil nyonya. Ia masih muda belum mau di panggil nyonya.


"Tapi nyonya, sepertinya itu kurang sopan" Ucap Nining lembut.


"Tidak. Pokoknya saya nggak mau di panggil nyonya. Kalian masuk dulu aja sini! Saya antar ke kamar kalian" Ucap letta lembut dan menampilkan senyuman manis nya.


"Kalau begitu, saya ke kamar dulu ya mbak. Semoga betah di rumah ini" Ucap letta.


"Aminn. Silahkan non" Nah gini kan lebih baik. Lebih baik di panggil nona dari pada nyonya, ia belum tua wkwk.


Letta masuk kedalam kamar nya. Ia melihat Ken yang sudah rapi, dan Ega pun juga sudah mandi. Apa Ken telah memandikannya ya? Tapi mana mungkin Ken bisa memandikan Ega? Tapi siapa tau sih.


"Ega sudah mandi?" Tanya letta kepada Ken yang sedang memakai gelang jam nya.


"Sudah, kamu aja yang belum mandi" Ucap Ken menyindir.


"CK" Letta merasa kesal karena Ken mengatakan kalau dia belum mandi sendiri. Lalu ia mengambil handuk yang tergantung di gantungan handuk, setelah itu ia masuk kedalam kamar mandi.


20 menit kemudian, letta keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap. Hanya kaos dan celana panjang untuk ia gunakan ke kampus. Dan soal bekerja nanti, ia akan membawa rompi saja.


Letta mendudukkan dirinya di depan kaca. Ia memulai merias wajah nya tipis-tipis tak perlu tebal asal yang pakai cantik. Setelah itu ia menyusul suami dan anak nya yang sudah turun ke bawah pas tadi ia mandi.


"Ih, anak mami ganteng banget deh" Ucap letta menghampiri Ega yang di gendong oleh mbak Nining.

__ADS_1


Mbak Nining hanya tersenyum. Ia melihat ketulusan letta untuk merawat bayi mungil ini. Ia hanya berharap ketika letta mempunyai anak kandung, Ega tidak pernah di lupakan.


"Nona mau ke kampus?" Tanya Mbak Nining sedikit canggung.


"Iya mbak. Sepertinya aku nanti pulang sore soalnya nanti langsung ke kantor" Jawab letta yang di angguki oleh mbak Nining.



Di kampus. Entah sejak kapan semua mahasiswi kenal dengan letta, sedangkan ia tak kenal sama sekali. Letta hanya mengenal visk, dan teman-teman suami nya, yang lain ia tak mengenal sama sekali.


"Lo tau Dava nggak, Li?" Tanya viska mengubah nama panggilan nya untuk letta menjadi Lia.


Letta mengerutkan keningnya. "Enggak lah! Emang nya kenapa?" Tanya letta penasaran.


"Nggk papa sih. Lagian dia kan terkenal di kampus ini, masak Lo nggak kenal sih?"


"Enggak sama sekali. Lagian apa alasan dia jadi terkenal di kampus?"


"Dia itu anak pengusaha sukses, tampan, baik, dan juga inceran para kaum hawa. Kalau soal anak pengusaha sih, nggak mempan buat Lo. Masih kalah jauh dia sama Ken"


"Lo juga kaum hawa. Brati Lo juga ngincer dia dong?" Goda letta sembari memamerkan gigi rata nya.


"Dih, kagak lah. Gue udah ada inceran yang paling okhe, tampan, baik, cool, anak pengusaha tapi sayangnya dia malah jadi babu nya orang" Jawab viska.


"Hahaha. Ya Lo aneh-aneh aja deh. Yang nama nya kerja itu pasti babu lah! Lo pikir kita keja di perusahaan itu bukan babu? Kita tuh sebenernya bekerja di sana juga babu, Kam kita disuruh ini di suruh itu"


"Iya juga sih. Tapi maksud gue itu, Jaya bukannya mau menerus perusahaan bokap nya malah ikut jadi asisten suami Lo" UPS, viska menepuk-nepuk mulut nya. Bisa-bisa nya dia keceplosan.


"Jadi Lo mau gue kerja di perusahaan gue sendiri gitu?"


******


BSB


......Dimas Adi Sanjay......



...Viska Adity ...

__ADS_1



__ADS_2