
Kini pengantin dadakan itu sedang berada di dalam kamar sang pengantin perempuan. Mereka duduk di sofa sembari menyenderkan kepala nya masing-masing ke belakang. Mereka tak menyangka kalau bakal nikah seperti ini.
Apalagi letta yang dulu pernah bermimpi akan menikah dengan pesta yang indah dan banyak tamu undangan hingga membuat nya lelah. Lah ini? Nikah dadakan tak ada tamu undangan sama sekali. Mungkin tadi pak penghulu juga di paksa datang karena sudah malam seperti ini.
Ken sesekali menghela nafas nya dengan berat. Apakah pernikahan nya akan bahagia seperti yang pernah ia mimpikan dulu? Semoga saja dirinya dan letta tidak akan berdebat yang berat-berat.
"Lo mau mandi lagi nggak?" Tanya Letta. Ia kini sudah tak memikirkan mimpi-mimpi nya saat menikah, karena ia akan memikirkan bagaimana masa depan nya nanti saja.
Ken menoleh ke arah letta setelah ia mendengar pertanyaan dari letta. "Nggak, gue mau sikat gigi aja. Lo ada sikat gigi baru nggak?" Tanya Ken lembut sembari melepas sepatu nya.
"Ada kok. Lo tunggu disini" Ucap letta lalu pergi ke ruang ganti untuk mengambilkan sikat gigi baru.
Letta membawa sikat gigi berwarna abu-abu dan ia berikan kepada Ken. Awalnya Ken bingung, kenapa letta punya sikat gigi abu-abu seperti ini? bukannya ini untuk laki-laki. Tapi letta bilang kalau dia beli satu box yang isinya ada untuk pria dan untuk wanita, dan Ken pun mengiyakannya.
Ken masuk ke dalam kamar mandi untuk sikat gigi. Sedangkan letta, ia bingung harus mengambilkan pakaian ganti untuk Ken. masalahnya Ken tak bawa baju ganti dan juga ini hari pertama Ken ada disini.
Letta mempunyai ide untuk mengambilkan pakaian dari kamar sebelah. Yaitu kamar milik Koko nya.
Di kamar Koko nya letta sedang memilih-milih baju yang pas untuk Ken. Dan tak sengaja ia menemukan kaos yang masih di bungkus serta celana pendek yang juga masih bersegel. Letta mengambil itu dan keluar dari kamar Koko nya.
"Loh, Lia? kamu ngapain di kamar Koko?" Tanya mami Rina kepada letta.
"Oh ini mi, tadi aku cariin baju ganti buat Ken di kamar Koko" Jawab letta sembari menunjukkan kaos yang ia pegang serta celananya.
Mami Rina tersenyum senang melihat putri nya sudah menjadi seorang istri. Rasanya baru kemarin ia menimang putri bungsu nya ini, tapi sekarang putri nya sudah memiliki keluarga sendiri.
"memang nya malam pertama pakai baju?" Tanya mami Rina menggoda sang putri.
Pipi letta memerah karena mami nya. "Mami apa-apaan sih, dah ah letta mau kasih ini" Ucap letta meninggalkan mami nya yang masih tersenyum-senyum menggoda.
"Cieee yang nggak sabar" Goda mami Rina sedikit berteriak.
"MAMIIIIII"
******
__ADS_1
Letta masuk ke dalam kamar nya. Ia melihat suami dadakan nya itu sedang duduk di sofa sembari mengotak-atik benda pipih nya itu. Wajah nya sungguh tampan, apalagi kalau terkena cahaya dari ponsel nya.
Letta menggeleng-gelengkan kepala nya. Ia mencoba menyingkirkan pikiran aneh-aneh ataupun memuji laki-laki yang ada di hadapannya ini. Letta menghampiri Ken yang sedang duduk.
"Nih baju ganti Lo" Ucap letta sembari menyerahkan kaos dan celana yang ia ambil dari kamar Koko nya.
Ken menolehkan kepalanya ke arah letta. Ia melihat tangan letta yang sedang menyerahkan kaos dan celana pendek kepada nya. "Makasih" Ucap Ken tersenyum simpul lalu ia pergi ke kamr mandi untuk ganti pakaian.
"ternyata ia tak dingin seperti laki-laki kaya yang lain. udah dingin, sombong lagi" ucap letta dalam hati sambil tersenyum.
Setelah itu letta mengambil pakaian ganti atau biasa kalau malam ia menggunakan baju tidur. Ia menunggu Ken yang sedang ganti baju di sofa, setelah melihat Ken keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang tadi ia berikan, laku gantian dirinya yang akan ganti baju di kamar mandi.
Kebiasaan berganti baju di dalam kamar harus ia hilangkan mulai sekarang. Karena sekarang juga letta sudah menjadi seorang istri yang harus menghargai ada seorang laki-laki yang selalu ada di sekitarnya.
5 menit kemudian letta sudah selesai berganti baju. Ia keluar dari kamar mandi dan melihat suami nya sedang duduk menyenderkan kepalanya kasur.
"Lo-lo tidur di kasur?" tanya letta gugup.
Sebenarnya ia juga sudah pernah tidur se kasur dengan laki-laki. Tapi yang dulu itu adalah Koko nya, dan sekarang yang akan tidur se kasur dengan nya adalah suami nya. Dulu waktu Haikal belum menikah, letta sering tidur dengan Haikal.
"Menurut Lo? lagian kenapa kalau gue tidur disini?" Tanya Ken dengan wajah yang biasa-biasa saja.
Ken yang melihat letta gugup pun ia tau kalau sebenarnya letta itu malu tidur dengan nya. Ide jahil Ken mulai bekerja.
"Kalau Lo nggak mau gue tidur disini bilang! biar gue tidur di kamar tamu aja" Ucap Ken berdiri dari duduk nya dan berpura-pura pergi dari kamar letta.
Tapi sebelum Ken keluar dari kamar tersebut, letta sudah berlari mencekal tangan Ken agar Ken tidak jadi keluar kamar.
"Jangan. Boleh kok, Lo boleh tidur di kasur" Ucap letta dengan wajah menunduk. Pipi nya sudah merah karena menahan malu.
"sepertinya menjahili dia akan jadi hobby ku tiap hari". gumam Ken dalam hati. bibir nya tersenyum simpul.
"Ya sudah, ayok tidur. Besok kuliah" Ajak men sembari merangkul pundak letta.
Jangan lupa senyuman jahil di wajah Ken, dan wajah malu di wajah letta. Ken dan letta tidur di kasur dengan pembatas guling berada di tengah nya.
__ADS_1
*******
Pagi harinya, kedua pasangan suami istri itu sudah siap berangkat ke kampus. Letta yang menolak untuk berangkat bersama Ken, dan Ken pun juga menolak berangkat bareng letta. Karena mereka tak mau kena cibiran dari teman kampusnya.
Letta yang berangkat dengan taksi, sedangkan Ken berangkat dengan sepeda motor nya yang tadi pagi-pagi sekali di antar oleh Mang Jojo.
Di kampus letta sedang mengobrol bersama bersama viska. kebetulan mereka ada jam kuliah agak siangan, tapi karena ingin mengobrol jadi mereka berangkat pagi.
"Lo gimana tadi malam sama Ken?" Tanya viska penasaran menanyakan malam pertama antar Ken dan letta.
"Baisa aja nggak ada apa-apa" Jawab letta cuek.
"Lo, Lo nggak *** *** sama Ken?" tanya viska vulgarr.
"Lo nanya kok nggak penting sih?" Kesal letta sembari mengambang ponsel nya yang ada di dalam tas.
"Yeee, itu mah penting. Kan penting banget itu, kalau udah kan gue bentar lagi jadi aunty" Ucap viska.
Letta memutar bola matanya jengah. "Males gue sama Lo kalau bahas yang kek gini"
"Hahaha, lagian Lo kenapa sih bisa ciuman sama Ken sampek kepergok Jaya?" Tanya Viska sambil tertawa lepas.
"Pas gue lagi khilaf sama Ken, tiba-tiba jaya masuk. Dan gue kaget waktu itu, terus gue dorong Ken, tapi Ken malah narik gue. Jadi gue jatuh dia tas Ken. Dan begitulah, jaya lapor ke Daddy sama papi" Jelas letta simpel tapi mudah di mengerti.
Viska mengangguk paham. "Kalau sampai hubungan lo sama Ken tersebar disini, pasti nenek lampir itu akan berbuat yang aneh-aneh ke lo deh" Ucap Viska.
"nenek lampir?"tanya Letta bingung.
Viska mengangguk. "iya, dia itu geng geng an di kampus ini. Dia suka sama Ken dari dulu, tapi ken jijik sama dia. Dulu aja dia hina Ken, dan sekarang malah kejar kejar Ken" Jawab viska menjelaskan bagaimana wanita itu dulunya kepada Ken dan sekarang nya.
"Jadi di sini belum ada yang tau kalau Ken itu anak nya papi xiyi?" tanya Letta pada viska yang di jawab gelengan kepala oleh viska.
"Dia itu kayak nyamar gitu disini. Ken itu orang nya baik, dia tak mau mengumbar kekayaan nya hanya untuk memikat seorang perempuan. Di kantor papi xiyi aja dia jadi pegawai biasa" Jelas viska.
"Semacam PENYAMARAN CEO WANG"
__ADS_1
*******
BSB