Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
104. Kebahagiaan Keluarga Alexander


__ADS_3

Satu bulan setelah Emil dan Sania menikah, kini giliran Nicko menikahi pacar yang baru enam bukan berkenalan. Ya , dengan perjidohan itu keduanya sama-sama suka.


Namanya Clarisa Chow, dia berasal dari luar jawa berketurunan etnis Tionghoa, namun agamanya taat. Itu yang membuat pak Robert mau menjodohkan anaknya Nicko dengan anak rekan bisnisnya.


Tak di sangka, Nicko malah kenal demgan Clarisa waktu kuliah di kota dan mereka satu kampus, pernah satu organjsasi juga. Dan mereka kini akan menikah.


"Clarisa, tante dengar kamu pernah satu kampus dengan Nicko ya?" tanya nyonya Karina ketika mereka makan malam bersama di rumah pak Robert.


"Iya tante, tapi itu dulu waktu pertama kali masuk kuliah." jawab Clarisa


"Oh, kebetulan sekali ya. Jodoh memang tidak kemana." kata nyonya Karina lagi.


Suasana makan malam jadi sedikit lebih ramai karena nyonya Karina yang memulainya. Biasanya jika makan malam tidak ada pembicaraan apapun, namun kini calon mertuanya yang mengajak bicara.


Edward sudah berangkat ke Inggris lagi, dia tidak busa meninggalkan pekerjaannnya begitu lama. Hanya Aya yang di tinggal, karena dia juga akan kembali pulang ketika kakaknya menikah nanti. Jadi Aya dan anaknya tidak perlu bolak balik lagi Inggris Indonesia.


"Ma, aku ke kamar dulu ya. Ali sepertinya bangun." kata Aya.


" Iya sayang." ucap nyonya Karina.


Aya lalu menunduk pada pak Robert, dan meninggalkan meja makan. Suara tangisan makin kencang, Aya berlari menaiki tangga dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


Nyonya Karina hanya menggelengkan kepala dengan tingkah menantunya itu. Clarisa pun ikut tersenyum juga.


Nicko sejak tadi diam, kini menyenggol tangan calon istrinya. Clarisa menoleh, dia menatap Nicko heran dan menengadahkan tangannya.


Belum sempat Nicko menjawab, pak Robert mendehem. Membuat kedua sejoli itu menatap pak Robert.


"Kenapa pa?" tanya istrinya pada suaminya itu.


"Tidak apa-apa, ayo cepat habiskan makannya kalau mau ngobrol." kata pak Robert.


Nicko pun merasa tidak enak, dia segera menghabiskan makanannya dan akan mengajak Clarisa bicara.


_


Sementara malam ini di rumah baru Emil dan Sania, mereka kini sedang berdua di dalam kamar. Saling berpelukan satu sama lain. Sania malah lebih mengeratkan pelukannya pada suaminya itu.


"Kak, apa kita nanti langsung punya anak?" tanya Sania pada Emil.


"Kamu maunya langsung punya anak?" Emil balik bertanya, dia mencium pipi istrinya itu.


"Aku mau langsung punya anak, seperti kak Edward dan kak Aya. Seru deh sepertinya." ucap Sania.

__ADS_1


Kini wajah Emil mengendus leher Sania, satu ******* keluar dari mulut Sania. Membuat Emil bergairah. Tangannya mulai bergerilya di bagian dada Sania meremasnya, dan bibirnya mencium leher dan tulang belikatnya lalu turun kebawah.


Dia mengeksplor seluruh tubuh Sania, Sania sendiri bergerak kesana kemari karena rasa geli dan nikmat dia rasakan jadi satu.


"Kaak eeuuh." desah Sania sudah melayang angan-angannya karena ulah Emil.


Dia menjambak rambut Emil yang hitam kelam itu. Dia ingat di mana tangan Emil bermain-main di bagian bawahnya waktu tragedi itu. Dia ingin mengulangnya, di tariknya tangan Emil untuk menyentuh bagian bawahnya.


Seakan mengerti, tangan Emil manyentuh bagian inti Sania lalu bermain-main di sana. Tentu saja Sania merasakan kenikmatan yang tiada tara seperti waktu itu. Meski lebih syahdu lagi ketika milik Emil masuk ke dalam miliknya , namun dia ingin mengulang waktu itu.


"Eeuuh."


Satu ******* lolos dari mulut Sania bahwa kenikmatan pertama dia dapatkan. Emil mengecup bibir Sania dan dia berubah posisi menjadi di atas Sania yang masih merasakan getaran hebatnya.


Kini kembali malam panjang bagi kedua pengantin baru itu mereka nikmati bersama di rumah barunya.


_


Dua hari lagi pernikahan Nicko dan Clarisa. Semua nampak sibuk. Sania yang selalu menemani Ali jadi gemas dengan bayi laki-laki yang sudah berisi badannya. Tawa lucunya ketika di goda Sania membuat Sania sangat senang dan ingin secepatnya hamil dan punya anak.


"Repot ngga kak mengurus anak sendirian?" tanya Sania menggendong Ali.


"Ya pasti repot, karena kan semuanya serba sendirian. Tapi itu kalau pagi sampai sore saja. Malam Edward membantu menjaga dan merawat Ali. Ya, bergantian mengasuhnya." jawab Aya.


Nyonya Karina masuk dan mengambil Alia dari tangan Sania,ingin menggendong cucunya. Sania memberikannya pada mamanya.


"Kamu rupanya pengen cepat punya anak, sayang?" tanya nyonya Karina pada Sania.


" Iya ma, biar Ali ada temannya." jawab Sania.


"Sabar sayang, kamu baru dua bulan menikah. Seharusnya kamu menikmati kebersamaan dengan suamimu." kata nyonya Karina lagi.


" Iya, aku di buat santai aja. Tapi kalau lihat Ali kok pengen cepat hamil dan punya anak." ucap Sania lagi.


"Oh ya sayang, suami kamu kapan sampai?" tanya nyonya Karina pada menantunya itu.


"Katanya sih jam sembilan malam, ma. Apa ada yang menjemputnya?" tanya Aya.


" Sepertinya pak Dori yang menjemputnya." jawab mertuanya itu.


"Katanya dia tidak sabar pengen lihat Ali ma. Kangen katanya."


"Ya wajarlah sayang, satu bulan dadynya Ali berpisah dengan anaknya. Pasti sangat merindukan anaknya."

__ADS_1


" Iya kak, apa lagi kalau sama bundanya Ali." ucap Sania melirik Aya.


Aya hanya tersenyum saja, dia juga sangat merindukan suaminya itu.


_


Pernikahan Nicko hari ini berlangsung di hotel yang sama di mana Edward dan Aya serta Sania dan Emil menikah. Hanya konsepnya saja yang berbeda. Acara ijab kabul sudah di laksanakan, tinggal resepsi pernikahan yang di adakan di malam hari. Sedangkan siang sampai sore untuk istirahat di kamar hotel yang sudah di siapkan sebelumnya.


Seperti sekarang ini, kedua pemgantin ada di dalam kamar. Mereka memanfaatkan waktu istirahat untuk saling berpelukan dan merambah ke hal yang lebih intim.


Awalnya Nicko mencium bibir Clarisa sekilas. Clarisa tersenyum senangj. Lalu kembali mencium bibirnya lagi, sambutan dari Clarisa membuat Nicko tidak mau lepas dari pagutannya di bibir istrinya itu.


Keduanya saling memberikan rangsangan di setiap titik tertentu yang membuat gairah meningkat. Tangam Nicko turun kebawah, kaki Clarisa melebar. Ternyata keduanya sama-sama siap untuk memadu kasih di atas ranjang pengantin.


Nafas mereka memburu setelah rangsangan mereka ciptakan pada intinya masing-masing.


"Sayang, ini pertama kalinya buatmu?" tanya Nicko memastikan bahwa istrinya itu suci.


"Iyalah sayang, aku tidak pernah berani berbuat di luar batas. Eeuuh" kata Clarisa mendesah ketika tangan Nicko kembali bermain-main di bawah sana.


"Maksud aku, ini akan sakit jika pertama buatmu. Kamh siap?" tanya Nicko menatap mata istrinya.


Clarisa mengangguk mantap. Lalu tanpa membuang waktu lagi, Nicko mencoba memasukkan juniornya. Awalnya memang susah, tapi dia terus berusaha sampai bisa masuk ke dalam. Tentu saja, Clarisa kesakitan, dia pejamkan matanya menahan sakit. Nicko diam sesaat lalu setelah tenang dia gerakkan secara pelan kemudian selanjutnya mereka menikmati dengan penuh cinta dan kasih sayang.


Saling memberikan ciuman dan saling menatap serta tersenyum penuh kehangatan. Mereka terus berpacu, menghabiskan waktu indah mereka sampai sore hari.


Lenguhan demi lenguhan keluar dari mulut keduanya saling bersahutan. Lama mereka menikmatinya. Hingga mereka melakukannya beberapa kali, mengekspresikan kebahagiaan mereka dengan sentuhan yang menggairahkan.


_


Edward dan Aya serta anaknya sedang menikmati waktu bertiga di kamar. Setelah sebulan lebih mereka berpisah. Edward menggendong dan bercanda dengan gemas. Sedangkan Aya sendiri sedang tertidur karena semalam dia harus begadang dengan anaknya yang tiba-tiba rewel.


Edward merasa kasihan dengan istrinya, maka dari itu dia membiarkan Aya tidur dengan tenang. Sedangkan dia yang menjaga anaknya, kalau tidak kehausan minta asi.


Kebahagiaan keluarga Edward juga semua di rasakan oleh kedua saudaranya yang lain. Begitu juga dengan kedua orang tuanya yang merasa sudah melaksanakan kewajiban sebagai orang tua.


Menikahkan anak-anaknya serta memberikan kebahagiaan dengan pendamping hidupnya masing-masing yang di cintainya.


~ The End ~


\=> tamat ya, nanti kalo sempat di kasih extra part kisah Edrick mengejar Mentari


\=> terima kasih semuanya ❤❤ jangan lupa tetap dukung othor..😉😊❤✌🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2