Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO
13. Pindahan


__ADS_3


Di perusahaan.


Saat ini, Letta, Ken Dkk, dan viska sedang berada di kantor. Sempat tadi ada perdebatan singkat ketika seorang manager pemasaran yang tak rela jika anak magang baru di pindah di bagian desain. Bukan karena jabatan, tapi sepertinya ada maksud lain.


Sedangkan Ken masih bertahan di bidah pemasaran nya. Ia masih belum ada tanda-tanda membongkar identitas asli nya, atau mungin ta ada niat. Biar jika dia udah punya anak 2 batu ia akan mengatakan siapa dia di kantor ini.


Dan selama dia menyamar, banyak sekali orang sombong dan suka merendahkan orang yang sering ia temui. Tapi untungnya papi nya mengetahui dan langsung memecat karyawan itu. Tapi kali ini di bidang pemasaran, ia tak akan langsung menyingkirkan orang nya, tapi ia mau main-main sebentar.


Ken mengerjakan tugas-tugas yang seharusnya memang ia kerjakan. Bukan pekerjaan dari pemasaran tapi pekerjaan dari om nya yang di kirim lewat email. Untung tak ada yang mengetahui kalau sebenarnya ia tidak mengerjakan tugas bagaian pemasaran, jadi aman-aman saja.


Ting


satu notifikasi ponsel berbunyi di benda canggih di meja Ken. Ken mengambilnya dan melihat siapa yang memberikan dia pesan singkat.


Om G


Istrimu pingsan


sekarang ada di ruangan CEO bagian mu!


CEPET!


pesan yang di kirim om Gibran membuat perasaan khawatir Ken ya karu-karuan. Ia langsung berlari meninggalkan meja kerja dan menuju ruangan CEO khusus untuk dirinya.


Setelah tiba di ruangan CEO. Ken mendobrak pintu lalu masuk ke dalam ruangan, ia melihat letta yang berbaring di sofa.


"Ken" Panggil Om G.


Ken menghampiri letta, lalu ia duduk di sebelah letta berbaring. Ia melihat wajah pucat letta seperti kekurangan asupan. Lah emang iya kok.


"Kenapa bisa begini?" Tanya Ken tanpa mengalihkan pandangan dari wajah letta.


"Om juga tidak tahu, Ken. tadi dia biasa-biasa aja, terus tiba-tiba saat dia mau ambil minum, dia langsung ambruk" Jelas singkat om Gibran.

__ADS_1


Kebetulan om Gibran itu bagian dari manager desain. Dia juga ayah dari seorang darell Morgan yang bar-bar nya tak karuan itu.


"Jay, Telepon dokter, Jay" Perintah Ken sedikit frustasi. Ia benar-benar khawatir dengan keadaan letta.


"Udah. Bentar lagi mungkin datang" Jawab Jaya.


Tak lama kemudian seorang dokter cantik tapi sayangnya sudah mempunyai keluarga bahagia itu datang ke kantor. Tanpa basa-basi Ken langsung menyuruh untuk memeriksa letta karena ia terlalu khawatir.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" Tanya Ken dengan wajah panik.


"Dia tidak apa-apa. Mungkin karena ia belum sarapan jadi dia lemas dan tak bertenaga. Sebentar lagi dia akan bangun, tolong kasih dia makan dan minum setelah ia sadar. Dengan begitu nyonya letta akan sembuh" Jawab dokter cantik itu.


Ken mengangguk paham. setelah itu semuanya bubar dan tinggallah Ken dan letta yang ada di ruangan tadi. Kalau soal makanan, tadi Ken sudah memesan makanan dan sudah di antar oleh darell, jadi tinggal menunggu letta sadar.


"Ken, minum" Ucap letta lirih setelah ia membuka matanya. Badan nya terasa lemas setalah tidur hampir 30 menit. sebenarnya ia sudah sadar dari tadi, tapi karena ngantuk jadi dia tidur sekalian.


Ken mengambilkan minum untuk letta. "Kenapa tadi nggak sarapan?" Tanya Ken dengan tatapan tajam nya tak lupa wajah datarnya juga terpancar menakutkan.


"Nggak papa. Lupa aja" Jawab letta singkat.


"Sama sarapan setiap hari aja lupa, apalagi kewajiban nya mulai sekarang? bisa-bisa dia buang jauh-jauh dari otak nya" Gumam Ken sembari berjalan duduk di kursi kebesarannya.



Malam harinya. Ken dan letta pamit kepada orang tua letta untuk pindah rumah ke rumah baru mereka. Dan untuk Baby Ega, mereka memutuskan untuk menyewa babi sister selama mereka belum lulus kuliah.Hanya tinggal beberapa bulan lagi mereka lulus kuliah.


Di perjalanan, Letta asik bermain dengan baby Ega yang dari tadi tak mau tertidur. Baby Ega sangat menggemaskan membuat letta selalu menciumi pipi gembul nya.


"Mau mampir kemana?" Tanya Ken kepada letta.


"Beli susu buat Ega aja. Susu nya tadi lupa nggak ke bawa" Jawab letta.


Eh BTW, Ken sudah tak marah lagi ya soal kemarin malam yang nggak di kasih jatah sama letta hehehe. Ken sudah melupakannya sejak letta tak sadarkan diri di kantor tadi.


Ken membelokkan mobil nya ke depan apotek yang menyediakan susu khusus untuk bayi. Lalu Ken masuk kedalam apotek untuk membeli susu buat Ega.

__ADS_1


"Mbak susu *.....* 2 yang ukuran 750gram" Ucap Ken kepada Mbak mbak kasir. Pas sekali memang susu susu itu terletak di belakang kasir, jadi kalau mau beli harus di ambilkan oleh kasir.


"Kalau boleh tau usia berapa ya, mas?" Tanya Mbak kasir dengan ramah.


"0-6 bulan" Jawab Ken singkat.


mbak kasir itu langsung mengambilkan susu sesuai yang Ken tadi minta. Setelah itu Ken langsung membayar nya dan pergi dari sana.


Ken masuk kembali ke dalam mobil. Ia melihat Ega yang tertidur di pangkuan letta, sedangkan letta juga ikut tertidur. Ia tersenyum lalu ia menyingkirkan kain yang menutupi baby Ega.


Ken melanjutkan perjalanan nya menuju rumah yang di belikan oleh mami dan papi nya sebagai hadiah pernikahan mereka. Awalnya Ken menolak karena ia ingin membangun rumah dengan hasil kerja nya sendiri, tapi papi nya meminta dirinya untuk menerima pemberian nya untuk pertama kali ini saja. Jadi Ken menerimanya.


Rumah nya cukup mewah. Terlihat minimalis tapi hiasan lampu Oren putih membuat rumah itu terkesan mewah. Ken membangunkan letta.


"Let, Bangun. Udah sampai " Ucap Ken menggoyangkan tubuh letta.


Letta menggeliat pelan. Ia menoleh ke kamar dan ke kiri. "Udah sampai?" Tanya Petta dengan suara serak khas bangun tidur.


"Udah. Ayok masuk, sini biar Ega sama aku" Ucap Ken mengangkat baby Ega ke gendongannya.


Akhirnya mereka masuk ke dalam rumah baru mereka. Tak lupa mereka membaca bismillah untuk pertama kalinya Mereka memasuki rumah itu supaya mereka tetap aman dan bahagia di rumah itu.


Mereka langsung saja masuk ke dalam kamar utama. Mereka langsung merebahkan tubuh mereka masing-masing karena hari sudah mulai malam. Mereka tidur se kasur dengan Ega yang berada di tengah-tengah mereka. Sebelum memejamkan matanya, Ken tak lupa mengecup singkat kening letta dan juga Ega. Setelah itu ia baru terlelap..


****


BSB



...***Yang manis, tapi bukan gula aaaaaa...


...Niatnya mau libur hari ini karena libur hehe. ... tapi nggak jadi***......


__ADS_1


...***MAU NANGIS? SINI MAMPIR KE LAPAK OREN.......


...KARYAKU TAPI BELUM PUBLIS***...


__ADS_2